Doa Pembuka: Damai sejahtera dari Allah Bapa, yang melampaui akal dan pengertianmu, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu. Di dalam Yesus Kristus Tuhan. Amin.
Bapak Ibu , sauadara/i sekalian yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus Firman Tuhan Epistel di minggu tanggal 15 Februari 2026, di minggu yang Estomihi diambil dari 2 Samuel 22 : 44-51. Saya akan bacakan, Demikian Firman Tuhan,
Bapak/Ibu, saudara/i sekalian yang terkasih Dalam Nama Tuhan, Setiap orang pasti pernah mengalami pergumulan, penolakan, bahkan ancaman yang membuat hidup terasa berat. Dalam situasi seperti itu, manusia cenderung mengandalkan kekuatan sendiri atau berharap pada pertolongan sesama. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa kemenangan sejati hanya berasal dari Tuhan. Dalam 2 Samuel 22:44–51, Daud menaikkan nyanyian syukur kepada Tuhan atas pembebasan dan kemenangan yang ia alami. Bagian ini bukan sekadar kisah keberhasilan Daud, tetapi kesaksian tentang kesetiaan Tuhan yang menyertai umat-Nya dalam setiap pergumulan hidup.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Dalam ayat 44–46, Daud mengakui bahwa Tuhanlah yang melepaskannya dari pertengkaran bangsanya dan menempatkannya sebagai kepala atas bangsa-bangsa. Daud menyadari bahwa kedudukan, kemenangan, dan penghormatan yang ia terima bukan hasil kekuatannya sendiri, melainkan karena campur tangan Tuhan. Bahkan bangsa-bangsa yang tidak dikenalnya tunduk kepadanya, menunjukkan bahwa kuasa Tuhan melampaui batas kemampuan manusia. Daud menggambarkan bagaimana musuh-musuhnya kehilangan kekuatan dan keberanian. Mereka menjadi lemah dan gemetar ketika berhadapan dengan karya Tuhan dalam hidup Daud. Ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan bertindak, tidak ada kuasa manusia yang mampu melawan kehendak-Nya. Kemenangan yang Daud alami menjadi bukti nyata bahwa Tuhan setia membela orang yang berharap kepada-Nya. Selanjutnya, Daud memuji Tuhan sebagai Allah yang hidup dan gunung batu keselamatannya. Ia menyadari bahwa Tuhan bukan hanya penolong sementara, tetapi sumber keselamatan yang kokoh dan dapat diandalkan sepanjang hidup. Tuhan memberikan kekuatan untuk menghadapi musuh, menundukkan lawan, dan menjaga hidup Daud dari kebinasaan. Pada ayat-ayat terakhir, Daud menegaskan bahwa ia akan memuliakan Tuhan di antara bangsa-bangsa dan memuji nama-Nya. Ungkapan syukur ini menunjukkan bahwa pengalaman pertolongan Tuhan seharusnya membawa orang percaya untuk bersaksi tentang kebaikan-Nya. Daud juga mengakui bahwa Tuhan menunjukkan kasih setia-Nya kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu kepada Daud dan keturunannya untuk selama-lamanya.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Melalui 2 Samuel 22:44–51, kita belajar bahwa Tuhan adalah sumber kemenangan sejati. Dalam setiap pergumulan hidup, Tuhan sanggup membebaskan, menguatkan, dan meninggikan umat-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Seperti Daud, kita diajak untuk mengakui bahwa semua keberhasilan dan kemenangan berasal dari Tuhan, bukan dari kekuatan sendiri. Kesadaran ini seharusnya mendorong kita untuk hidup rendah hati, bersyukur, dan setia memuliakan nama Tuhan. Kiranya renungan ini menguatkan iman kita untuk terus berharap kepada Tuhan, sebab kasih setia-Nya tetap ada bagi orang-orang yang percaya dan bersandar penuh kepada-Nya.
Doa Penutup: Terima kasih Ya Tuhan Allah, untuk FirmanMu yang telah kami dengar. Ajari kami untuk selalu bersyukur memiliki Engkau, ajarkan kami bahwa betapa bahagianya kami karena Engkau begitu mengasihi kami. Dengan bimbingan rohMu, kami akan melakukan FirmanMu untuk kemuliaan namaMu. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan selamanya hanya kedalam tangan pengasihanmu. Di dalam Yesus Kristus Kami Berdoa. Amin.
Pdt. Andar Panuturi Sitompul, S.Th- Pendeta Fungsional di Biro Ibadah Musik HKBP



