"Molo ingkon mamujimuji ahu, angka hagaleonki ma hupapujipuji.

Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku."

2 Korint. 11:30

Tuhan Memperlengkapi para Pelayan yang Dia Utus


Sri Gunting, "Gereja adalah milik Tuhan, maka semua pelayan yang diutus-Nya pasti diperlengkapi oleh Dia," terang Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan mengawali paparannya di HKBP Sri Gunting (19/6/2021). 

Di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi pelayan gereja, HKBP Sri Gunting mengadakan pemberdayaan kepada majelis HKBP Resort Sri Gunting, guna membekali para majelis supaya lebih siap menghadapi ragam tantangan dalam pelayanan. Pdt. Darwin Sihombing, Pendeta Resort HKBP Sri Gunting, membuka kegiatan pemberdayaan ini melalui sebuah ibadah dan kegiatan pemberdayaan dimoderasi oleh St. J. Pasaribu 


Dalam paparannya, Pdt. Tinambunan menyoroti tantangan masa kini yang dihadapi di rumah tangga Kristen, yaitu merosotnya praktik hidup kristiani yang dihidupi oleh warga jemaat HKBP di rumah tangga. Misalnya praktik makan bersama dan berdoa bersama sambil membaca ayat Alkitab yang dipimpin oleh kepala keluarga. Tantangan tersebut diperparah dengan pola hidup instan yang didukung oleh teknologi informasi saat ini. Pdt. Tinambunan mengingatkan para majelis agar bersiap dan bekerja sama menghempang dampak negatif teknologi informasi supaya warga jemaat dapat tertolong terutama generasi muda gereja. 

Melalui paparannya, Pdt. Tinambunan menyegarkan kembali motivasi awal para majelis ketika menerima panggilan menjadi majelis dari Tuhan melalui jemaat-Nya dan memperlengkapi majelis dalam menghadapi tantangan masa kini.  Kegiatan pemberdayaan ini dihadiri oleh 39 orang peserta yang terdiri dari majelis dan beberapa warga jemaat. Bendahara HKBP Sri Gunting, St. M. Naibaho mengucapkan rasa terima kasih dan bersyukur kepada Tuhan atas pemberdayaan yang boleh berlangsung. 

"Di HKBP, ada lebih dari 40.000 orang majelis/sintua, hal ini menunjukkan bahwa Bapak-Ibu majelislah garda terdepan dalam pelayanan di HKBP, kalau pelayan penuh waktu masih sekitar 3000 orang, kurang dari 10% dibanding dengan majelis," tutup Pdt. Tinambunan dalam paparannya.

Korespondensi: Kantor Sekjend HKBP


Pustaka Digital