"Jadi diboto saluhut halak Jahudi ma i ro di halak Gorik na maringanan di huta Epesus, gabe songgop ma biar tu rohanasida saluhut, jadi tongam ma goar ni Tuhan Jesus.

Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Jahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyurlah nama Tuhan Yesus."

Ulaon ni apostel 19: 17

MELAYANI IBADAH MINGGU HKBP PAGARAN NAULI, EPHORUS TEGASKAN TUHAN BERIKAN KUASA KEPADA UMATNYA

Medan 20 Januari 2019, Pimpinan HKBP Ompu i Ephorus Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing melayani Ibadah Minggu Pagi HKBP Pagaran Nauli Ressort Medan Millenium Distrik X Medan Aceh. Turut melayani Pendeta HKBP Ressort Medan Millenium Pdt. Firma Batubara sebagai Liturgist, dan para sintua yang mengambil peran pelayanan seperti biasanya.

HKBP Pagaran Nauli ini mengadakan ibadah minggu di Lantai 1 Wisma Taman Sari Medan, sehubungan gereja sedang dalam proses pembangunan dengan tiga lantai. Menurut info dari seorang St. Hutabarat, direncanakan di bulan Maret ini ibadah akan kembali diadakan di gereja. Ibadah Minggu yang menggunakan bahasa Indonesia ini diikuti oleh jemaat yang didominasi remaja – pemuda/i dan keluarga muda yang diperkirakan mencapai sekitar 800 orang. Jumlah jemaat yang mengikuti ibadah pagi ini semakin bertambah banyak, selain dikarenakan diadakan pendekatan pelayanan musik, juga dikarenakan banyaknya para mahasiswa/i dan pekerja baru, tutur Pdt. Firma Batubara.

Ompu i Ephorus menyampaikan Firman dari Markus 1: 21 – 28 yang menekankan sesungguhnya Tuhan telah memberikan kuasa kepada orang percaya. Dalam pelayanannya, Yesus menyembuhkan yang sakit selalu disertai dengan pernyataan singkat dan jelas, imanmu telah menyembuhkanmu. Karena mereka itu datang dengan keyakinan, ada banyak contoh di dalam Alkitab, misalnya Yairus yang datang dengan keyakinan, demikian dengan kepala serdadu berkata kepada Yesus – ada anak buahnya yang sakit – dan dia mengatakan kepada Yesus, “Engkau tidak perlu datang tetapi cukuplah Engkau katakan anak buah saya itu sembuh dan pasti akan sembuh”, demikian perempuan yang sudah bertahun – tahun mengalami pendarahan ketika dia mengatakan hanya menyentuh jubahNya pun maka saya akan sembuh, saat itu Yesus melihat kalau ada seorang perempuan memegang jubahnya, dan Yesus juga mengatakan “imanmulah yang menyembuhkanmu”. Itu masih beberapa peristiwa tentang penyembuhan penyakit jasmani, kata Ompu i.

Yesus juga bersedia dan mau menyembuhkan penyakit rohani. Penyakit rohani itu berawal dari tindakan Iblis. Menurut Firman, pantaslah orang – orang yang ada saat itu heran, karena orang yang dihinggapi roh jahat itu mengenal Yesus. Roh jahat itu mengatakan “apa urusanMu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang kudus dari Allah”. Ketika Yesus berpuasa, Iblis datang dan mencobaiNya dan itu gagal. Yesus menghardik dan mengusir Iblis yang datang menggodaNya. Apa rahasianya melawan Iblis supaya kita menang? Kalau kita bandingkan godaan yang dihadapi Hawa, kalimat yang dikatakan Iblis kepada Hawa sangat realistis dan masuk akal. Sehingga Hawa pun telah mengawali percakapan dengan Iblis. Iblis juga membuka dialog, ketika Yesus lapar dan haus, Iblis mengatakan, kalau benar Engkau anak Allah, jadikanlah batu ini menjadi roti. Yesus memotong pembicaraan dengan menjawab tegas, manusia hidup tidak hanya dari roti tetapi dari Firman Tuhan. Bahkan sampai ketiga kalinya, kalau Engkau benar anak Allah, semua yang Engkau lihat ini akan kuberikan kepadamu asal engkau menyembah aku. Tetapi Yesus mengusir Iblis, pergilah hai Iblis, hanya Allah lah yang patut disembah, pungkas Ompu i.

