Renungan Harian HKBP | Epistel | 31 Agustus 2025

Firman Tuhan (Epistel) yang ditetapkan kepada kita pada hari ini Minggu, 31 Agustus 2025 tertulis pada Amsal 25: 2-6

  1. Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.
  2. Seperti tingginya langit dan dalamnya bumi, demikianlah hati raja-raja tidak terduga.
  3. Sisihkanlah sanga dari perak, maka keluarlah benda yang indah bagi pandai emas.
  4. Sisihkanlah orang fasik dari hadapan raja, maka kokohlah takhtanya oleh kebenaran.
  5. Jangan berlagak di hadapan raja, atau berdiri di tempat para pembesar.

 

Allah adalah pencipta segala sesuatu sekaligus pemelihara segala yang diciptakan-Nya. Dalam nats ini jelas ditunjukkan bahwa Allah memutuskan untuk tidak mengungkapkan segala sesuatunya itu jelas dihadapan ciptaan-Nya. Allah merahasiakan banyak hal dari orang-orang yang membaca firman-Nya (Alkitab) secara sepintas. Bahkan masih merahasiakannya dari mereka yang menyeledikinya dan belajar begitu giat untuk mecari arti di balik segala tindakan Allah. Disinilah begitu jelas kemuliaan dan kehormatan Allah. Ia yang menjadikan segala sesuatunya tidak perlu menyelidikinya sebab Ia jelas mengetahui segala sesuatunya secara sempurna.

Lalu secara kontras dikatakan bahwa kemuliaan raja-raja di dunia ini adalah raja-raja yang menyelidiki kebenaran di balik rahasia ciptaan Allah. Kehormatan bagi raja-raja ialah dia yang dengan penuh perhatian, penuh rasa ingin tahu, penuh kerendahan hati mencari tahu dan menyelidiki kebenaran rahasia Allah, Firman Allah itu sendiri. Tindakan tersebut menjadi kehormatan bagi raja-raja, menjadi kemuliaan bagi kuasanya selama kepemimpinannya sebab dengan demikianlah kebijakan baik yang tidak terduga akan muncul darinya. Sehingga, kehormatan bagi raja yang tidak meberikan penghakiman secara tergesa-gesa, atau melakukan suatu kebijakan yang terlebih dahulu ditimbangi.

Oleh karena itu, raja-raja yang baik adalah raja yang mengerti bahwa dia harus menyelidiki segala sesuatu sebelum mengambil keputusan, dengan atas dasar Firman Tuhan yang juga harus diselidiki. Maka, dia akan menjadi raja yang menekan perbuatan jahat dan memperbarui kehidupan rakyatnya, menyisihkan orang fasik, menggunakan kekuasaan mereka untuk mengancam perbuatan-perbuatan jahat dan para pembuat kejahatan. Sehingga kepemimpinan raja yang demikian akan melahirkan kebaikan-kebaikan bagi para rakyatnya, sama seperti perak yang dimurnikan oleh pandai emas. Kokohlah kepemimpinannya dan kuasanya oleh karena kebenaran dan kerendahan hati, sebab Allah akan memberkati pemerintahannya.

Dengan semua pemaparan di atas, sesungguhnya kesemuanya itu akan terwujud hanya dengan cara rajin membaca, mempelajari, dan mencari tahu kebenaran Firman Allah. Baik para pemimpin maupun yang bukan pemimpin haruslah tekun dan dengan rendah hati mempelajari dan menggali kedalaman pernyataan Allah dalam kehidupan ini melalui Firman-Nya. Agar terwujud pemimpin yang bijaksana serta rakyat yang baik dan taat. Amin.

 

 

Pdt. Filemon Sigalingging, S.Th- Staf di Kantor Pusat HKBP

 

Scroll to Top