HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN

PEARAJA (23/2) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST., menekankan makna puasa sebagai instrumen pengendalian diri dan penguatan karakter bangsa. Fokus utama dari refleksi ini adalah transformasi spiritual di mana penyangkalan diri melatih kepekaan jiwa terhadap kehendak Tuhan, sekaligus menumbuhkan empati tulus di tengah keberagaman. Melalui sikap saling menghargai terhadap perbedaan keyakinan dan aturan agama, gereja mendorong terciptanya jembatan persaudaraan yang kokoh bagi seluruh warga negara. Sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal konsumsi, menjadi fondasi utama bagi kerukunan dan kedamaian nasional. Dengan mengedepankan kesantunan, jemaat diajak untuk memusatkan energi pada pembangunan kebajikan dan kemajuan negara. Nilai-nilai toleransi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi masyarakat untuk hidup rukun dan saling mendukung dalam menjalankan kewajiban agama masing-masing secara bermartabat demi masa depan bangsa yang lebih baik.

LINTONGNIHUTA (22/2) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST., memimpin ibadah penuh sukacita di HKBP Sigompul untuk memperkuat keteguhan iman jemaat di tengah ketidakpastian dunia. Fokus pesan rohani “Jangan Takut” menekankan bahwa janji Tuhan adalah kekuatan utama yang menopang kehidupan umat. Kunjungan ini mengapresiasi tingginya tingkat kehadiran jemaat, yang mencerminkan kesetiaan spiritual yang luar biasa di atas rata-rata. Apresiasi khusus diberikan kepada warga jemaat yang mayoritas bekerja sebagai petani atas ketekunan mereka mengolah tanah dengan doa. Melalui sinergi antara kerja keras dan iman, gereja mendorong jemaat untuk terus melihat pemeliharaan Tuhan dalam setiap hasil bumi yang menghidupi keluarga. Pertemuan ini bertujuan memastikan para pelayan dan jemaat lokal tetap dikuatkan dalam pengharapan serta dilimpahi damai sejahtera Kristus dalam setiap pengabdian mereka.

PANGURURAN (22/2) – Perjalanan pelayanan dan kebersamaan para istri pelayan fulltimer (Pardihuta) HKBP Distrik V Sumatera Timur di Samosir menjadi momentum penguatan relasi sekaligus pendalaman teologis. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat ikatan persaudaraan sesama istri pelayan melalui interaksi langsung, pertukaran pengalaman hidup, dan kegiatan kolektif yang menyegarkan semangat pengabdian. Kehadiran Praeses Pdt. Maurixon Sitorus (A.A.Z. Sihite) beserta Inang memberikan dukungan moral yang besar bagi komunitas ini dalam menjalankan peran strategis mereka sebagai pendamping pelayan gereja. Fokus utama kegiatan ini terangkum dalam pesan rohani yang mendalam mengenai makna puasa Kristen yang sejati, yakni bertransformasi dari sekadar tindakan lahiriah menjadi aksi nyata melawan kejahatan dan keserakahan yang memicu krisis ekologis serta ekonomi. Jemaat diajak untuk lebih mengutamakan pembangunan “jembatan” persaudaraan daripada “tembok” pemisah, guna menciptakan rekonsiliasi oikumenis yang berdampak luas. Melalui perpaduan antara refleksi iman dan keceriaan bersama, kegiatan ini berhasil merevitalisasi energi para Pardihuta agar kembali siap melayani dengan hati yang gembira dan komitmen yang lebih kokoh di tempat tugas masing-masing.

TARUTUNG (22/2) – Generasi muda HKBP berkumpul dalam Kebaktian Kebangunan Iman (KKI) yang diselenggarakan di Sopo Partungkoan, Tarutung, untuk memperkuat landasan etika dan spiritual. Mengusung tema “Bijaksana dalam Pergaulan” (Amsal 13:20), kegiatan ini bertujuan membekali remaja dan pemuda agar mampu menavigasi pengaruh sosial di era modern dengan prinsip iman yang teguh. Melalui bimbingan rohani yang dipimpin oleh Praeses HKBP Distrik II Silindung, Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div, para peserta diajak untuk menjadi pribadi yang membawa dampak positif di lingkungan mereka. Kehadiran Amang Kadep Marturia, Pdt. Bernard Manik, M.Th, bersama Pdt. Daniel Napitupulu dan Tim dari HKBP Pearaja, memperkaya program ini dengan pendekatan pelayanan yang relevan bagi kaum muda. Dukungan dari tokoh masyarakat, termasuk Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menunjukkan adanya sinergi dalam membina karakter generasi penerus. Fokus utama dari perhelatan ini adalah menciptakan komunitas pemuda yang tidak hanya cerdas secara sosial, tetapi juga memiliki kedalaman iman sebagai kompas dalam pergaulan sehari-hari.

JAKARTA (22/2) – HKBP Cakung memulai persiapan agenda besar tahun 2026 dengan melantik Panitia Pesta Ulang Tahun dan Pesta Huria dalam ibadah Minggu. Pelantikan ini bertujuan untuk membentuk tim kerja yang solid dan terorganisir guna mengelola seluruh rangkaian perayaan yang akan melibatkan seluruh jemaat. Dengan terbentuknya kepanitiaan ini, gereja memastikan bahwa manajemen kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, memiliki penanggung jawab yang jelas demi kelancaran pelayanan dan kebersamaan di lingkungan HKBP Cakung. Fokus utama panitia yang baru dilantik adalah mengonsolidasikan potensi jemaat serta menyusun langkah strategis dalam penggalangan daya dan dana. Tugas ini sangat krusial sebagai motor penggerak untuk menyukseskan perayaan ulang tahun gereja sekaligus pesta huria yang menjadi momentum penguatan persekutuan. Melalui sinergi antar-seksi dalam panitia, diharapkan seluruh program yang dirancang dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan iman serta kekompakan jemaat sepanjang tahun 2026.

BITUNG (22/2) – HKBP Bitung, Resort Bitung, sukses menyelenggarakan Rapat Huria dengan landasan teologis “Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” berdasarkan Ulangan 6:4-9. Pertemuan strategis ini menitikberatkan pada penyelarasan tata kelola keuangan gereja melalui evaluasi mendalam terhadap capaian anggaran belanja tahun 2025 serta penyusunan rencana anggaran tahun 2026. Fokus evaluasi ini bertujuan untuk memastikan setiap alokasi dana telah digunakan secara tepat sasaran dalam mendukung penguatan iman jemaat di lingkup keluarga sebagai unit terkecil gereja. Dalam pembahasan rencana anggaran 2026, rapat merumuskan prioritas program yang lebih efektif agar seluruh kebutuhan pelayanan dapat terpenuhi secara akuntabel. Melalui transparansi pengelolaan dana ini, HKBP Bitung berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih terukur dan berkelanjutan. Penjabaran anggaran yang matang ini diharapkan menjadi mesin penggerak dalam mewujudkan transformasi pelayanan yang nyata, selaras dengan visi pengajaran iman yang kuat bagi seluruh jemaat Bitung di tahun mendatang.

