- Doa pembuka.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa Kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Amin.
- Renungan.
Yohanes 3: 1-7
3:1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”
3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Bapa ibu dan saudara yang terkasih. Masih ingatkah kita, siapa itu Nikomedus? Ya benar, Nikodemus adalah orang Farisi, dia juga pemimpin agama dan juga seorang guru. Nikodemus juga seorang yang religius dan ia sangat mengetahui hukum Taurat. Nikodemus juga mengakui bahwa Yesus itu datang dari Allah. Tetapi tetap saja ia mempertanyakan, bagaimana proses dan kuasa Allah bekerja di dalam hidupnya. Ketika Yesus mengatakan, seseorang harus terlahir kembali! supaya bisa masuk kedalam kerjaan Allah. Itu dapat kita lihat dari ayat 4 di pasal ini “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”
Bapa ibu dan saudara yang terkasih, ini adalah pertanyaan yang sangat rasional dan logis yang ditujukan Nikodemus kepada Yesus. Dan tentunya ini bukanlah pertanyaan yang salah, jika kita pahami secara akal dan pikiran kita manusia!
Tetapi ini menjadi sangat keliru dan menjadi salah, ketika dijawab berdasarkan pikiran dan kehendak Allah. Terlahir kembali! Yang dimaksud dan diutarkan Yesus kepada Nikomedus, bukanlah seperti proses biologis, yang dimana seseorang lahir dari rahim manusia. Layaknya seorang bayi yang terlahir ke dunia, bukan!
Terlahir kembali yang dimaksud oleh Yesus adalah proses ilahi yang mengilhami kehidupan seseorang, yaitu peranan Roh Kudus. Dalam artian, Ketika Roh Tuhan, yaitu Roh Kudus sudah berperan di dalam kehidupan seseorang, itulah adalah momen di mana sesorang itu telah terlahir kembali! Tentunya, kehadiran Roh Kudus kedalam hidup kita, bukanlah seperti kemasukan roh-roh yang ada di dalam benak kita. Yang di mana Roh itulah yang mengendalikan perjalanan hidup kita, Bukan!
Tetapi Roh Kudus yang di maksud oleh Yesus adalah Roh yang berperan untuk membentuk cara hidup, pola hidup dan jalan hidup yang seturut dengan firman Tuhan, untuk menjadi jalan hidup kita. Dan kehadiran Roh Kudus, tidak memerlukan, seberapa banyak perbuatan baik dan kesalehan hidup yang sudah kita lakukan selama ini. Sebab Roh Kudus itu selalu bekerja dan aktif, didalam kehidupan semua orang
Dengan kata lain, kehadiran Roh Kudus hadir di tengah-tengah kehidupan manusia, bukanlah karena usaha dan kemampuan manusia tersebut. Tetapi hanya karena Anugerah Tuhan Allah semata. Roh Kudus sudah hadir di tengah-tengah kehidupan kita, bahkan ketika kita belum mengenal dan percaya kepada firman Tuhan.
Roh Kudus itu selalu aktif dan bekerja di setiap pribadi manusia yang telah dibaptis. Supaya, setiap pribadi manusia itu, benar-benar dapat mengenal Tuhan Allah, percaya kepada firmanNya dan mau melakukan firmanNya.
Sehingga, urutan cara kerja Roh Kudus bukanlah seperti : Kita percaya kepada firman Allah, supaya kita pantas menerima Roh Kudus, dan akhirnya menerima Roh Kudus, Bukan!
Tetapi urutan yang tepat adalah, Roh Kudus sudah bekerja di dalam hidup kita sejak kita di baptis, Sehingga kita dapat mengenal firman Tuhan dan memiliki Iman kepadanya, hingga akhirnya kita percaya kepada firmanNya dan mau melakukan firman Tuhan.
Bapa ibu dan saudara-saudari yang terkasih. Nikodemus memang benar, bahwa ia adalah seorang pemimpin agama yang terpandang pada saat itu. Ia memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas terkait hukum Taurat Allah. Namun itu tidak menjadi otomatis atau menjamin, bahwa ia sudah menerima Roh Kudus di dalam hidupnya. Tidak!
