"Dibahen i, ndang marnaloja hami; ai lam tu burukna pe hajolmaonnami parduru i, anggo parbagasan i ariari do dipaimbaru.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

2 Korint 4:16

Tuhan Mengetahui Kebutuhan Kita, Beritakanlah Pertobatan

Tarutung - 4/7/2021, HKBP Siualuompu melaksanakan peneguhan sidi dalam ibadah  Minggu V Setelah Trinitatis. Sekretaris Jenderal HKBP melayankan firman dan pelayan lirturgi  oleh Pendeta Ressort, Pdt. Obet Sinaga. Ibadah dilakukan dalam sekali ibadah pada pukul 10.00 WIB, dan dilaksanakannya juga ibadah Peneguhan Sidi bagi 12 orang yang sudah mengikuti proses belajar sidi, tentunya dengan tetap menjaga serta melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. 


Khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Tinambunan didasarkan kepada Markus 6: 6b-13. Beliau memulai khotbahnya dengan menyampaikan bahwa sangat sering Tuhan memberikan perintah yang "kurang masuk di dalam akal," dari sejak dulu sampai sekarang bahkan dalam teks ini juga demikian. "Namun, walaupun demikian ketika Tuhan memerintahkan melakukan sesuatu dengan kurang masuk akal, bahkan saat kita merasa butuh namun disebutkan tidak perlu, disaat itu juga Tuhan sudah lebih tahu apa yang lebih kita butuhkan dari apa yang kita pikirkan," terang Pdt. Tinambunan.


Dalam ayat ini dahulu para murid diutus dan sekarang ayat ini sampai kepada kita bahwa kita juga diperintahkan untuk memberitakan pertobatan. Terlebih menghadapi keadaan zaman saat ini, banyaknya cobaan dan tantangan bagi iman kita. Kita memulai dari diri sendiri harus melakukan Pembaruan hati dan iman, supaya kita berdampak juga kepada sekitar kita, menyebarkan pembaruan hati. 

Dalam khotbahnya, Pdt. Tinambunan menekankan bahwa "Semua dari kita tidak harus menjadi seperti para murid dalam ayat ini, walau ada beberapa yang menjadi pelayan. Kita diutus menjadi murid, diutus menjadi Pemberita Firman dalam bentuk yang berbeda-beda. Tidak lagi harus meninggalkan semua kepunyaan kita, tidak boleh membawa apa pun kecuali tongkat dan alas kaki. Namun kita ikut serta menjadi Murid dan Pemberita Firman di mana kita ditempatkan bekerja, mengabdi dengan tugas yang diberikan, di situlah kita menunjukkan pembaruan hati, kebaikan serta kasih. Itulah bentuk pemberitaan firman yang boleh kita lakukan di zaman ini." 


Setelah menyerahkan persembahan dilaksanakan peneguhan Sidi bagi 12 orang, dan setelah liturgi naik sidi, Pdt. Tinambunan menyerahkan hadiah  bagi salah satu murid sidi yang memperoleh penilaian tertinggi selama pengajaran naik sidi.


Korespondensi: Kantor Sekjend HKBP

Pustaka Digital