BEKASI (22/2) – HKBP VIP mengukuhkan komitmen pelayanannya melalui pelantikan Panitia Pesta Huria Tahun 2026 dalam ibadah Minggu yang berlangsung khidmat. Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Pendeta HKBP Resort Jakasampurna, Pdt. Lawinner Hutagaol, menjadi tanda dimulainya tanggung jawab kolektif panitia untuk menyelenggarakan rangkaian kegiatan gereja sepanjang tahun. Penugasan ini bertujuan untuk memastikan setiap agenda besar jemaat dapat terkelola dengan manajemen yang baik dan semangat kebersamaan yang kuat di bawah koordinasi ketua panitia, Dimpu Gultom. Fokus utama panitia yang baru dilantik ini adalah menggerakkan partisipasi aktif seluruh jemaat dalam mensukseskan program-program tahunan yang telah direncanakan. Kehadiran panitia khusus ini sangat krusial sebagai motor penggerak untuk mengonsolidasikan sumber daya, baik tenaga maupun dana, demi kelancaran kegiatan peribadahan dan persekutuan. Dengan dimulainya masa tugas ini, diharapkan seluruh rencana pelayanan HKBP VIP tahun 2026 dapat berjalan sesuai target dan memberikan dampak pertumbuhan iman yang nyata bagi seluruh jemaat.

LOBUGALA (22/2) – Pimpinan HKBP Resort Lontung bersama jajaran Parhalado melaksanakan pelayanan ibadah di jemaat cabang (Pagaran) terjauh, HKBP Lobugala, sebagai bentuk penguatan pelayanan hingga ke pelosok. Kehadiran tim resort ini bertujuan untuk memastikan pendampingan spiritual yang merata bagi seluruh jemaat. Usai ibadah, agenda dilanjutkan dengan pertemuan strategis guna mematangkan rencana kerja dan alokasi anggaran tahun 2026, yang dirancang untuk mendukung efektivitas program pelayanan di tingkat lokal. Fokus pembahasan juga diarahkan pada persiapan teknis pembangunan fisik dan rencana besar menyambut Jubileum 100 Tahun HKBP Lobugala yang dijadwalkan pada pertengahan 2027. Sinergi antara Resort dan jemaat lokal ini memastikan seluruh tahapan persiapan menuju perayaan seabad gereja berjalan terstruktur, mulai dari penggalangan sumber daya hingga pembenahan infrastruktur. Melalui koordinasi yang intensif ini, HKBP Lobugala diharapkan semakin siap dalam menyongsong momentum bersejarah tersebut dengan semangat kebersamaan yang kokoh.

MUARA BUNGO (22/2) – HKBP Muara Bungo menunjukkan komitmen nyata dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pemberian apresiasi bagi generasi muda yang berprestasi dan bertalenta. Langkah ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak jemaat, mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi, agar terus memacu kualitas diri baik di bidang akademik maupun non-akademik. Dengan memberikan penghargaan kepada siswa peringkat unggul dan mahasiswa dengan IPK di atas 3,50, gereja berperan aktif dalam menciptakan iklim kompetisi yang positif di lingkungan internal. Dukungan gereja juga menyentuh aspek bakat khusus, seperti prestasi olahraga bela diri karate yang telah mencapai level antarprovinsi. Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk investasi spiritual dan mental, di mana gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga rumah yang menghargai setiap kerja keras dan talenta anak-anaknya. Melalui konsistensi perhatian ini, HKBP Muara Bungo berharap dapat mencetak generasi yang tangguh dan berprestasi, yang ke depannya akan menjadi pilar-pilar pelayan gereja dan masyarakat yang membanggakan.

SAMOSIR (22/2) – Semangat persekutuan lintas wilayah terwujud melalui kunjungan penginjilan (Evangelisasi) Koor Ama HKBP Sentosa ke sejumlah gereja HKBP di Pulau Samosir. Kehadiran rombongan ini menjadi sarana penguatan iman melalui kesaksian pujian yang dibawakan dalam ibadah bersama. Sambutan penuh sukacita dari jemaat setempat mencerminkan kuatnya ikatan persaudaraan antar-resort, yang bertujuan untuk saling memotivasi dan menghidupkan kembali gairah pelayanan kaum bapak di lingkungan HKBP. Kegiatan ini menitikberatkan pada pembangunan relasi spiritual yang lebih erat melalui pertukaran pengalaman pelayanan di mimbar maupun dalam ramah tamah setelah ibadah. Dengan membawa pujian yang membangkitkan semangat, Koor Ama HKBP Sentosa berperan dalam menyebarkan pesan damai dan penguatan bagi jemaat yang dikunjungi. Dampak positif dari pertemuan ini diharapkan mampu mendorong jemaat lokal untuk semakin aktif dalam bersekutu, serta memperkokoh peran kaum laki-laki sebagai tiang doa dalam keluarga dan gereja.

LEMBANG (22/2) – Perayaan ulang tahun ke-22 HKBP Lembang menjadi momentum refleksi mendalam bagi jemaat untuk memperkuat komitmen pelayanan di masa depan. Di balik kesederhanaan acaranya, kegiatan ini berhasil menyatukan seluruh elemen gereja dalam satu semangat untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan. Kehadiran tokoh senior seperti St. SPH Marbun menjadi inspirasi bagi generasi muda jemaat, menegaskan bahwa dedikasi terhadap gereja adalah bentuk kesetiaan seumur hidup yang melampaui batas usia. Fokus utama dari peringatan ini adalah membangun kesadaran kolektif untuk memulai tahap pembenahan internal di berbagai lini. Jemaat diajak untuk terlibat aktif dalam pertumbuhan iman dan organisasi, memastikan HKBP Lembang terus bertransformasi menjadi tempat persekutuan yang lebih baik. Melalui dukungan doa dan ketulusan hati para pelayan, perayaan ini menjadi langkah awal yang solid untuk mewujudkan gereja yang mandiri, bertumbuh, dan semakin dicintai oleh jemaatnya dari generasi ke generasi.

MEDAN (22/2) – HKBP Koserna mematangkan arah pelayanan satu tahun ke depan melalui Rapat Huria yang berlangsung dinamis di Medan. Pertemuan ini menitikberatkan pada penyelarasan rencana kerja dengan alokasi anggaran tahun 2026, guna memastikan setiap program kategorial dan seksi memiliki dukungan finansial yang efektif. Partisipasi aktif seluruh peserta rapat menjadi kunci dalam menetapkan prioritas kegiatan yang paling berdampak bagi penguatan iman dan kesejahteraan jemaat di tengah tantangan perkotaan. Fokus utama pembahasan diarahkan pada efisiensi pemanfaatan dana gereja agar setiap rupiah yang dikelola mampu menopang aksi pelayanan yang nyata, baik di bidang peribadahan maupun sosial. Melalui diskusi yang mendalam, rapat ini berhasil merumuskan target capaian tahunan yang lebih terukur, sehingga HKBP Koserna memiliki panduan operasional yang kuat untuk menjalankan misi gereja secara transparan dan akuntabel sepanjang tahun 2026.

TARUTUNG (22/2) – Perayaan ulang tahun ke-141 HKBP Partali Toruan menjadi titik balik penguatan iman sekaligus percepatan penyelesaian sarana fisik gereja. Melalui Ibadah Minggu Invocavit yang dilayani oleh Praeses Pdt. Donald Sianturi dan Kadep Marturia Pdt. Bernard Manik, jemaat diajak untuk memaknai kematagan usia gereja sebagai dorongan untuk semakin giat dalam pelayanan yang nyata. Kehadiran pimpinan daerah, Bupati Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, mempertegas pentingnya kolaborasi strategis antara gereja dan pemerintah dalam membangun kesejahteraan spiritual masyarakat. Dukungan konkret berupa bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara serta partisipasi aktif dalam lelang pembangunan memastikan keberlanjutan proyek fisik gereja yang sedang berjalan. Momen ini berhasil mengonsolidasikan komitmen seluruh jemaat dan mitra pelayanan untuk memastikan HKBP Partali Toruan memiliki fasilitas yang layak demi mendukung kualitas ibadah generasi mendatang. Melalui semangat kebersamaan ini, gereja tidak hanya merayakan sejarah panjangnya, tetapi juga mengukuhkan kesiapannya sebagai pusat pertumbuhan iman yang tangguh di Silindung.

