SURABAYA (31/8) – Dalam acara Pesta Puncak Tahun Transformasi yang diselenggarakan oleh HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur, Sekretaris Jenderal HKBP turut hadir dan dalam khotbahnya mengajak jemaat untuk meneladani Kristus. Berlangsung di Auditorium Politeknik Pelayaran Surabaya pada Minggu, 31 Agustus 2025, acara ini dihadiri oleh 19 resort yang berpartisipasi.
Dalam khotbahnya yang mengacu pada Ibrani 13:7-17, Sekretaris Jenderal HKBP menekankan bahwa setiap jemaat yang dipimpin oleh para pelayan Tuhan harus juga dapat menjadi pemimpin bagi orang lain. Ia menjelaskan, jika orang percaya diminta untuk meniru dan mengingat para pemimpin yang telah mengajarkan iman hingga akhir hidupnya, maka hal itu berarti kita memiliki tanggung jawab untuk menjadi panutan.
Menurutnya, teladan sejati adalah mereka yang menjadikan Kristus sebagai panutan utamanya. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya refleksi diri dan menumbuhkan kepemimpinan yang berlandaskan iman dalam kehidupan sehari-hari jemaat.
Pdt. Rikson Hutahaean Tekankan Konsistensi Iman dan Konsolidasi Diri
Pdt. Rikson M. Hutahaean, MTh, berfokus pada pentingnya konsistensi iman dan kepemimpinan diri. Menurutnya konsistensi adalah kunci dalam beriman, berbeda dari kemunafikan. Ia memperkenalkan konsep “konsolidasi diri,” di mana setiap individu harus menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dengan mendamaikan hati dan pikirannya. Menurutnya, tindakan, pikiran, dan perkataan harus sejalan dengan iman, bukan hanya sebatas penampilan di depan orang lain.
Khotbah juga mengajak jemaat untuk meniru Yesus Kristus, yang merupakan panutan tertinggi, dan berani melangkah keluar dari zona nyaman. Secara metaforis, Pdt. Rikson menggunakan kisah “pargodungan” (tempat tinggal misionaris) yang dulunya adalah tempat tidak layak, namun diubah menjadi pusat pelatihan kepemimpinan dan inspirasi. Kisah ini menjadi pesan kuat bahwa tantangan dapat menjadi peluang transformasi luar biasa di bawah pimpinan Tuhan.
Beliau juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak takut menghadapi masa depan, karena Tuhan adalah “Dia yang datang dari masa depan” dan telah mengetahui jalan yang akan dilalui. Ibadah ini menjadi momen untuk memperbarui janji setia dan komitmen jemaat dalam menjalani kehidupan yang tulus dan terarah di bawah pimpinan Kristus.
Momen Puncak Transformasi dan Penggalangan Dana
Dipimpin oleh Praeses Pdt. Samuel Sitompul, M.Th. dan diketuai oleh Albert Aritonang, S.SIT., M.M., acara ini tidak hanya fokus pada aspek spiritual. Selesai ibadah, Pesta Puncak dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk pembangunan dan perbaikan mebeler Distrik.
Berbagai inisiatif penggalangan dana telah dilakukan sebelumnya, mulai dari penyaluran kupon berhadiah hingga donasi sukarela dari setiap resort. Semua upaya ini disambut dengan sukacita oleh panitia dan jemaat yang hadir, menunjukkan dukungan yang kuat terhadap program pelayanan di Distrik XVII.