Nikodemus memang benar adanya, bahwa dia adalah seorang farisi yang ahli akan hukum Taurat. Sehingga Nikodemus sangat-sangat mengenal firman Tuhan, tetapi itu tidak menjamin bahwa ia sudah mengenal Tuhan! Itu sebabnya ia masih mempertanyakan kepada Yesus, bagaimana proses kelahiran baru yang disampaikan Yesus kepadanya.
Bapa ibu dan saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus. Firman ini dapat menjadi teguran bagi orang-orang Kristen yang hidup di masa kini, dan tentunya bagi kita. Mengapa demikian? Karena di dalam kehidupan kita. Kita bisa saja menjadi orang yang sangat aktif dalam pelayanan, tahu doktrin gereja, rajin beribadah atau bahkan kita juga salah satu pemimpin rohani di tempat kita berada saat ini.
Tetapi, itu semua tidak menjadi jaminan, bahwa kita sudah benar-benar mengenal Tuhan dan memahami firmanNya dengan tepat.
Bapa ibu dan saudara yang terkasih. Agama dan ke aktifpan kita bergereja, memang benar dapat membuat kita menjadi terlihat benar. Tetapi itu tidak menjadi jaminan bahwa kita sudah-benar-benar mengenal Tuhan.
Sebab, masih banyak orang Kristen yang berlaku seperti Nikodemus. Ia mau datang kepada Yesus, tetapi: ia belum memberikan hidupnya sepenuhnya kepada Yesus. Ia masih mengandalkan hati dan pikirannya sendiri. Ia mau datang kepada Yesus, tetapi ia masih terjebak akan identitas dan kebudayaan di dalam sebuah gereja, yang ia anggap sebagai kebenaran semata. Ia mau datang kepada Yesus, tetapi ia masih terjebak akan ritus-ritus ataupun tradisi-tradisi yang kesannya dapat menduakan posisi Allah.
Kita bisa saja mengatakan bahwa kita sudah percaya kepada Kristus, tetapi kenyataannya masih banyak dari antara kita yang terjebak di dalam kesombongan rohani kita.
Bapa ibu dan saudara yang terkasih. Firman ini memang adalah teguran bagi kita, yang masih belum mampu untuk melepaskan segala kehidupan lama kita. Tetapi firman ini bukan bermaksud unutk menghacurkan kehidupan kita, tetapi justru sebaliknya! Firman ini bermaksud untuk menyelamatkan kita!
Jika saat ini, kehidupan religius kita masih kosong, Allah mengundang kita untuk menjadi pribadi yang baru! Pribadi yang mengenal Allah dan firmanNya! Pribadi yang seturut dengan firmanNya!
Firman Tuhan di hari ini, menegur kita, agar kita tidak terjebak di dalam pemahaman dan keyakinan yang salah. Tetapi mengharapkan kita supaya kita menjadi pribadi hidup yang baru!
Roh Kudus datang bukan karena kemampuan dan usaha kita! Roh Kudus datang karena Allah mengasihi kita! Oleh karena itu, bapa itu dan saudara-saudari yang terkasih di dalam Yesus Kristus. Mari dan mau menerima tuntunan Roh Kudus! Agar kita benar-benar mengenal, mengerti dan mau melakukan firman Allah, seturut akan kehendak Tuhan! Agar kita, benar-benar menjadi pribadi yang baru! Tuhanlah yang memampukan kita. Amin.
- Doa Penutup.
Tuhan kami menyadari, bahwa kami sering terjatuh akan kesombongan rohani kami! Kami menyadari bahwa kari sering sekali membuat standar ke-imanan kami, berdasarkan diri kami sendiri. Tuhan kami memohon pertolonganMu! Kami memohon belas kasihMu! Agar kami boleh hidup seturut akan kehendakMu! Terima kasih Tuhan, kami berdoa, di dalam nama Yesus Kristus! Amin.



