PEKANBARU (13/12) – Menanggapi kerusakan alam, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST., menegaskan bahwa kehancuran hutan adalah akar masalah dari bencana ekologis. Beliau menjelaskan bahwa hutan yang rusak menimbulkan dampak ganda yang serius. Pertama, hilangnya hutan menyebabkan perubahan iklim ekstrem, mengakibatkan hujan tidak teratur. Kedua, hutan gundul tidak mampu menahan air, memicu banjir bandang dan tanah longsor saat hujan lebat turun. Ephorus menekankan bahwa solusi bukan hanya teknis, tetapi juga moral dan rohani. Beliau menyerukan pertobatan massal: menghentikan perusakan hutan, dan secara gotong royong melakukan reboisasi demi kelangsungan hidup generasi mendatang.

Scroll to Top