ECUMENICALNEWS.COM (3/9) – Para pemimpin agama dari berbagai denominasi menyuarakan kekhawatiran tentang potensi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat memperburuk ketidaksetaraan global. Berdasarkan laporan dari Ecumenical News, kekhawatiran ini disampaikan dalam sebuah konsultasi yang diadakan oleh Dewan Gereja-Gereja Sedunia di Korea Selatan pada 27-29 Agustus 2025. Para teolog dan akademisi yang hadir memperingatkan bahwa tanpa panduan moral, Revolusi Industri Keempat dapat meningkatkan kesenjangan digital dan membahayakan populasi rentan. Mereka menyoroti jutaan orang di seluruh dunia yang masih tidak memiliki akses internet berkecepatan tinggi, serta dampak lingkungan dari AI yang merusak. Oleh karena itu, para pemimpin agama menyerukan “revolusi spiritual” untuk mendorong gereja agar aktif dalam advokasi keadilan digital dan mengungkap dampak nyata dari teknologi.