"Minggu XVI Dung Trinitatis
Topik: NDANG MARPANSOHOTAN ASI NI ROHA NI TUHAN I (TAK BERKESUDAHAN KASIH SETIA TUHAN)"

Ev: Andung 3:19-26/Ep: 2 Timoteus 1: 1 - 14

Sukur Nababan: Selama ini yang terjadi di HKBP Desentralisasi, setiap huria berdiri sendiri, yang menyatu hanya Pendetanya

“Dimana selama ini setiap Huria HKBP berdiri sendiri secara keuangan bahkan organisasi, yang menyatu hanya para pendeta yang kita sebut desentralisasi. Pengelolaan HKBP itu sebenarnya berdiri sendiri” sebut Ir. Sukur Nababan Anggota DPR RI yang menjadi Tim Kaji Sentralisasi Keuangan HKBP saat diwawancarai Biro TIK Kantor Pusat HKBP ketika mengikuti kegiatan sosialisasi Sentralisasi Keuangan HKBP di HKBP Dolok Sanggul, Kamis (21/4/2022).


Sukur Nababan menjelaskan, Sentralisasi Keuangan saat ini sudah berada di titik sosialisasi di tingkat akar rumput yaitu seluruh pendeta dan juga penatua-penatua di setiap huria yang ada di HKBP. Bahwa Sentralisasi Keuangan adalah kebutuhan pelayan apakah itu balanjo dan lain-lain, program kebutuhan, Huria, Resort, Distrik, Pusat atau Hatopan, kebutuhan lembaga satu pintu oleh Kantor Pusat.

"Satu masalah dasar dulu kita menyelesaikan di HKBP yaitu masalah Keuangan”, Tegas Sukur Nababan. Dari pertanyaan yang disampaikan apakah program tersebut dipastikan dapat berjalan, Sukur Nababan menjelaskan, sudah melakukan simulasi pada saat diminta Ephorus mengkaji dan membangun sebuah sistem Sentralisasi Keuangan tersebut.

Di akhir wawancara Sukur Nababan menyampaikan sangat bangga sebagai putra HKBP menjadi warga jemaat HKBP, Ia sempat merasa tadinya ada rasa takut, rasa khawatir, tetapi dalam tempo waktu singkat sintua bisa memahami terlebih dahulu Bendahara Huria masing-masing Huria bisa memahami dengan cepat tentang Sentralisasi Keuangan ini. Tadinya saya sempat berpikir akan mendapatkan banyak tantangan dari pertanyaan dan pernyataan negatif yang disampaikan, justru saya mendapatkan aura keyakinan yang dari mereka, yang adalah bahwa ini juga salah satu jawaban untuk semua masalah HKBP. Selama ini rencana Sentralisasi belum berjalan hanya karena masalah konsepnya kurang tepat,” sebut Sukur Nababan menutup wawancaranya. (P.Sam – B'TIK).




Pustaka Digital