BOGOR (22/2) – HKBP Distrik XIX Bekasi resmi memberangkatkan HKBP Resort Marsada Gunung Putri ke wilayah pelayanan HKBP Distrik XXVIII DEBOSKAB. Langkah administratif ini, berdasarkan SK Ompui Ephorus, bertujuan mengoptimalkan koordinasi dan jangkauan pelayanan di wilayah Bogor. Momen strategis ini juga ditandai dengan penyerahan dua bidang tanah bersertifikat kepada HKBP Gunung Putri (Resort Paulus Depok) sebagai bentuk dukungan kemandirian sarana ibadah. Sinergi ini memastikan kepastian aset dan memperkuat struktur organisasi antardistrik. Dalam ibadah penguatan, ditekankan bahwa transisi ini adalah momentum pertumbuhan iman agar jemaat semakin teguh dan berdampak nyata di tempat pelayanan yang baru.

SERANG (22/2) – Suasana penuh kehangatan mewarnai ibadah Minggu di HKBP Resort Serang dengan kehadiran tamu istimewa, Koor Ama HKBP Mampang Prapatan, Distrik VIII Jakarta. Kunjungan yang dipimpin oleh Pdt. Robert Pandiangan (Mantan Praeses Distrik XXI Banten) bersama Inang br. Purba ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan antar-resort. Kehadiran rombongan dari Jakarta tersebut tidak hanya memperkaya suasana ibadah melalui persembahan pujian, tetapi juga memperkokoh jejaring persekutuan di lingkup pelayanan HKBP. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang reuni emosional bagi jemaat perempuan, khususnya Inang br. Purba yang memiliki sejarah pelayanan bersama sebagai anggota PHD Ina Kamis HKBP Serang. Perjumpaan ini dimaknai sebagai penguatan bagi pelayanan kategori perempuan (Ina) dalam menjaga kesinambungan relasi dan semangat melayani meskipun terpisah jarak tugas. Sinergi lintas distrik ini diharapkan terus menginspirasi jemaat dalam membangun persekutuan yang saling menopang dan menghidupkan semangat kebersamaan di setiap lini pelayanan.

PEKANBARU (22/2) – HKBP Resort Estomihi, Distrik XXII Riau, telah melaksanakan ibadah Pesta Bona Taon sekaligus peluncuran resmi Orientasi Pelayanan HKBP Tahun 2026 pada Minggu, 22 Februari 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Praeses HKBP Distrik XXII Riau, Pdt. Hardy B. Lumbantobing, M.Th. Peresmian orientasi ini menandai dimulainya pelaksanaan seluruh program pelayanan gereja untuk satu tahun kedepan, yang bertujuan untuk menyelaraskan gerak pelayanan di tingkat Resort dengan visi besar Distrik dan Pusat di tahun 2026.

PAHAE (22/2) – Semangat kebersamaan dan sukacita rohani menyelimuti ibadah Minggu di HKBP Sibaganding yang dipimpin oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga. Kehadiran pimpinan dari Kantor Pusat ini menjadi momentum penguatan iman bagi jemaat yang dikenal sangat kompak dan ramah dalam pelayanan. Ibadah yang berlangsung penuh antusiasme tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam merawat persekutuan yang hidup di tengah-tengah jemaat lokal. Sambutan hangat dari jemaat yang dipimpin oleh Pdt. Tony Lumbantoruan, M.Th., mencerminkan kentalnya nilai-nilai persaudaraan di Pahae. Kunjungan ini bukan sekadar tugas gerejawi, melainkan bentuk apresiasi terhadap kekompakan jemaat dalam memajukan pelayanan. Melalui pertemuan ini, HKBP Sibaganding diharapkan terus menjadi saksi kasih yang membawa berkat bagi lingkungan sekitar, sekaligus memperkokoh kesatuan hati dalam seluruh lini pelayanan HKBP.

PEKANBARU (22/2) – Perlindungan kesehatan reproduksi perempuan menjadi fokus utama HKBP Sei Sibam melalui aksi nyata penyuluhan dan pemeriksaan dini kanker serviks. Kegiatan preventif ini bertujuan menyelamatkan jiwa melalui deteksi awal dan edukasi mendalam mengenai bahaya infeksi HPV. Pdt. Firstman Tambunan menegaskan bahwa gereja memiliki tanggung jawab besar tidak hanya dalam pembinaan rohani, tetapi juga dalam memastikan kesejahteraan fisik jemaatnya agar terhindar dari risiko penyakit mematikan sejak dini. Bekerja sama dengan Puskesmas Simpang Baru, pemeriksaan rutin seperti tes IVA menjadi langkah strategis untuk memutus rantai kanker serviks yang sering kali muncul tanpa gejala awal. Selain pemeriksaan medis, para peserta dibekali pemahaman mengenai pola hidup sehat dan pentingnya vaksinasi. Sinergi ini membuktikan bahwa gereja hadir sebagai pusat transformasi yang peduli terhadap kualitas hidup masyarakat, memberikan rasa aman dan harapan bagi kaum perempuan di wilayah Binawidya.

PERBULAN (22/2) – Kekuatan doa dan keyakinan akan penyertaan Tuhan menjadi inti pesan yang menguatkan jemaat HKBP Immanuel Perbulan dalam kunjungan pastoral Praeses HKBP Distrik XII Tanah Alas, Pdt. Bikwai H. Simanjuntak, M.Th. Beliau menekankan bahwa kedekatan spiritual dengan Allah adalah fondasi utama bagi setiap orang percaya untuk tetap teguh berdiri di tengah berbagai pergumulan hidup. Pesan ini bukan sekadar khotbah, melainkan ajakan bagi jemaat untuk menjadikan doa sebagai nafas kehidupan sehari-hari. Pendampingan rohani yang intensif ini menjadi sangat bermakna bagi gereja yang dipimpin St. E. Manurung tersebut. Meski secara kuantitas masih berjumlah 26 KK sejak diresmikan menjadi huria na gok pada 2021, kehadiran Praeses di Resort Estomihi Bandar Purba ini menegaskan bahwa pertumbuhan iman tidak dibatasi oleh angka. Melalui kunjungan ini, jemaat didorong untuk terus bertumbuh dalam pelayanan dan ketaatan, memastikan setiap keluarga tetap kokoh dalam kasih Tuhan di era yang penuh tantangan ini.

BOGOR (21/2) – HKBP Resort Kramatjati memperkuat kualitas kepemimpinan pelayan gereja melalui Pembekalan Parhalado (Sintua) bertema “Sukarela dan Pengabdian Diri” yang berlangsung di Kinasih Resort, Bogor, 19–21 Februari 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah menginternalisasi semangat TOTAMA (Topot, Tangihon, Tangianghonma), sebuah komitmen bagi para pelayan untuk setia mengunjungi, mendengar, dan mendoakan jemaat dengan ketulusan hati. Melalui bimbingan Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, pembekalan ini bertujuan memastikan setiap pelayan memiliki integritas dan kerendahan hati dalam menggembalakan umat sesuai kehendak Allah. Selain aspek spiritual, para peserta dibekali kemampuan pemberdayaan diri dan strategi pelayanan di era digital agar tetap relevan dengan dinamika jemaat masa kini. Materi psikologi dan diskusi strategis dirancang untuk membangun ketahanan mental serta optimalisasi teknologi dalam komunikasi pelayanan. Sinergi antara pemahaman teologis dan kecakapan praktis ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program kerja gereja tahun 2026, sehingga kehadiran para pelayan benar-benar dirasakan sebagai saluran berkat yang nyata dan profesional bagi seluruh jemaat.