Jangan lakukan dialog, jangan mau berbicara bertele – tele dengan Iblis, jangan mau berkompromi, jangan mau berdiskusi dengan Iblis. Saudara/i, Tuhan sudah memberikan kuasa kepada kita untuk menolak dan mengusir roh – roh jahat. Kapan itu kita terima? Yaitu ketika kita dibaptis. Karena memang ketika kita dibaptis, kita menerima berkat “sai dipasupasu Debata ma ho di habobongotmon di harajaonNa ro di salelengnilelengna”. Kita sudah berada di dalam lingkungan kerajaan Allah. Kerajaan Allah hadir di tengah – tengah dunia ini. Karena kita masih di dunia ini, itu sebabnya kita diteguhkan di dalam menyaksikan iman (naik sidi), kita menerima berkat “sai didongani Debata ma ho maralohon na sa na jat, jala mangulahon nasa na denggan”. Ada Tuhan bersama dengan kita. Jangan katakan ketika kita berdosa langsung menyalahkan Iblis, selalu ada jawaban ketika sudah bersalah “karena kita masih manusia, kita masih orang biasa”, tetapi Tuhan telah meneguhkanmu dan memberkatimu. Apalagi di dalam Perjamuan Kudus, tegas menjelaskan kepada kita, kita di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita. Memang inilah yang sering kita pergumulkan, kalau saya melihat jangan – jangan ada kecenderungan atau bahkan terlalu mudah manusia ini mengkambinghitamkan Iblis. Selalu ada kata “ai sibolisi do mangaelaela au”. Padahal dia beserta dengan Tuhan dan Tuhan beserta dengannya. Jangan – jangan kalau Iblis ditanya, kenapa kau selalu menggoda kami manusia? Bisa saja Iblis menjawab, loh kenapa kami disalahkan. Kami saja heran melihat kalian manusia itu. Kami aja saling membantu, tetapi kalian bagaimana? Kalian justru saling menjatuhkan, saling melemahkan, tanpa kami berbuat pun kalian sudah berdosa. Yesus dengan tegas mengatakan kepada roh jahat itu “Diam, keluarlah dari padanya!”, tidak ada kompromi dan tidak ada kesepakatan.

 

Sebenarnya ada kekuatan yang dimiliki Yesus itu juga telah diberikan kepada kita. Tuhan sudah besama – sama dengan kita, Immanuel. Hidup kita semua ada di dalam Tuhan, dimanapun kita berada, kemanapun kita, Tuhan beserta dengan kita. Firman mengatakan kalau dunia selalu berupaya bertentangan dengan Tuhan, sehingga dimanapun dan kapanpun bahkan kemanapun kita, sering kita mengalami godaan dan hasutan. Untuk itulah saudara/i, ketika kita belajar, ketika kita belanja, ketika kita bekerja, ketika kita di keluarga, yakin dan percayalah, Tuhan besertamu, Kristus ada di dalam diri kita. Paulus juga menegaskan itu di dalam suratnya, Roma 10: 13, Paulus mengingatkan kita, ketika kita menghadapi sesuatu, Paulus berkata “barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan”, karena itu, berserulah kepada namaNya, panggillah namaNya, serukanlah namaNya di dalam hidupmu, maka Tuhan senantiasa beserta engkau. Bila engkau memanggil namaNya, maka kita diberkati Tuhan. Tuhan menyertai engkau dan kita semua, demikian kutipan khotbah Ompu i.

Usai ibadah, Ompu i Ephorus HKBP didampingi Pendeta Ressort Medan Millenium menyapa dan memberangkatkan jemaat dengan bersalaman di pintu utama ruang ibadah. Selanjutnya, Ompu i Ephorus juga akan melayani ibadah minggu siang dengan menggunakan bahasa batak. Penulis, Pdt. Alter Pernando Siahaan

 

 

comments

Leave a Reply