Doa Pembuka.. Damai sejahtera dari Allah Bapa, yang melampaui akal dan pengertianmu, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu. Di dalam Yesus Kristus Tuhan. Amin…
Bapak Ibu , sauadara/i sekalian yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus Firman Tuhan di minggu tanggal 18 Januari 2026, di minggu II Setelah Ephipanias diambil dari 1 Korintus 1 : 4-9. Saya akan bacakan, Demikian Firman Tuhan,
- Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.
- 5. Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan,
- 6. sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.
- 7. Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
- 8. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
- 9. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih Dalam Nama Tuhan, Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa kurang, kurang sabar, kurang bijak, atau bahkan kurang bersyukur. Kita mudah fokus pada kekurangan diri sendiri atau situasi di sekitar kita, sampai kadang lupa bahwa setiap hari kita menerima kasih dan anugerah Tuhan yang luar biasa. Dalam surat Paulus kepada jemaat Korintus, khususnya 1 Korintus 1:4-9, kita diingatkan untuk melihat diri kita melalui mata Allah—yakni sebagai orang yang diberkati, dipanggil, dan setia dijaga oleh-Nya. Ayat-ayat ini membuka mata kita bahwa iman bukan hanya soal usaha manusia, tetapi tentang kesetiaan dan anugerah Allah yang menopang hidup kita setiap saat.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Paulus menulis: “Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allah karena kamu, karena dalam Kristus Yesus kamu telah diberkati dengan segala macam kasih karunia, yang meneguhkan kamu.” (ay. 4-5). Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa setiap berkat dan kemampuan yang kita miliki berasal dari Allah. Sering kali kita menganggap pencapaian atau talenta kita adalah hasil usaha sendiri, padahal semua itu adalah bagian dari kasih karunia Tuhan. Paulus menekankan pentingnya bersyukur, bukan hanya karena berkat besar, tetapi juga karena kasih karunia yang meneguhkan kita di setiap langkah hidup. Ayat 6-7 menegaskan bahwa iman kita bukan hanya sekadar formalitas atau ritual, tetapi iman yang hidup, yang membentuk karakter dan kesaksian kita. Paulus menulis bahwa jemaat Korintus menerima penguatan untuk tetap teguh dan siap menantikan hari kedatangan Tuhan. Refleksi ini mengingatkan kita: iman yang sejati tidak berhenti pada pengakuan lisan, tetapi berbuah dalam kesetiaan dan ketekunan di tengah tantangan hidup. Bahkan ketika kita menghadapi kesulitan, kasih karunia Tuhan cukup untuk meneguhkan dan memampukan kita untuk tetap setia.
Ayat 8-9 adalah pengingat yang luar biasa: “Allah setia, yang memanggil kamu dalam persekutuan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus, dan Dia juga akan meneguhkan kamu sampai pada akhir, supaya kamu tetap tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.” Allah tidak hanya memberi kita awal yang baik, tetapi menjamin bahwa Dia akan menyertai kita sampai akhir. Ini memberikan ketenangan dan keyakinan dalam hidup sehari-hari. Kita tidak berjalan sendiri; kita dipanggil, diteguhkan, dan dijaga oleh Allah yang setia.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Renungan dari 1 Korintus 1:4-9 mengajak kita untuk menumbuhkan tiga sikap: bersyukur atas kasih karunia Tuhan, hidup teguh dalam iman, dan percaya penuh bahwa Allah setia menuntun kita sampai akhir. Hari ini, mari kita refleksikan: apakah kita sudah menyadari berkat Tuhan dalam hidup kita? Apakah iman kita tercermin dalam tindakan dan kesetiaan sehari-hari? Dan apakah kita percaya sepenuhnya bahwa Allah akan meneguhkan kita di setiap langkah? Ketika kita hidup dengan kesadaran ini, setiap hari menjadi kesempatan untuk bersyukur, bertumbuh, dan menjadi saksi kasih Tuhan. Kita tidak hanya menjadi penerima berkat, tetapi juga saluran berkat bagi orang lain. Kesetiaan Allah memberi kita damai dan keberanian untuk menjalani hidup ini dengan iman yang teguh dan hati yang penuh syukur.
Doa Penutup : Terimakasih Ya Tuhan Allah, untuk FirmanMu yang telah kami dengar. Ajari kami untuk selalu bersyukur memiliki Engkau, ajarkan kami bahwa betapa bahagianya kami karena Engkau begitu mengasihi kami. Dengan bimbingan rohMu, kami akan melakukan FirmanMu untuk kemuliaan namaMu. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan selamanya hanya kedalam tangan pengasihanmu. Di dalam Yesus Kristus Kami Berdoa. Amin.
Pdt. Panuturi Sitompul



