DARI KEPENUHAN-NYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA
(Ep. Mazmur 147 : 12 – 20)
[12] Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!
[13] Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.
[14] Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.
[15] Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
[16] Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu.
[17] Ia melemparkan air batu seperti pecahan-pecahan. Siapah yang tahan berdiri menghadapi dingin-Nya?
[18] Ia menyampaikan firman-Nya, lalu mencairkan semuanya, Ia meniupkan angin-Nya, maka air mengalir.
[19] Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
[20] Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!
Tuhan itu Mahabesar! Kebesaran Tuhan dapat kita lihat dari banyak hal. Salah satunya melalui dunia dan segala isinya. Dunia ini dan segala ciptaan di dalamnya ada, karena Tuhan yang menciptakan. Tidak ada oknum yang lain, selain Allah yang dapat menciptakannya. Terutama manusia, sebagai mahkota ciptaan Tuhan, yang berbeda dari ciptaan yang lain. Karena manusia diciptakan memiliki akal, yang tidak dimiliki ciptaan yang lain. Anggota-anggota tubuh manusia juga ditempatkan sedemikian rupa, sehingga begitu baik kelihatannya dan juga dapat berfungsi dengan baik. Mengagumi kebesaran Tuhan dapat kita lakukan dengan mengunjungi tempat-tempat wisata alam, seperti: daerah tepi pantai, danau, pegunungan, dan lain-lain. Kita sering takjub melihat alam semesta ciptaan Tuhan. Banyak turis dari dalam dan luar negeri yang datang ke Bali, bukan hanya untuk menikmati suguhan pagelaran budaya, tetapi juga untuk menikmati pemandangan alamnya yang indah dan eksotik. Kawasan danau Toba juga tidak kalah indahnya dari Pulau Bali.
Kebesaran Tuhan juga dinyatakan atas umat manusia, terutama atas diri umat Israel sebagai umat pilihanNya, sebagaimana dinyatakan dalam Perjanjian Lama. Ketika bangsa itu diperbudak di Mesir dalam kurun waktu 400 tahun, Tuhan membebaskan umatNya. Dan dalam perjalanan di padang gurun menuju tanah perjanjian, Tuhan pun menunjukkan kuasaNya dengan berbagai cara. Tuhan menyediakan makanan dan minuman; Tuhan mendatangkan tiang awan dan tiang api untuk menuntun perjalanan mereka sekaligus melindungi tubuh mereka dari cuaca ekstrim di padang gurun. Tuhan melalui Musa membelah laut Merah agar bangsa Israel dapat meloloskan diri dari kejaran tentara Firaun, dan lain-lain. Oleh karenanya umat Israel bernyanyi memuji Tuhan, sebagai bentuk ungkapan syukur atas berkat, penyertaan dan pertolongan Tuhan dalam hidup mereka. “Bernyanyilah bagi Tuhan dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!” (ayat 7).
Tindakan, perbuatan atau mujizat Tuhan tersebut dapat juga kita rasakan dalam kehidupan kita dalam berbagai hal. Tuhan juga mau dan mampu melakukan mujizatnya dalam kehidupan kita; dan yang pasti kita pasti pernah merasakannya. Pertolongan Tuhan juga dapat kita rasakan ketika kita dalam keadaan lemah, sehingga kita menjadi kuat Kembali; ketika sakit, Tuhan menyembuhkan; ketika menghadapi kesulitan atau persoalan besar, Tuhan memberikan jalan keluar dan pertolonganNya. Banyak lagi hal yang lain.
Kita adalah orang-orang yang telah merasakan dan menikmati kebesaran Tuhan di dalam kehidupan kita masing-masing. Hal yang patut kita lakukan adalah memuji dan memuliakan Tuhan, terutama melalui nyanyian pujian. Memuliakan Tuhan dapat juga kita lakukan dengan memberikan persembahan kepada Tuhan dan mempersembahkan diri kita dengan cara ikut dalam pelayanan di tengah-tengah gereja dan di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut merupakan respon atau tanggapan kita atas kebesaran Tuhan yang dinyatakan dalam hidup kita; atau sebagai bentuk ucapan Syukur kita kepada Tuhan. “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya” (Mzm 107:1). “Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya” (Mzm 103:2). Amin,…!
Pdt. Manaris R. E. Simatupang, M.Th – Bendahara Umum HKBP



