Nats Firman:
“Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus’
Bapak, ibu saudara dan saudari yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus, mungkin kita pernah melihat proses terjadinya transaksi jual/beli yang membutuhkan jaminan atau sering menggunakan uang panjar. Hal ini bertujuan agar barang atau sesuatu yang ingin dibeli tersebut tidak bisa diambil lagi oleh orang lain lagi. Sama halnya dengan ayat firman Tuhan yang menyapa kita pada hari ini adalah suatu jaminan bagi kita orang percaya bahwa Allah akan meneguhkan setiap orang sampai kepada kesudahannya, oleh sebab itu apabila kita masih kerap memiliki keraguan tentang keselamatan kita kelak, apakah kita akan diterima di sisi Tuhan jika kita meninggal. Ayat ini menjadi jaminan akan keselamatan kita, pada nyatanya juga kita telah ditebus lunas dari kematian dosa oleh darah Yesus di Kayu Salib.
Hidup orang percaya tidak pernah dijanjikan bebas dari masalah. Sama halnya juga yang terjadi sewaktu Paulus menuliskan surat ini kepada Jemaat di Korintus, ayat ini merupakan surat ucapan syukur Paulus karena jemaat di korintus sudah sama dengan mereka yang percaya kepada Kristus. Jemaat Korintus sendiri menghadapi banyak persoalan: perpecahan, dosa, kesombongan rohani, dan kebingungan iman. Namun menariknya, Paulus tidak memulai dengan teguran keras, melainkan dengan pengharapan—bahwa Allah sendirilah yang akan meneguhkan mereka sampai akhir.
Kata “meneguhkan” menunjukkan tindakan Allah yang terus-menerus, bukan sesaat. Ini menegaskan bahwa kekuatan iman kita bukan bersumber dari kemampuan manusia, melainkan dari kesetiaan Allah. Kita sering merasa lemah, jatuh, dan tidak layak, tetapi Tuhan tidak pernah berhenti bekerja dalam hidup kita. Janji ini juga mengarahkan pandangan kita kepada hari Tuhan Yesus Kristus. Hidup orang percaya bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang tujuan akhir: berdiri di hadapan Tuhan tanpa bercacat, bukan karena kesempurnaan kita, melainkan karena anugerah-Nya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam menjalani hidup, kita banyak tindakan yang bisa mempengaruhi iman kita, saat kawan kita melakukan dosa-dosa namun hidupnya tenang-tenang saja. Terkadang kita memiliki rasa ingin untuk melakukan hal yang sama juga dengan teman kita tersebut, namun melalui firman hari ini kita diingatkan bahwa saat iman kita mulai goyah, Tuhan tetap setia dengan setiap janji-Nya kepada kita.
Mungkin masih banyak cita-cita atau harapan yang belum bisa kita wujudkan dalam kehidupan ini di tahun 2025 yang lalu. Namun satu hal yang perlu kita ketahui bahwa jika kita merasa gagal dalam hidup kita ingatlah bahwa Tuhan belum selesai dengan kita, disaat kita merasa bahwa masa depan terasa gelap, ingatlah bawah Tuhan sudah menjanjikan kesudahannya. Firman Tuhan tidak pernah gagal dan Tuhan akan meneguhkan kita sampai pada kesudahannya, sehingga kita tidak bercacat pada hari kedatangan Tuhan Yesus. Amin
CPdt. Josua Nababan



