"Jadi diboto saluhut halak Jahudi ma i ro di halak Gorik na maringanan di huta Epesus, gabe songgop ma biar tu rohanasida saluhut, jadi tongam ma goar ni Tuhan Jesus.

Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Jahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyurlah nama Tuhan Yesus."

Ulaon ni apostel 19: 17

IBADAH MINGGU HKBP PALU, JEMAAT DAN PELAYAN RASAKAN GEMPA, DIDUGA 5,7 SR

Palu (24/3/2019), Seluruh jemaat dan pelayan merasakan gempa bumi sekitar Pkl. 09.32 Wita ketika masih berlangsungnya ibadah Minggu yang dilayani Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersama rombongan. Gempa tersebut cukup mengagetkan jemaat dikarenakan jemaat merasakan bangunan gereja yang goyang khususnya lampu hias gereja yang bergoyang cukup kuat. Kunjungan Pimpinan HKBP dan rombongan yang sedang mengadakan Kunjungan Pastoral ke HKBP ini dalam rangka meneguhkan jemaat di Palu pasca tsunami, gempa, dan liufaksi. Dalam kunjungan ini, Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersama Ompu Boru M. Br. Siahaan, Kepala Departemen Diakonia Pdt. Debora P. Sinaga, M.Th, Praeses Pdt. Pahala Sitorus, juga beberapa Pendeta diantaranya Pdt. Bihelrimen Sitompul, Pdt. Dotur Purba, Sekhus Pdt. Erwin Hutauruk, dan Pdt. Alter Pernando Siahaan.

Ibadah dilayani oleh Pimpinan HKBP Ompu i Ephorus Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing sebagai pengkhotbah yang menjelaskan Firman dari Mazmur 118: 22 – 29 dengan topik Yesus Batu Penjuru, serta Praeses HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur Pdt. Pahala Sitorus, S.Th sebagai liturgist, dan Pendeta HKBP Ressort Palu membacakan warta jemaat. Walaupun gempa masih terasa, namun jemaat tetap mengikuti ibadah dengan hikmat dan sukacita.

Walaupun suasana kesedihan dan trauma mendalam yang dirasakan jemaat khususnya korban maupun keluarga, namun gempa masih juga sering terjadi di Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Kali ini gempa yang terjadi menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam situs resminyanya mengatakan kalau gempa tersebut berkekuatan 5,7 Magnitudo dengan kedalaman 10 Km dengan lokasi 1.84 LS 120.54 BT 54 Km Barat Daya Poso – Sulawesi Tengah (tidak berpotensi tsunami) tepat pada Pkl. 09.32.02 Wita, yang diperkirakan sekitar 126.19 Km dari HKBP Palu. Namun ibadah HKBP Palu tetap berlangsung dengan baik dan hikmat sejak awal hingga akhir walaupun dihiasi gempa. Sampai berita ini diterbitkan, acara di gereja HKBP Palu masih berlangsung.

Mari kita doakan Palu dan sekitarnya. Palu Bangkit... (APS)

 

 

 

comments

Leave a Reply