"Arga do hamu ditobus; unang ma olo hamu parhatobanon ni jolma!

Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia."

1 Korint 7:23

Sukacita HKBP Tanjung Sari dalam Peresmian Gedung dan Ibadah Minggu

MEDAN, hkbp.or.id - Setelah proses selama 31 bulan, HKBP Tanjung Sari akhirnya menyelesaikan dan meresmikan Gedung Sekolah Minggu, Perkantoran, dan Rumah Dinas HKBP Tanjung Sari (27/3/2022). Panitia pembangunan mengucapkan terima kasih kepada semua donatur dan terutama kepada semua warga jemaat yang telah bersehati menyelesaikan pembangunan melalui program DPR (Dana Partisipasi Ruas).

Peresmian diawali dengan ibadah dan gunting pita oleh Ibu Tima Warni Pangaribuan. Membuka pintu gedung dilaksanakan Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan sekaligus menandatangani prasasti bersama Pdt. Manapar M. Panjaitan selaku Pendeta Resort dan St. Gandhi Tambunan selaku Ketua Umum Panitia Pembangunan.


Pemandu acara mengatakan bahwa proses pembangunan dimulai sejak tahun 2018 dan sempat tertunda selama satu tahun akibat Pandemi Covid-19 tahun 2020. Gedung Sekolah Minggu yang baru tersebut direncanakan dapat menampung 300an anak sekolah minggu. Dengan adanya gedung baru maka 800an orang anak sekolah minggu dapat beribadah dan berkegiatan bersama di gedung sekolah minggu gereja.

Hadir juga dalam peresmian tersebut para pendeta yang pernah melayani sebagai pendeta resort di HKBP Tanjung Sari antara lain: Pdt. Maulinus U.W. Siregar (Pendeta HKBP Resort Taman Mini/KRP) dan Pdt. Martin Manullang (Pendeta HKBP Resort Poriaha, Sibolga).


Setelah peresmian gedung, seluruh jemaat beribadah bersama di dalam gedung gereja HKBP Tanjung Sari. Ibadah dilayani oleh Pdt. Manapar Panjaitan sebagai Liturgis dan Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan sebagai Pelayan Firman. Khotbah yang disampaikan Pdt. Tinambunan berdasar kepada Mazmur 32: 8-11.


Mengawali khotbahnya, Pdt. Tinambunan melontarkan pertanyaan reflektif tentang bagaimana dapat bersukacita dalam beratnya tekanan kehidupan saat ini. "Bagaimana kita bisa bersukacita di tengah pahit getirnya kehidupan saat ini? Bukan sukacita yang biasa tetapi sukacita di dalam Tuhan. Artinya walaupun sesuatu terjadi tidak sesuai dengan harapan namun asal kehendak Tuhan yang jadi, itulah sukacita yang kekal yang tidak bisa direbut dari kita," terang Pdt. Tinambunan.


Menjelaskan tentang sukacita kekal yang dimaksud, Pdt. Tinambunan menjelaskan:  "Yang manakah sukacita yang kekal itu?" Menjawab pertanyaan tersebut, warga jemaat diajak membaca ayat pertama dalam perikop khotbah yaitu: Mazmur 32:1-2 (TB) "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!"


"Sukacita kekal bagi umat manusia adalah karena Allah mengampuni pelanggaran, menutupi dosa kita, dan tidak memperhitungkan kesalahan kita," ujar Pdt. Tinambunan.

Kita bersukacita karena Allah selalu turun tangan menyertai kita. Mata-Nya selalu tertuju kepada kita (ay. 8) dan orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia (ay. 10).


Setelah ibadah minggu, tamu undangan, warga jemaat dan seluruh panitia pembangunan makan bersama di gedung serba guna HKBP Tanjung Sari.

(SKS-NS)




Pustaka Digital