PEARAJA (3/2) – Dalam Rapat Praeses HKBP, Pdt. Marolop Sinaga yang secara khusus diundang, mengungkapkan kekhawatiran atas 30% warga jemaat yang pasif akibat ketidakdewasaan rohani dan faktor ekonomi-sosial. Beliau menyoroti kecenderungan pelayan yang hanya fokus pada jemaat aktif, sehingga warga yang terjerat penyakit sosial merasa terabaikan. Sebagai solusi, Pdt. Marolop mendorong riset berbasis angket untuk memetakan kondisi jemaat secara akurat. Langkah selanjutnya adalah penguatan 12 seksi gereja dengan melibatkan aktivis dari tiap lingkungan (Wijk) guna mendampingi jemaat pasif secara konsisten dan terukur.

Scroll to Top