Menantikan Kemurahan Tuhan
(Jesaya 8 : 17)
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi saudara-saudari yang terkasih, semoga di pagi ini kita dalam keadaan sukacita dalam menyambut firman Tuhan. Sebelum kita mendengarkan Firman Tuhan, marilah kita terlebih dahulu saat teduh.
Doa Pembuka: Marilah kita berdoa! Terima kasih Tuhan atas penyertaanMu dalam hidup kami sehingga kami dapat merasakan kasihMu melalui hidup kami, kami dapat bernafas pada hari ini karena kasihMu yang selalu memberi kami kekuatan dan campur tangan Tuhan di dalam hidup kami. Tuhan yang baik pimpinlah kami agar menjadi pelaku akan FirmanMu, sebentar lagi kami hendak mendengarkan FirmanMu berfirmanlah Tuhan karena kami sudah siap untuk mendengarkannya, Amin.
Saudara-saudari yang terkasih Firman Tuhan sebagai penuntun kehidupan kita untuk memulai kegiatan kita hari ini yang tertulis dalam Jesaya 8 : 17. Demikian Firman Tuhan :
“Dan aku hendak menanti-nantikan Tuhan yang menyembunyikan wajahnya terhadap kaum keturunan Yakub, aku hendak mengharapkan Dia.
Saudara-saudari yang di kasihi oleh Yesus Kristus.
Suatu hal Penantian membutuhkan kesabaran seperti bangsa Israel yang memerlukan pertolongan Tuhan. Dalam kehidupan mereka ketika di negeri Mesir banyak dialami penderitaan, keterasingan dengan orang-orang disekitarnya. Selama 40 tahun mereka hidup di dalam tawanan, penantian mereka kembali ke negeri asalnya begitu melelahkan, dan akhirnya mereka di menangkan oleh Tuhan mereka kembali ke negerinya yang sudah lama mereka tinggalkan.
Demikianlah suatu pergumulan orang percaya sukaduka harus kita lalui kadang kita merasa tidak mampu,tetapi Tuhan memampukan kita. Nats renungan hari ini mengingatkan kita kembali: “Dan aku hendak menanti-nantikan Tuhan yang menyembunyikan wajahnya terhadap kaum keturunan Yakub, aku hendak mengharapkan Dia”. Dari nats ini dimana Tuhan menyembunyikan wajahNya terhadap kaum keturunan Yakub. Dimana bangsa israel orang yang suka melawan perintahNya,mereka meminta pertolongan kepada arwah roh-roh peramal oleh sebab itulah Tuhan memperlihatkan murkannya kepada bangsa Israel. Kalau kita perhatikan situasi pada saat ini manusia tidak sabar lagi menunggu, menunggu 5 – 10 menit saja sudah banyak cemooh dan tidak sabar . menanti memerlukan kesabaran. menantikan Tuhan bukan sekedar menunggu, namun suatu sikap yang rendah hati. Nabi Yesaya diutus untuk mengajak orang israel bertobat dari ketidak adilan dari dosa yang mereka lakukan dan mengajak mereka kembali ke jalan Tuhan dan mengingat kebaikan Tuhan di dalam kehidupan mereka.
Saudara-saudari yang di kasihi oleh Yesus Kristus.
Raja Ahas percaya bahwa Asyur menjadi penolong dari bahaya ancaman bangsa Aram. Allah memberikan pertolongan, namun ahas menolaknya, maka Tuhan memakai penyerangan Asyur untuk mengingatkan Yehuda. Seruan Yesaya kepada bangsa tersebut satu-satunya dapat di percaya sebab hanya Tuhanlah pemberi kekuatan bagi kita yang lemah, setiap saat Tuhan mendengarkan jeritan kita,apabila kita berseru keadaNya. Hadirkanlah Tuhan di dalam hidup mu dan penantianmu tidak sia-sia, Dia akan memberikan kekuatan kepadamu, percayalah kesetiaanmu lebih dari segala-galanya, Tuhan Memberkati. Amin.
Doa Penutup: Marilah kita berdoa! Allah Bapa Kami segala puji syukur kami panjatkan kepadaMu atas kuasaMu yang selalu membimbing hidup kami, terima kasih Tuhan atas FirmanMu yang sudah kami dengarkan semoga Firmanmu penerang dalam hidup kami, Allah yang baik dalam FirmanMu kami belajar supaya kami setia hanya kepadaMu saja, jangan biarkan kami berpaling dariMu, tetapi kami memakai waktu untuk semakin teguh kepadaMu. Dengan kerendahan hati kami meminta pengampunan dosa, karena kami tahu kami sering melupakan Tuhan dan menganggap diri kami mampu melakukannya, untuk itu Tuhan kami memohon ampuni kami dari kesalahan kami supaya kami layak menerima berkat-berkat yang akan Engkau berikan kepada kami terima kasih Tuhan. Amin.
Anugerah dari Tuhan kita Yesus Kristus, Kasih setia dari Allah Bapa serta Persekutuan dari Roh Kudus, kirannya menyertai kita sekalian. Amin.
Diak. Linda Siregar- Melayani di Biro Sending HKBP