TANGERANG (21/2) – Peningkatan efisiensi dan jangkauan pelayanan menjadi fokus utama HKBP Distrik XXI Banten melalui pembentukan Tim Optimalisasi Pelayanan. Dalam pertemuan strategis yang dipimpin Praeses Pdt. Sumihar Sinaga, M.Th., D.Min., substansi pembahasan dititikberatkan pada penguatan infrastruktur pelayanan melalui rencana relokasi Kantor Distrik dan penyediaan rumah singgah pimpinan di wilayah Tangerang. Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas pelayanan semakin cepat dan kehadiran gereja di tengah jemaat menjadi lebih inklusif serta responsif terhadap kebutuhan di lapangan. Kehadiran tim yang diketuai oleh Bapak Amin P. Napitupulu, S.H., M.H., ini memiliki kegunaan vital dalam merancang strategi jangka pendek dan panjang guna menjawab tantangan pelayanan di wilayah Banten yang dinamis. Melalui kajian relokasi yang matang, Distrik XXI berupaya menciptakan pusat koordinasi yang lebih aksesibel bagi seluruh jemaat. Dengan visi optimalisasi ini, gereja tidak hanya memperbarui fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat sistem manajemen pelayanan yang lebih profesional demi pertumbuhan iman dan kesejahteraan seluruh warga jemaat di masa depan.

TARUTUNG (21/2) – Di tengah duka akibat musibah kebakaran yang menimpa keluarga Nainggolan/br. Hutasoit, Gereja hadir membawa pesan pengharapan yang kuat. Praeses HKBP Distrik II Silindung, Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div, melaksanakan kunjungan pastoral ke HKBP Simarpinggan, Resort Hutaraja Dolok, untuk memastikan jemaat yang sedang dalam kesesakan tidak merasa berjalan sendirian. Inti dari kunjungan ini adalah penguatan iman dan peneguhan jiwa, agar keluarga yang terdampak tetap mampu berdiri teguh di atas pondasi pengharapan kepada Tuhan meskipun sedang mengalami kehilangan materil yang besar. Sebagai wujud nyata solidaritas, Praeses memberikan Boras Si Pir Ni Tondi sebagai simbol penguatan jiwa dalam tradisi spiritualitas Batak, serta menyerahkan bantuan logistik berupa sembako dan perlengkapan dapur. Aksi ini menunjukkan peran gereja yang responsif terhadap kebutuhan mendesak umatnya. Melalui doa syafaat dan dukungan nyata ini, HKBP Distrik II Silindung menegaskan komitmennya dalam pelayanan yang menopang, mengubah air mata menjadi ketangguhan, dan memastikan bahwa di tengah puing kebakaran sekalipun, kasih Kristus tetap menjadi sumber pemulihan yang nyata.

PELALAWAN (21/2) – Melalui aksi penanaman pohon, Gereja HKBP Maduma bersama Polres Pelalawan bersinergi mewujudkan kelestarian alam di Pangkalan Kerinci. Kegiatan ini merupakan langkah nyata gereja dalam menjaga ciptaan Tuhan sekaligus mendukung program Green Policing untuk penghijauan lingkungan. Pdt. Budianto Sianturi menekankan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk komitmen kolektif demi masa depan generasi mendatang. Sinergi lintas sektor yang dihadiri Kapolres Pelalawan dan perwakilan Kemenag ini tidak hanya bermanfaat bagi ekosistem, tetapi juga mempererat kerukunan antarlembaga. Dengan menghijaukan lahan gereja, HKBP Maduma berharap aksi ini menginspirasi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan, menciptakan ruang publik yang sehat, dan membawa keberkatan bagi lingkungan sekitar melalui komitmen menjaga alam secara berkelanjutan.

SIPANGE (21/2) – Rasa persaudaraan dan kepedulian nyata menjadi inti dari kunjungan kemanusiaan Praeses HKBP Distrik IX Sibolga-Tapteng-Nias ke HKBP Resort Sipange. Kehadiran Praeses bukan sekadar kunjungan formal, melainkan perwujudan kasih gereja melalui penyerahan bantuan “Tali Kasih” bagi jemaat yang terdampak bencana alam. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penyokong beban ekonomi sekaligus pemantik semangat bagi para keluarga jemaat untuk segera bangkit dari masa sulit. Aksi solidaritas ini menegaskan peran HKBP yang tidak hanya hadir secara spiritual di dalam gereja, tetapi juga hadir secara sosial di tengah penderitaan jemaatnya. Melalui dukungan moril dan materiil ini, jemaat HKBP Resort Sipange diingatkan bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam menghadapi ujian alam. Semangat saling menopang ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan dan mengokohkan iman jemaat bahwa Tuhan senantiasa menyediakan pertolongan melalui kepedulian sesama saudara seiman.

TANAH JAWA (20/2) – Penguatan sinergi antara gereja dan kepolisian menjadi inti dari kunjungan silaturahmi Praeses HKBP Distrik XXIV Tanah Jawa, Pdt. Tonggo PL Sitompul, M.Th, MM, ke Polsek Tanah Jawa. Pertemuan strategis dengan Kapolsek yang baru, KOMPOL Baruara Manurung, ini difokuskan pada upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif melalui kolaborasi edukatif. Fokus utama diskusi mencakup rencana pemberian bimbingan khusus dari pihak kepolisian kepada para pelayan penuh waktu (fulltimer), jemaat, hingga generasi muda mengenai kesadaran hukum dan keamanan masyarakat. Sinergi ini bertujuan membekali jemaat dengan pemahaman preventif terhadap berbagai gangguan keamanan, sekaligus memperkokoh peran gereja dalam mendukung ketertiban sosial. Melalui langkah “Suwon” atau lapor diri ini, HKBP Distrik XXIV dan Polsek Tanah Jawa berkomitmen membangun kemitraan yang berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menciptakan rasa nyaman dalam beribadah, tetapi juga menjadikan warga gereja sebagai mitra aktif kepolisian dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di wilayah Tanah Jawa.

SIBALANGA (20/2) – Aksi kemanusiaan dan kepedulian nyata menjadi fokus utama dalam penyambutan rombongan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Pemukiman di HKBP Sibalanga, Parsingkaman. Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, bersama Pdt. Absalom Castel Sianipar, mendampingi Deputi Bapak Ronny Hutahaean dalam penyaluran bantuan langsung bagi warga yang terdampak bencana alam. Sinergi antara gereja dan pemerintah ini bertujuan untuk memberikan pemulihan cepat dan dukungan logistik bagi jemaat yang hingga kini masih harus mengungsi di gedung gereja. Kehadiran bantuan ini tidak hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menjadi penguatan moril yang mendalam bagi masyarakat di tengah masa sulit. Gereja HKBP Sibalanga terus berperan aktif sebagai pusat perlindungan dan koordinasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Melalui semangat solidaritas ini, diharapkan proses pemulihan infrastruktur dan pemukiman dapat segera terwujud, seraya tetap mengajak seluruh jemaat untuk saling menopang dalam doa dan tindakan kasih demi pemulihan Sibalanga dan Parsingkaman.

