KEJADIAN 1:1 “Pada Mulanya Allah Menciptakan langit dan bumi”
DOA PEMBUKA : Ya Allah Bapa yang Mahakuasa, kami bersyukur atas pagi hari yang baru ini, nafas kehidupan yang masih dapat kami rasakan. Sebelum kami membuka hati kami terhadap Firman-Mu, kami mohon agar Roh Kudus-Mu membimbing kami, membukakan mata hati kami, sehingga kami dapat mengagumi kebesaran-Mu. Sehingga firmanMu dapat kami pahami dan kami lakukan dalam kehidupan kami. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin
Syalom selamat pagi buat kita semua,
Yang menjadi renungan kita pada hari ini, tertulis dalam kitab Kejadian 1: 1, “Pada Mulanya Allah Menciptakan langit dan bumi” demikian lah firman Tuhan.
Saudara/i yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Sering sekali kita sebagai manusia mempertanyakan yang terjadi dalam kehidupan kita, ketika kita merasa bingung atau hidup kita merasa tidak menentu, baik itu masa depan, maupun ketika kita menghadapi kesulitan, keraguan, atau kehancuran dalam kehidupan kita. Berbagai pertanyaan pun muncul dalam pikiran kita, mengapa penderitaan ini terjadi kepada saya? Bagaimana masa depan saya? Mengapa saya selalu gagal? Dan masih banyak pertanyaan yang muncul ketika kita mengahadapi perjalanan kehidupan kita yang tidak sesuai dengan keinginan kita. ketika semua pertanyaan itu muncul, ingatlah Anda tidak hidup dalam kebetulan. Kuasa yang menciptakan seluruh alam semesta hanya dengan Firman-Nya dan dari ketiadaan adalah kuasa yang sama yang bekerja dalam hidup kita.
Saudara/i yang terkasih Istilah “Pada Mulanya” dalam Kejadian 1:1 ini merupakan suatu kejadian. Yang mana ini menunjuk pada permulaan penciptaan Dunia. Kejadian 1:1 ini adalah pernyataan iman yang paling mendasar, Ayat ini segera membawa kita ke titik sebelum ada waktu, ruang, dan materi. Ini menegaskan bahwa dunia tidaklah abadi dan tidak terjadi secara kebetulan. Ada titik awal, dan titik awal itu menunjuk pada sesuatu yang mendahului dan mengatasi waktu itu sendiri yaitu Allah. Dia adalah Alpha dan Sumber segala keberadaan. Ayat ini memperkenalkan pribadi Allah Yang Mahakuasa, sebagai Pribadi yang berada sebelum segala sesuatu yang kita lihat, dan sebagai Pribadi yang bertindak. Dia tidak hanya membentuk materi yang sudah ada, tetapi Dia menciptakan dari ketiadaan (creatio ex nihilo).
Saudara/i yang terkasih Banyak orang yang bergumul dengan iman mereka, mereka ingin mengetahui jawaban atas pertanyaan “ bagaimana ?” Tetapi, ketika membaca dari Kitab Kejadian, kita menemukan bahwa keyakinan yang diungkapkan dalam kitab suci tidak berasal dari penglihatan, pencatatan, dan pengukuran. Tuhan kita bukanlah objek yang dapat dilihat dan diukur seperti objek lain di dunia. Tetapi melalui imanlah kita menegaskan penciptaan ini, bukan karena kita melihatnya, mengamatinya, dan mengukurnya, tetapi karena kehidupan dan hubungan kita dengan Tuhan menegaskan kebaikan dan keterkaitan hidup kita dengan Tuhan yang menciptakan kehidupan. Ibrani 11:3 mengatakan bahwa hanya oleh iman akan di mengerti dengan jelas tentang permulaan alam semesta. Oleh karena itu iman lah yang di uji ketika kita mempertanyakan segala pertanyaan yang terjadi dalam hidup kita.
Saat kita merasa lelah, stres, dan mencoba menyelesaikan masalah kita dengan kekuatan sendiri. Ini menunjukkan kita melupakan Elohîm (Allah yang kuat). Saat kita merasa bingung atau hidup terasa tidak adil, ingatlah Kejadian 1:1. Dunia ini tidak terjadi tanpa sengaja; ia diciptakan dengan tujuan dan rancangan. Hentikan pertanyaan “Mengapa ini terjadi pada saya?” dan mulailah pertanyaan “Tuhan, apa tujuan-Mu dalam hidup saya?”. Serahkan kendali penuh pada Tuhan kita dan Biarkan Pencipta yang Agung menuntun langkah hidup kita, karena Dia tahu tujuan sempurna dari segala yang Dia mulai. Amin
Doa Penutup
Terima kasih Tuhan untuk FirmanMu yang telah kami dengarkan, ajarilah kami agar kami dapat melakukannya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kami sehari-hari. Dalam Kristus Yesus kami berdoa, Amin.
C.Pdt. Widora Riaulita Sitorus S.Th- BIRO TIK



