"Asa tung ditanda hamu, Ahu do Jahowa, ia dung Hubahen tu hamu hombar tu goarHu, ndada hombar tu dalanmuna angka na jahat i, jala ndada hombar tu pambahenanmuna angka na busuk i, hamu ale pinompar ni Israel, ninna Tuhan Jahowa.

Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada masa Aku, oleh karena nama-Ku, tidak memperlakukan kamu selaras dengan tingkah lakumu yang jahat dan yang busuk, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

Hesekiel 20: 44

Kunjungan Kadep Marturia ke HKB Aek Bontar

Minggu (24/3), Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt. Dr. Anna Ch. Vera Pangaribuan melayani ibadah dan melakukan kunjungan pastoral di HKBP Aek Bontar Ressort Jawa Tongah Distrik XXIV Tanah Jawa. HKBP Aek Bontar ditempuh sekitar satu 35 menit dari HKBP Jawa Tongah menggunakan mobil, dengan medan perjalanan jalan yang berbatuan dari jalan yang beraspal. HKBP Aek Bontar ini masih proses pembangunan dari waktu ke waktu, karena alasan ekonomi yang tidak terlalu mapan, gereja ini selalu mengupayakan pembangunan secara bertahap. Kondisi fisik gereja saat ini sudah baik, hanya fisik bangunan ini perlu penyempurnaan sedikit demi sedikit sehinga menjadi sebuah gereja yang indah. Salah satu keunggulan dari bangunan dan lokasi gereja Aek Bontar adalah Toilet/Kamar kecilnya bersih dan nyaman. Jumlah jemaat di HKBP Aek Bontar ini ada 45 kepala keluarga yang dilayani oleh lima parhalado yang dipimpin oleh Pdt. Nortima Hutasoit. Kehadiran jemaat untuk mengikuti ibadah minggu ini setiap minggunya ada sekitar 60-80 orang, pada minggu ini jemaat yang beribadah ada 76 orang. Jemaat Aek Botar lebih dominan memiliki perkejaan atau berkerja sebagai petani diladang sawit.

Dalam kunjungan kali ini, ibu menyampaikan khotbah dimulai dengan penjemaat pelayanan Marturia. Pelayanan Marturia dibagi menjadi dua bagian besar di struktur yaitu: pelayanan Zending dan Ibadah Musik. Pelayanan zending adalah memberitakan Injil, kita semua mempunyai tugas untuk memberitakan Injil/kabar sukacita dari Allah. Tugas dan tanggung jawab itu menjadi satu model atau gaya hidup kita sebagai orang percaya. Gereja yang hidup adalah gereja yang terus menginjili atau yang terus menerus memberitakan Injil. Itulah mengapa kita sebagai orang Kristen diharuskan terus memberitakan berita kabar baik meskipun tantangan jaman dan perubahan jaman selalu berubah dari tahun ke tahun. Ibadah minggu, ibadah lingkungan, berdoa, dan membaca firman Allah menjadi satu sumber untuk kita memberitakan Firman Allah. Salah satu tantangan kita saat ini adalah generasi muda saat ini lebih dekat dengan handphone dari pada orang tuanya sendiri, apalagi dekat dengan Tuhan! Pelayanan Zending juga dilihat dari pelayanan  musik dan ibadah disetiap gereja. Puji Tuhan, gereja kita saat ini sudah mempunyai alat musik yang baik untuk mengiringi ibadah pada minggu. Ibadah akan lebih baik bila kita memuji Tuhan dengan benar melalui tuntunan alat musik yang benar juga. Di distrik kita ini juga akan ada pelatihan musik dan song leader pada awal April nanti. Marilah kita dukung dan doakan, serta apabila kita dapat mengikutinya sungguh sangat baik.

Dalam khotbah ibu kadep menjelaskan bahwa Tuhan Yesus adalah batu penjuru yang tertulis di Mazmur 118:22-28. Orang-orang percaya berdiri diatas batu penjuru dan selalu mengarah hanya pada Tuhan Yesus saja. Jika kita perhatikan dengan jelas bahwa pada ayat 23, kedatangan Yesus ke dunia ini diyakini sebuah perbuatan ajaib dimata kita yaitu Yesus diberikan untuk menjadi korban untuk menebus umat manusia. Yesus sangat berharga bagi umat yang percaya termasuk kita saat ini. Hal itu menggambarkan betapa pentingnya batu penjuru di dalam kehidupan orang percaya, sebab Dia yang memberikan keselamatan bagi umat yang percaya. Untuk itu, ada beberapa hal yang mau disampaikan pada minggu ini, yaitu:

  1. Tema dan topic minggu kita hari ini bahwa saya akan selalu fokus pada Allah. artinya adalah hidup orang percaya tetap mengakui bahwa Yesus adalah batu penjuru kita. Meskipun ada banyak penolakan akan kehadiranNya. Semuanya harus kita syukuri atas kasih karunia Yesus.
  2. Teks ini mengharapkan kita agar mau mengintropeksi diri atas persekutuan kita dengan Allah. Kita bisa melihat di teks epistel juga hanya ada satu yang memilik kebun anggur dan tugas dikebun diberikan kepada para petugas kebun. Tanpa sadar kita juga sering seperti tukang kebun anggur yang mau menugaskan dan menyiksa yang diutus oleh Allah dan merampas kebun anggur.
  3. Siapakah pemilik kehidupan kita? Tentu hanya Yesus saja dan Dialah yang menjadi batu penjuru di dalam kehidupan kita. Untuk itu marilah hanya taat kepada Tuhan Yesus sebagai batu penjuru dalam kehidupan kita saat ini dan sampai selama-lamanya.

Setelah ibadah minggu selesai, ibu kadep dijamu oleh parhalado HKBP Aek Bontar di rumah ibu sintua boru Sijabat. Sembari makan bersama semua parhalado mengajak berdiskusi seputaran pelayanan, secara khusus akan pergumulan mereka di tengah-tengah jemaat. Salah satu pembahasan akan RPP HKBP. Jemaat yang akan dijatuhkan atau dikenakan RPP terlebih dahulu diperjelas informasi dan keabsaan infomasi yang sedang beredar ditengah-tengah jemaat saat ini. Melalui peristiwa itu, parhalado harus hati-hati dalam memahami satu masalah atau pergumulan jemaat agar tidak salah membuat keputusan. Satu hal yang penting juga yaitu selalu berkomunikasi dengan pimpinan Ressort yaitu Pdt. Nortima Hutasoit. Persekutuan itu terus berjalan dengan hangat hingga waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 wib, akhirnya rombongan ibu kadep dan pendeta resort kembali pulang untuk melanjutkan pelayanan berikutnya. Sebelum pulang, ibu kadep mendoakan parhalado, jemaat dan pelayanan di HKBP Aek Bontar agar selalu dikuatkan, dituntun oleh Tuhan dan diberkati oleh Tuhan. Kiranya pelayanan di HKBP Aek Bontar dapat berjalan dengan baik dan semakin maju kedepannya.

 

 

 

 

 

comments

Leave a Reply

Pustaka Digital