KUTACANE (20/2) – HKBP Distrik XII Tanah Alas menggelar Sermon Distrik Perdana tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Praeses Pdt. Bikwai Simanjuntak, S.Th. Pertemuan rohani ini menghadirkan Pdt. Panca br. Munte, S.Th dan Pdt. Dorcas Pasaribu, S.Th sebagai penyaji, dengan moderasi oleh Pdt. Rut Purba, S.Th. Diikuti sekitar 30 pelayan penuh waktu (fulltimer), pertemuan ini menjadi momentum penguatan pelayanan sekaligus pemaparan strategis mengenai berbagai program kerja yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Melalui diskusi intensif ini, para pelayan dipersiapkan untuk menyelaraskan gerak pelayanan di seluruh distrik demi pencapaian target program tahunan yang lebih efektif dan berdampak bagi jemaat.

LAGUBOTI (19/2) – Panti Karya Hephata Laguboti menerima bantuan dua unit mobil dinas (Toyota Hiace dan Mitsubishi L300) dari keluarga St. HW Hutahaean (Labersa Group) melalui Kantor Pusat HKBP. Kendaraan ini diperuntukkan guna mendukung mobilitas dan kelancaran program pelayanan panti. Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson Hutahaean, M.Th., didampingi jajaran pimpinan HKBP dan Pimpinan Panti Karya Hephata, Diak. Risma Siregar, D.Min. Dalam arahannya, Sekjen HKBP berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta menegaskan komitmen pusat untuk terus membenahi sarana dan prasarana Panti Karya Hephata secara berkelanjutan.

SILANGIT (19/2) – Di sela pemberdayaan Kepala Bidang Koinonia, Marturia, dan Diakonia di Jetun Silangit, HKBP menerima kunjungan mitra Distrik VI Dairi dan Distrik X Medan Aceh dari Distrik An Der Agger, Jerman. Delegasi yang terdiri dari Ibu Beate, Ibu Schield, dan Pdt. Pollmann ini disambut hangat oleh pimpinan tiga departemen HKBP beserta para peserta. Kunjungan ini merupakan implementasi program kemitraan berkelanjutan, dengan fokus utama pada pertukaran pemuda tahunan. Sebagai bentuk apresiasi dan kasih, HKBP memberikan cendera mata berupa Ulos kepada para mitra. Pemberian Ulos ini menjadi simbol doa penyertaan Tuhan bagi perjalanan mereka, sekaligus memperteguh ikatan persaudaraan oikumenis antara HKBP dengan mitra di Jerman.

PEARAJA (19/2) – HKBP mempercepat Transformasi Digital melalui kolaborasi dengan Google yang menyediakan 4.000 akun premium gratis bagi Resort, Distrik, dan pelayan. Fasilitas senilai Rp5,6 miliar per tahun ini mencakup email @hkbp.or.id, penyimpanan 30 GB, serta akses Gemini AI. Sekretaris Jenderal HKBP menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar efisiensi administrasi, melainkan upaya menata komunikasi digital gereja agar lebih profesional. Dengan sistem terpusat, HKBP bertujuan membangun nilai tawar untuk memproteksi generasi muda dari konten negatif di media sosial, sekaligus memperkuat benteng pengajaran iman keluarga terhadap ancaman disinformasi dan ajaran sesat di era digital.

JAKARTA (19/2) – HKBP berkolaborasi dengan PIM Pictures dan BPODT meluncurkan film layar lebar berjudul “Antara Mama, Cinta dan Surga” yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 19 Februari 2026. Film ini mengangkat pergulatan spiritual seorang pemuda Batak bernama Bernard yang memilih menempuh jalan menjadi pendeta di tengah ekspektasi keluarga yang menginginkannya menjadi PNS. Melalui sinema, HKBP berupaya menyampaikan pesan tentang keteguhan iman, panggilan hidup, dan penghormatan terhadap orang tua dalam dinamika budaya modern. Karya sutradara Agustinus Sitorus ini menjadi sarana pengajaran nilai Kristiani yang dikemas secara populer. Film berdurasi 110 menit ini dibintangi oleh Aldy Maldini, Anneth Delliecia, Novia Situmeang, Cok Simbara, dan Dharty Manullang. Inisiatif ini merupakan langkah strategis gereja dalam menjangkau generasi muda melalui media kreatif dan budaya populer.

PEARAJA (19/2) – Menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 H, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST atas nama segenap keluarga besar HKBP menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Pesan persaudaraan ini disampaikan sebagai wujud nyata komitmen HKBP dalam menjaga harmoni dan solidaritas oikumenis di tengah keberagaman bangsa. Melalui ungkapan yang tulus, HKBP mendoakan agar seluruh umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan hati yang ikhlas dan penuh keberkahan. Inisiatif ini mempertegas peran HKBP dalam merawat toleransi beragama dan mempererat tali silaturahmi antarumat beriman demi terciptanya kedamaian di seantero Tanah Air.

SILANGIT (18/2) – Pelaksanaan Pemberdayaan Kepala Bidang Koinonia, Marturia, dan Diakonia se-HKBP resmi dimulai hari ini di Jetun Silangit. Pertemuan strategis yang berlangsung hingga 20 Februari 2026 ini mengumpulkan seluruh Kepala Bidang dari tiap Distrik untuk memperkuat peran mereka di wilayah masing-masing. Melalui panduan khusus dari panitia, para peserta dibagi ke dalam tiga grup bidang untuk saling berbagi program strategis serta merefleksikan berbagai hambatan pelayanan guna mencari solusi bersama bagi pelayanan masa depan. Acara dibuka dengan ibadah bersama dan kata sambutan dari ketiga Kepala Departemen HKBP. Pada sesi utama, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST, menekankan pentingnya pengajaran iman di tengah keluarga sebagai benteng menghadapi lima ancaman besar nasional: kerusakan lingkungan, korupsi, disintegrasi sosial, krisis moral generasi muda (NAPZA), hingga kejahatan siber. Pembekalan ini diharapkan mampu mempertajam arah pelayanan para Kepala Bidang dalam merespons tantangan zaman secara konkret di tingkat Distrik.

SURABAYA (18/2) – Perampungan renovasi Rumah Dinas Praeses di Rungkut menjadi salah satu capaian fisik utama dalam Tahun Transformasi HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur. Proyek yang dimulai sejak November 2025 di bawah pengawasan Panitia Tahun Transformasi ini diresmikan melalui ibadah syukur dan acara “paulak tukang” sebagai bentuk apresiasi kepada pihak kontraktor. Keberhasilan renovasi ini mencerminkan semangat gotong royong jemaat dan menjadi sarana pendukung kelancaran operasional pelayanan di wilayah Indonesia Bagian Timur. Dalam kesempatan tersebut, diberikan pula apresiasi khusus atas dukungan jemaat yang menyediakan hunian sementara bagi keluarga Praeses selama masa pengerjaan berlangsung. Kegiatan ini dihadiri oleh para pelayan penuh waktu regio Jawa Timur, PPD, serta PND. Program renovasi dipimpin oleh Praeses Pdt. Samuel Sitompul, dengan koordinasi teknis oleh Ketua Panitia Alberd Benhard Aritonang bersama tim renovasi, St. AK. Ritonga dan AK Hutahaean.

TARUTUNG (18/2) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST, menyampaikan pesan penggembalaan strategis mengenai eksistensi Kerajaan Allah di tengah krisis global. Meninjau kondisi ekologis Danau Toba, beliau menekankan lima tanda pengharapan: pemeliharaan alam, perjuangan keadilan, ketekunan ibadah jemaat, pertobatan hidup, dan solidaritas kemanusiaan. Refleksi ini menjadi landasan kegiatan penguatan iman bagi warga HKBP dalam menghadapi tantangan moral dan kerusakan lingkungan. Ephorus menegaskan bahwa kehadiran gereja harus menjadi saksi nyata kedaulatan Tuhan melalui aksi kasih dan pemulihan ciptaan. Pesan ini mengajak seluruh jemaat bertransformasi menjadi agen perubahan yang membawa terang di tengah dunia yang sedang rapuh.

