PEARAJA (3/2) – HKBP Susun Buku Panduan Arsitektur: Padukan Teologi dan Aksesibilitas – Rapat Praeses HKBP pada 2 Februari 2026 membahas penyusunan Buku Panduan Arsitektur Gereja HKBP. Panduan ini dirancang bukan untuk penyeragaman, melainkan sebagai landasan teologis dan praktis dalam pembangunan fisik gereja. Poin-poin penting dalam pembahasan meliputi: 1) Inklusivitas: Menekankan konsep gereja ramah lansia, difabel, dan berwawasan lingkungan (go-green). 2) Kearifan Lokal: Mengakomodasi kontekstualisasi budaya Batak dan estetika bangunan, termasuk penempatan mimbar dan menara. Fasilitas: Menstandarisasi kualitas akustik (sound system) dan penataan lahan agar menciptakan suasana tenang bagi pelayan. Ephorus HKBP berharap buku ini menjadi acuan strategis bagi jemaat dalam menata rumah ibadah yang fungsional sekaligus mencerminkan identitas HKBP.

Scroll to Top