Minggu III Dung Epiphanias
Ev : Hagai 2: 1b-10 (Alkitab TB LAI)
Topik: Jahowa Mangalehon Hadameon (Allah Memberikan Damai Sejahtera)
“Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, itulah yang menyertai hati dan pikiranmu. Di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Amin!”
Shalom!
Firman Tuhan pada hari Minggu ini tertulis di dalam Kitab Hagai 2: 1b-10. Firman Tuhan berkata:
“1bPada tahun yang kedua zaman raja Darius, 2dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal dua puluh satu bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: 3“Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada selebihnya dari bangsa itu, demikian: 4Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya? 5Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 6sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! 7Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; 8Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. 9Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. 10Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.”
Demikianlah Firman Tuhan! Syukur kepada Allah!
Jemaat yang dikasihi oleh Kristus Yesus, kita pasti pernah bahkan sering kehilangan tujuan dan alasan untuk mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah. Kita cenderung mengikuti keinginan dan pengertian diri kita sendiri. Kecenderungan ini dapat disebabkan dari dalam diri kita sendiri dan juga dari luar kita. Contohnya karena kegagalan yang pernah dialami di masa lalu, karena kurangnya rasa kepercayaan pada kemampuan diri sendiri, karena rasa iri atas keberhasilan orang lain dan lain sebagainya. Oleh karena hal tersebut, kita kehilangan dorongan untuk mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah. Namun demikian, kita perlu menyadari bahwa Tuhan Allah tidak meninggalkan kita terpuruk kehilangan pengharapan, semangat dan sukacita di dalam melakukan pekerjaan yang dikehendaki Allah. Allah memiliki cara-Nya sendiri untuk menggerakkan umat tetap setia dan taat di dalam segala perintah-Nya. Selama orang yang percaya tetap mendengar dan berpegang kepada perintah Allah maka Allah akan menganugerahkan Roh-Nya untuk memampukan dan memberkati dirinya untuk mengerjakan pekerjaan di dalam damai sejahtera.
Kehilangan dorongan untuk mengerjakan pekerjaan Allah juga dialami oleh bangsa Israel di dalam Firman Tuhan yang kita baca pada hari ini. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 520 Sebelum Masehi, ketika bangsa Israel sudah keluar dari Tanah Pembuangan. Bangsa Israel diminta untuk membangun Bait Suci atau Rumah TUHAN sebagai tempat peribadahan mereka kepada Allah. Akan tetapi, dalam proses pembangunan tersebut, bangsa Israel kehilangan semangat, sukacita dan pengharapan. Pelbagai alasan muncul untuk menutupi ketidaktaatan mereka. Sebagian dari mereka merasa bahwa tugas membangun Rumah Tuhan bukanlah kewajiban mereka. Tugas tersebut adalah kewajiban angkatan atau generasi sebelumnya. Ya, sebelumnya pada tahun 586 Sebelum Masehi, Allah sudah memerintahkan bangsa Israel untuk membangun Bait Suci. Sayangnya, pembangunan tersebut gagal dan tidak terpenuhi. Alasan lainnya adalah karena mereka lebih menekankan ego untuk menyelamatkan diri masing-masing. Peristiwa pembuangan yang dihadapi mereka sebelumnya, meninggalkan luka, yakni kekhawatiran akan penderitaan yang sama datang kembali. Mereka berpikir bahwa mereka harus menyimpan harta mereka sebaik mungkin daripada menghabiskannya untuk membangun Rumah Tuhan. Ketika melihat hal tersebut, Allah langsung menegur bangsa Israel melalui Nabi Hagai. Teguran tersebutlah yang menjadi Firman yang kita bacakan pada hari ini.
Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, dalam Firman Tuhan pada hari ini, Allah mengingatkan bangsa Israel untuk tetap bekerja tanpa keraguan apapun karena Allah akan menyertai mereka dalam setiap pekerjaan mereka. Artinya, pekerjaan mereka akan selalu menjadi pekerjaan yang membuahkan hasil yang baik, membawa damai sejahtera, dan berkat yang melimpah. Mereka tidak perlu khawatir akan kerugian dalam mengerjakan pekerjaan yang Allah perintahkan karena Allah akan menggantikannya dengan berkat yang lebih besar dari sebelumnya. Allah meyakinkan umat-Nya untuk tidak berkecil hati atau takut pada kegagalan yang pernah dialami sebelumnya. Kegagalan dan penderitaan yang pernah dialami oleh bangsa Israel tidaklah menjadi penentu akan masa depan yang telah Allah sediakan bagi mereka. Allah menyatakan bahwa Rumah Tuhan yang akan dibangun kembali oleh bangsa Israel tersebut akan jauh lebih indah dari Rumah Tuhan yang pernah gagal dibangun sebelumnya. Allah juga menyatakan bahwa Rumah Tuhan yang akan dibangun tersebut akan dipenuhi dengan kemuliaan. Kemuliaan Rumah Tuhan tersebut tidak hanya persoalan bangunan fisik namun lebih merujuk pada persiapan akan kedatangan Sang Kristus. Umat akan dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Sang Mesias. Dalam Firman ini, Allah pun menyatakan bahwa bangsa Israel tidak akan dirugikan karena mengupayakan Rumah Tuhan tersebut. Allah dengan tegas menyatakan bahwa segala kekayaan berasal dari pada-Nya. Segala emas, perak, dan lain sebagainya yang dimiliki manusia tidak dapat disamakan dengan Allah. Sesungguhnya, kebaikan Allah tidak dapat dibayarkan oleh emas atau harta manapun. Tidak ada yang dapat mengalahkan kemuliaan Allah. Itulah yang Allah nyatakan dalam Firman Tuhan pada hari ini.
Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, pun dalam keberimanan kita di tengah dunia ini. Seringkali kita kehilangan pengharapan, sukacita dan semangat untuk mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah. Lalu apa yang harus kita lakukan? Akankah kita tenggelam dalam kehilangan semangat tersebut? Atau akankah kita membuka ruang bagi Allah untuk menggerakkan dan memampukan kita mengerjakan segala yang dikehendaki-Nya?
Melalui Firman ini kita diarahkan untuk membuka ruang bagi Allah untuk menggerakkan dan memampukan kita mengerjakan segala yang dikehendaki-Nya. Kita diingatkan untuk tetap bekerja sesuai dengan kehendak-Nya tanpa takut, ragu ataupun khawatir karena Ia akan menyertai kita. Sesuai dengan topik minggu kita pada hari ini, yakni Allah memberikan damai sejahtera, kita diarahkan untuk tidak goyah, takut, cemas dan lain sebagainya ketika mengupayakan yang Allah kehendaki terjadi melalui diri kita. Damai sejahtera Allah menyertai kita. Jika Allah menyertai kita maka segalanya akan menjadi baik adanya. Kita tidak perlu khawatir karena Allah dengan segala kebaikanNya akan memampukan kita menyelesaikannya. Ingatlah bahwa tidak ada yang mampu menyamakan kebaikan Allah. Kiranya di perjalanan kehidupan kita di awal tahun 2026 ini kita juga tetap mengupayakan yang terbaik sesuai dengan kehendak Allah. Amin.
Kita berdoa “Ya Tuhan Allah, kami bersyukur untuk Firman yang telah kami dengarkan. Kami menyadari akan kelemahan kami untuk mengikuti segala kehendakMu. Namun biarlah melalui FirmanMu pada hari ini, kami diteguhkan untuk tetap mengupayakannya dan mengingat bahwa Engkau tetap menyertai kami. Ajarlah kami untuk mengingat penyertaan dan pemeliharaanMu di dalam langkah kehidupan kami agar kami dapat ikut dalam pekerjaan yang memuliakan nama-Mu. Berkenanlah Engkau ya Allah di dalam setiap langkah kehidupan kami. Di dalam nama Anak-Mu Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin”
Anugerah dari Tuhan kita Yesus Kristus, kasih setia Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus kiranya menyertai kamu sekalian. Amin.
Pdt. Serly Tampubolon