JAKARTA (18/2) – Persekutuan Evangelis HKBP Distrik VIII DKI Jakarta melaksanakan kunjungan pelayanan pastoral ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kriminal Umum Kelas I Cipinang. Mengusung tema “Pergilah, Aku Menyertai Kamu” (Matius 28:18-20), kegiatan ini bertujuan memberikan dukungan moral dan penguatan iman bagi warga binaan. Suasana haru mewarnai persekutuan saat para penghuni Lapas mengekspresikan harapan masa depan mereka sebagai momen “pulang ke rumah” untuk memulai hidup baru. Ibadah dan pendampingan ini dipimpin langsung oleh Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan. Melalui aksi ini, gereja menunjukkan peran aktif dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat, memastikan bahwa pesan pengharapan dan penyertaan Tuhan tetap hadir bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

CIPAYUNG (17/2) – Peningkatan kompetensi pengajaran Firman Tuhan dan penanaman karakter Kristiani menjadi fokus utama dalam Pembinaan Guru Sekolah Minggu (GSM) yang digelar di HKBP Resort Cipayung Cilangkap. Kegiatan intensif ini diikuti oleh 26 peserta yang berkomitmen memperkuat kualitas pelayanan bagi generasi muda gereja. Melalui pelatihan ini, para guru dibekali kemampuan pedagogi dan spiritualitas yang relevan guna mencetak generasi yang tangguh secara iman. Program ini mencerminkan semangat kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan masa depan gereja melalui pendidikan anak yang berakar pada Alkitab. Kegiatan ini diselenggarakan di bawah kepemimpinan Pdt. Rudianto Silalahi, M.Div., MA., M.Th., serta mendapat dukungan penuh dan apresiasi dari Kepala Departemen Koinonia HKBP.

PEARAJA (17/2) – Optimalisasi komunikasi digital dan tata kelola teknologi informasi telah membuka peluang besar bagi penguatan operasional gereja melalui penerimaan hibah teknologi dari Microsoft. Dukungan berupa 150 akun Office 365 Pro dan 50 lisensi Windows original ini menjadi langkah maju dalam menata sistem administrasi yang modern. Pemanfaatan platform digital ini juga memungkinkan gereja mengakses sumber donasi global dengan tingkat kecocokan mencapai 70-90%, yang diproyeksikan sebagai solusi strategis untuk mendanai berbagai program pelayanan di tengah tantangan anggaran. Inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian finansial serta memastikan efektivitas pelayanan di seluruh lini organisasi. Pencapaian signifikan ini dikelola langsung oleh Kantor Pusat HKBP melalui Sekretaris Jenderal HKBP bersama tim IT yang terus bergerak mendorong transformasi digital di lingkungan HKBP.

JAKARTA (17/2) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST, menggelar diskusi strategis bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, guna membahas akselerasi kesejahteraan masyarakat di wilayah Bonapasogit. Fokus utama pertemuan ini mencakup pengembangan SDM dan pemulihan ekosistem Danau Toba sebagai aset warisan dunia. Dalam kolaborasi ini, direalisasikan pembangunan 103 unit rumah di Tapanuli Utara bagi keluarga terdampak bencana ekologis. Melalui program rumah subsidi kementerian, HKBP bersinergi menghadirkan solusi tempat tinggal layak bagi rakyat. Upaya ini merupakan langkah nyata gereja dan pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

JAKARTA (16/2) – Peluncuran perdana (Gala Premier) film “Antara Cinta, Mama dan Surga: Bahasa Cinta Nommensen” di XXI menjadi sarana penguatan nilai budaya dan perjalanan batin bagi jemaat. Film ini menyoroti keindahan alam Tapanuli hingga situs sejarah Kantor Pusat HKBP sebagai latar pelayanan yang kuat. Substansi karya ini menekankan pentingnya edukasi, toleransi, dan refleksi kasih terhadap ibu serta pengabdian kepada Tuhan. Selain sebagai tontonan yang menginspirasi, film ini memiliki dimensi pelayanan sosial di mana 10% dari hasil penjualan tiket akan disumbangkan untuk mendukung pelayanan gereja. Acara ini dihadiri oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST, Kepala Departemen Marturia dan Kepala Departemen Diakonia, bersama jajaran pelayan jemaat, para undangan, serta masyarakat luas yang memberikan apresiasi atas karya yang memadukan seni dan misi ini.

SILANGIT (16/2) – Pembinaan intensif selama tiga bulan terhadap Shemma Band, grup musik binaan Kantor Pusat HKBP, kini memasuki tahap siap tampil. Band yang beranggotakan para calon pelayan dari Biro TIK, Biro Jemaat, dan Biro Personalia ini dipersiapkan secara khusus untuk memimpin Ibadah Alternatif di Jetun Silangit setiap hari Minggu. Program ini merupakan terobosan gereja dalam menghadirkan gaya peribadatan yang relevan dan terbuka bagi masyarakat umum serta generasi muda. Melalui kreativitas musik, HKBP berupaya memperluas jangkauan pelayanan spiritual yang lebih inklusif dan dinamis. Inovasi pelayanan ini dipelopori langsung oleh Sekretaris Jenderal HKBP sebagai bagian dari pengembangan kapasitas talenta para calon pelayan di lingkungan Kantor Pusat.

SIBOLGA (16/2) – Upaya pemenuhan hunian layak bagi pegawai gereja dimulai melalui Ibadah Peletakan Batu Pertama pembangunan tiga unit rumah dinas bagi Sekretaris Distrik, Koster, dan Pegawai HKBP Distrik IX Sibolga-Tapteng-Nias. Meski diguyur hujan deras, kegiatan tetap berlangsung khidmat sebagai simbol dimulainya pengadaan fasilitas rumah tinggal yang lebih memadai guna menggantikan bangunan sebelumnya yang sudah tidak layak huni. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan menjadi landasan kuat untuk memperlengkapi para pelayan dan staf distrik agar dapat menjalankan tugas pelayanan dengan lebih optimal dan fokus. Prosesi peletakan batu pertama dipimpin oleh Praeses Pdt. Nikson Simajuntak, S.Th, didampingi Kabid Marturia Pdt. Andi Joko Limbong, Kabid Koinonia Pdt. Wilson Siahaan, S.Th, serta perwakilan MPSD, Pendeta Resort, dan staf distrik terkait.

TARAKAN (16/2) – HKBP Distrik XXVII Borneo secara resmi melaksanakan Ibadah Bona Taon 2026 sekaligus peluncuran Tahun Orientasi Pelayanan: Transformasi Pengajaran Iman di Tengah Keluarga. Bertempat di HKBP Tarakan, kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan fokus pelayanan tahun 2026 yang menekankan peran keluarga sebagai landasan utama pertumbuhan iman sesuai amanat Ulangan 6:4-9. Melalui momentum ini, seluruh jemaat di wilayah Kalimantan Utara diajak untuk memperkuat pendampingan rohani di rumah tangga sebagai basis transformasi gereja. Antusiasme warga jemaat sebagai tuan rumah menjadi penggerak utama suksesnya implementasi program strategis ini di tingkat distrik. Ibadah syukur ini dilayani oleh Pdt. Martua Alfonso Vransisco Nainggolan, S.Th sebagai liturgis dan Pdt. Bontor I P Panggabean, S.Th sebagai pengkhotbah.

