Doa Pembuka.. Damai sejahtera dari Allah Bapa, yang melampaui akal dan pengertianmu, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu. Di dalam Yesus Kristus Tuhan. Amin…
Bapak Ibu , sauadara/i sekalian yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus Firman Tuhan di Epistel Minggu tanggal 08 Pebruari 2026, di minggu Sexagesima diambil dari Efesus 1 : 3-10. Saya akan bacakan, Demikian Firman Tuhan,
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih Dalam Nama Tuhan, Sering kali manusia menilai hidup dari apa yang terlihat: keberhasilan, kegagalan, keadaan ekonomi, atau penerimaan orang lain. Ketika hidup berjalan tidak sesuai harapan, kita mudah merasa kurang diberkati. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa berkat sejati tidak selalu bersifat jasmani, melainkan rohani dan kekal. Dalam Efesus 1:3–10, rasul Paulus mengingatkan jemaat bahwa di dalam Kristus, orang percaya telah menerima berkat yang sangat besar. Bagian ini menolong kita memahami siapa kita di hadapan Allah dan bagaimana hidup kita berada dalam rencana-Nya yang kekal.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Paulus membuka bagian ini dengan pujian kepada Allah yang telah memberkati kita dengan segala berkat rohani di dalam Kristus. Berkat ini bukan hasil usaha manusia, melainkan anugerah Allah semata. Sejak sebelum dunia dijadikan, Allah telah memilih kita di dalam Kristus supaya kita hidup kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan bukanlah kebetulan, tetapi bagian dari rencana Allah yang kekal dan penuh kasih. Selanjutnya, Paulus menegaskan bahwa Allah telah menetapkan kita untuk diangkat menjadi anak-anak-Nya melalui Yesus Kristus. Status sebagai anak Allah memberikan identitas baru bagi orang percaya. Kita tidak lagi hidup dalam ketakutan atau rasa tidak layak, tetapi dalam hubungan yang penuh kasih dengan Bapa. Semua ini dilakukan sesuai dengan kerelaan kehendak Allah dan bertujuan untuk memuliakan kasih karunia-Nya. Dalam ayat 7, Paulus menekankan bahwa di dalam Kristus kita memperoleh penebusan oleh darah-Nya, yaitu pengampunan dosa. Pengorbanan Kristus menjadi bukti nyata betapa besar kasih Allah kepada manusia. Anugerah ini diberikan dengan limpah, disertai hikmat dan pengertian, agar kita dapat memahami kehendak Allah dalam hidup kita. Puncaknya, Paulus menjelaskan bahwa Allah menyatakan rahasia kehendak-Nya, yaitu rencana untuk mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus, baik yang di sorga maupun yang di bumi. Ini menunjukkan bahwa hidup orang percaya berada dalam rencana besar Allah yang sedang digenapi melalui Kristus.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Efesus 1:3–10 mengingatkan kita bahwa hidup orang percaya berakar pada anugerah Allah, bukan pada usaha manusia. Kita dipilih, ditebus, dan diangkat menjadi anak-anak Allah karena kasih-Nya yang besar. Kesadaran ini seharusnya mendorong kita untuk hidup dengan penuh syukur, taat, dan memuliakan Tuhan. Di tengah berbagai pergumulan hidup, kita boleh percaya bahwa hidup kita tidak lepas dari rencana Allah yang kekal dan sempurna. Kiranya firman Tuhan ini meneguhkan iman kita untuk terus hidup dalam terang kasih karunia-Nya dan setia berjalan di dalam Kristus.
Doa Penutup : Terimakasih Ya Tuhan Allah, untuk FirmanMu yang telah kami dengar. Ajari kami untuk selalu bersyukur memiliki Engkau, ajarkan kami bahwa betapa bahagianya kami karena Engkau begitu mengasihi kami. Dengan bimbingan rohMu, kami akan melakukan FirmanMu untuk kemuliaan namaMu. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan selamanya hanya kedalam tangan pengasihanmu. Di dalam Yesus Kristus Kami Berdoa. Amin.
-Pdt. Andar Panuturi Sitompul