TANGERANG (16/2) – HKBP Distrik XXI Banten memantapkan rencana pelayanan tahun 2026 melalui Rapat Koordinasi Program Kerja Kepala Bidang (Kabid) Koinonia, Marturia, dan Diakonia. Rapat ini secara strategis merumuskan program yang responsif terhadap tantangan sosial kontemporer. Substansi program kerja tahun ini memberikan perhatian khusus pada pembinaan generasi muda melalui penguatan kapasitas Guru Sekolah Minggu, serta jangkauan pelayanan inklusif bagi kaum difabel dan masyarakat suku Badui. Selain itu, Distrik XXI berkomitmen menghadirkan gereja sebagai solusi nyata melalui pendampingan bagi perempuan korban KDRT serta penanggulangan dampak judi online dan narkoba di kalangan pemuda. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini dipimpin oleh Praeses HKBP Distrik XXI Banten, didampingi oleh Sekretaris Distrik Pdt. Josua M.F. Aritonang, M.Th, serta dihadiri oleh Kabid Koinonia Pdt. Lamhot Silalahi, S.Th, Kabid Marturia Pdt. Sarlen Lumbantobing, S.Th., MA, dan Kabid Diakonia St. Dra. Tiurida Hutabarat.

MEDAN (16/2) – Tim Bravo melaksanakan sosialisasi lokapasar (marketplace) DioMart dalam pertemuan Sermon Parhalado di HKBP Perum Simalingkar, Distrik X Medan Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis gereja dalam mendorong transformasi ekonomi digital bagi warga jemaat. Substansi sosialisasi difokuskan pada pemanfaatan platform DioMart sebagai wadah pemberdayaan UMKM jemaat untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Melalui semangat kesehatian, program ini diharapkan mampu membuka jalan berkat melalui sinergi ekonomi yang profesional dan terintegrasi di wilayah Medan dan Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Bravo DioMart dan dihadiri oleh para pelayan (Parhalado) HKBP Perum Simalingkar yang memberikan sambutan antusias terhadap pengembangan ekosistem digital gereja tersebut.

JAKARTA (16/2) – Ibadah Bona Taon dan Peluncuran Program Distrik VIII DKI Jakarta berlangsung khidmat sebagai penanda dimulainya tahun pelayanan 2026. Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam mensosialisasikan fokus orientasi Transformasi 2026 yang berpusat pada penguatan iman di lingkup rumah tangga. Substansi program tahun ini ditekankan melalui subtema pemberdayaan keluarga agar hidup di dalam Firman Tuhan, sehingga mampu membentuk karakter Kristus yang tangguh dalam menghadapi dinamika perubahan zaman. Melalui peluncuran ini, setiap keluarga jemaat diharapkan menjadi basis utama transformasi spiritual yang berdampak bagi lingkungan sekitar. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, dengan pelayan khotbah Kadep Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, serta turut dihadiri oleh Kadep Marturia HKBP, Pdt. Bernard Manik.

TANAH KARO (15/2) – HKBP Simpang Opat, Resort Est. Bandar Purba, menerima kunjungan pastoral dan pelayanan ibadah Minggu dari Praeses Distrik XII Tanah Alas, Pdt. Bikwai H. Simanjuntak, M.Th. Gereja yang telah berdiri sejak tahun 1970-an di Kabupaten Karo ini melaksanakan rangkaian ibadah yang khidmat bersama 33 KK jemaat yang dipimpin oleh St. B. Sihombing. Kegiatan difokuskan pada penguatan spiritual melalui pemberitaan Firman mengenai kemuliaan Yesus Kristus. Dalam rangkaian acara tersebut, ditekankan pula pentingnya peran keluarga jemaat dalam mendengarkan serta mengajarkan Firman Tuhan sebagai fondasi hidup. Pelayanan ini menjadi momentum berharga bagi jemaat setempat untuk mempererat persekutuan dan memperkokoh komitmen iman di tengah keluarga.

AMBARITA (15/2) – Pengurus PPRN bersama Tim Pelayan Fulltimer HKBP Resort Ambarita menyelenggarakan kegiatan Kebaktian Kebersamaan Iman (KKI) bagi 120 Remaja dan Naposobulung di HKBP Janji Martahan. Mengangkat tema “Tanggalkanlah Apa yang Tidak Berguna” (Efesus 4:22-24), kegiatan rutin bulanan ini difokuskan pada pembinaan iman generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan karakter MarTuhan, Marbisuk, dan Marroha. Program ini menekankan pentingnya menempatkan kaum muda sebagai subjek pelayanan melalui dukungan anggaran dan perhatian serius gereja. Melalui pendampingan spiritual ini, HKBP Resort Ambarita berkomitmen bahwa pembangunan iman pemuda jauh lebih krusial dibandingkan pembangunan fisik, demi menjaga keberlanjutan dan masa depan jemaat yang hidup.

MUSI BANYUASIN (15/2) – HKBP Letare Bayung Lencir, Resort Maranatha Betung, melaksanakan Ibadah Peletakan Batu Pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung gereja. Kegiatan ini dilaksanakan segera setelah ibadah Minggu dan dipimpin langsung oleh Pendeta HKBP Resort Maranatha Betung, Pdt. Rukun Hutagalung, M.Th. Acara ini menjadi momentum krusial bagi jemaat dalam mewujudkan sarana ibadah yang lebih representatif di wilayah Distrik XV Sumbagsel. Prosesi peletakan batu pertama dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dan landasan iman bahwa pembangunan ini berjalan di atas dasar kasih Tuhan. Melalui kegiatan ini, seluruh jemaat diajak bersatu hati dalam doa dan gotong royong agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai.

MEDAN (15/2) – Ramah Tamah Mahasiswa yang digelar di Gedung HKBP Resort Medan Estate menjadi langkah strategis gereja dalam membangun kedekatan dengan kalangan akademisi. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan relasi serta penyediaan wadah dukungan spiritual bagi mahasiswa di wilayah Medan. Melalui pertemuan ini, gereja berupaya memberikan semangat baru dan pendampingan pastoral guna memastikan para mahasiswa tetap berakar dalam iman selama menempuh pendidikan. Program ini merupakan bentuk kepedulian nyata dalam mengawal proses generasi muda meraih masa depan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pendeta Mahasiswa HKBP Distrik X Medan Aceh, Pdt. Renata Panjaitan, S.Th, berdasarkan penugasan Praeses Pdt. Suwandi Sinambela, serta didampingi oleh Pdt. Anwar Nababan.

Renungan Harian HKBP

Renungan Terkini

Renungan Harian Senin, 23 Februari 2026

Doa Pembukaan        :

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, kiranya memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Amin.

Renungan                   :

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Firman Tuhan untuk kita hari ini tertulis dalam Yesaya 40 : 31, yang berbunyi demikian : “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Yesaya 40 merupakan berita keselamatan yang disampaikan nabi Yesaya kepada orang-orang Yehuda yang berada dalam pembuangan di Babel. Mereka sedih dan menderita. Mereka merasa ditinggalkan oleh Allah. Mereka berpikir bahwa Allah tidak lagi memperhatikan penderitaan umat-Nya. Tidak ada lagi semangat dalam diri mereka untuk mengerjakan sesuatu karena kesedihan yang begitu dalam menguasai hati mereka.

Di tengah situasi yang penuh kesedihan dan keputusasaan itu, firman Tuhan menyapa umat-Nya melalui nabi Yesaya agar mereka jangan lagi bersedih dan bermuram durja. Masa perhambaan mereka sebagai orang buangan telah berakhir dan bahwa kesalahan dan dosa mereka telah diampuni. Tuhan akan datang menolong dan menyelamatkan umat-Nya dari penderitaan dan kesesakan mereka. Tuhan datang dengan kekuatan-Nya dan dengan tangan-Nya yang berkuasa. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat baru bagi yang tidak berdaya.

Yang terpenting adalah umat Yehuda yang dalam pembuangan itu harus berubah dari orang-orang yang tadinya hanya bersedih dan patah semangat menjadi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan. Menanti-nantikan Tuhan berarti berharap kepada Tuhan dengan segenap hati dan jiwa. Menanti-nantikan Tuhan berarti percaya akan kasih dan kuasa Tuhan yang besar dan ajaib. Orang-orang seperti inilah yang mendapat kekuatan baru seumpama rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya, karena mereka selalu mengandalkan Tuhan. Mereka yang menanti-nantikan Tuhan akan tetap kuat dalam penderitaan dan tahan uji serta punya semangat dan daya juang yang tinggi.

Firman Tuhan ini mengajak kita untuk selalu menanti-nantikan Tuhan, percaya dan berharap kepada-Nya serta mengandalkan Tuhan. Dengan demikian kita akan mendapat kekuatan baru dan semangat baru untuk menjalani kehidupan dan menghadapi setiap tantangan dan pergumulan. Amin.

Doa Penutup:

Tuhan, kami bersyukur atas firman-Mu yang menyapa kami pada hari ini. Firman yang mengingatkan kami untuk selalu percaya, berharap, mengandalkan dan menanti-nantikan Tuhan, sekalipun banyak pergumulan dan penderitaan yang kami alami. Berilah kepada kami kekuatan dan semangat baru ya Tuhan, agar kami tetap kuat dan penuh semangat dalam melakukan setiap pekerjaan dan perbuatan baik yang berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Terimalah berkat Tuhan :

Anugerah Tuhan Yesus Kristus, kasih setia Allah Bapa dan persekutuan dengan Roh Kudus, kiranya menyertai kamu sekalian. Amin.

 Pdt. Berton Hutapea, S.Th

Waka Biro Jemaat HKBP

Renungan Evangelium Minggu Invocavit, 22 Februari 2026

 Ratapan 3:49-57

“Tuhan Dekat tatkala aku memanggil”

Ibu bapa dan suadaraku yang dikasihi Tuhan, selamat memasuki Minggu Invocavit. Nama minggu ini diambil dari Mazmur 91:15, “Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab”. Inilah inti dari perjalanan iman kita: sebuah seruan dari kedalaman hati.

Pernahkah Anda merasa hidup sedang diterpa berbagai masalah? Ada hari-hari di mana beban terasa begitu sesak, seolah air membanjir di atas kepala dan kita hanya bisa berbisik seperti Yeremia: “Binasa aku!” (Rat. 3:54). Di dasar lobang yang gelap itu, Yeremia tidak berpura-pura kuat; ia menangis. Namun, ia melakukan satu hal yang menjadi esensi dari Invocavit: ia berseru memanggil nama Tuhan dari tempat yang paling dalam.

Kondisi “dasar lobang” ini mengingatkan kita pada Yesus di padang gurun (Mat. 4:1-11). Di sana, dalam lapar dan kesepian, Yesus pun dicobai oleh iblis. Namun, baik Yeremia maupun Yesus menunjukkan satu kebenaran yang sama: di titik nadir, senjata kita bukanlah logika, melainkan ketergantungan penuh pada suara Allah. Yeremia memanggil nama-Nya, dan Yesus berpegang pada Firman-Nya.

Bagi kita yang hari ini sedang bergumul dengan ketidakpastian—entah itu soal ekonomi, keluarga, atau kesehatan—Minggu Invocavit mengingatkan bahwa Tuhan tidak jauh. Seperti Ia mendekat pada Yeremia dan berkata “Jangan takut” (Rat. 3:57), dan sebagaimana Yesus menang atas cobaan di padang gurun, Dia pun hadir di sini, di samping Anda.

Masalah kita mungkin belum selesai besok pagi, tapi ketakutanmu bisa berhenti sekarang. Sebab Dia yang telah menang di padang gurun, kini berdiri di sampingmu di dasar lobang, memegang tanganMu dan berbisik lembut: “Aku di sini, jangan takut.” Kemenangan kita bukan karena kita kuat, tapi karena kita melekat pada Dia yang telah menang. Amin.

Doa penutup

Ya Tuhan, Allah yang Penuh Kasih dan Perhatian.

Terima kasih karena Engkau tidak pernah menjauh saat kami jatuh ke dalam pergumulan kehidupan. Biarlah janji-Mu, yang menenangkan:’Jangan takut’, menjadi pelita di tengah kegelapan yang kami hadapi. Dalam Kristus kami berdoa, Amin.

Pdt. Daniel Napitupulu

Renungan Epistel Minggu, 22 Februari 2026

Saudara, seringkali kita merasa bahwa saat kita “berseru” (Invocavit) kepada Tuhan, maka pertolongan harus datang dalam bentuk kenyamanan yang instan. Namun, mari kita melihat Yesus. Ia baru saja menerima pengakuan dari Bapa di Sungai Yordan, namun Roh yang sama justru membawa-Nya ke padang gurun untuk dicobai.

Di sana, di tengah rasa lapar dan sunyi, Iblis datang bukan dengan wajah yang menyeramkan, melainkan dengan tawaran yang masuk akal. Ia menawarkan roti saat perut lapar, prestasi saat diri ingin diakui, dan kekuasaan tanpa penderitaan. Iblis sedang menguji apakah seruan Yesus kepada Bapa-Nya tetap teguh saat situasi menjadi sangat sulit.

Yesus menang bukan karena Ia memamerkan kuasa keilahian-Nya, melainkan karena Ia memegang teguh identitas-Nya melalui Firman. “Manusia hidup bukan dari roti saja,” kata-Nya. Ini adalah pengingat bagi kita di Minggu Invocavit ini: bahwa saat kita berseru kepada Tuhan di tengah pencobaan, jawaban Tuhan mungkin bukan langsung mengubah “batu menjadi roti,” melainkan memberi kita kekuatan untuk tetap setia pada kebenaran di tengah kekurangan.

Pencobaan di padang gurun adalah pembuktian bahwa kesetiaan tidak diukur saat kita berada di atas gunung berkat, melainkan saat kita berada di lembah pencobaan. Yesus telah menang atas ego, ambisi, dan keraguan, sehingga Ia layak menjadi Imam Besar yang memahami setiap seruan dan kelemahan kita.

Mari kita masuki masa prapaskah ini dengan keyakinan: bahwa Dia yang kita seru adalah Dia yang telah menang. Jangan takut pada padang gurunmu, karena di sana, Tuhan sedang membentuk otot-otot imanmu agar engkau tidak hanya menjadi penikmat berkat, tetapi menjadi pemenang yang sejati.

Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Pdt. Daniel Napitupulu

Renungan Harian, 21 Pebruari 2026

Shalom saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Kami sangat berharap saudara/i dalam keadaan sehat saat ini. Sebelum kita mendengarkan renungan pada hari ini, marilah kita beri waktu sejenak untuk saat teduh…..

Marilah kita berdoa : Kami sungguh bersyukur ya Bapa, karena kasihMu selalu menyertai kami setiap saat. Pada pagi hari ini, sebelum kami melakukan segala kegiatan kami, kami hendak bersekutu dengan Engkau dan mendengarkan firmanMu. FirmanMu sebagai dasar bagi kami untuk berkata dan berbuat dalam satu hari ini, maka dari itu biarlah Roh KudusMu yang memberi hikmat kepada kami, agar kami mengerti akan Firman-Mu dan dapat melakukannya. Terimalah doa kami ini, yang kami sampaikan hanya di dalam nama Anak-Mu Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin

Firman Tuhan yang akan kita dengarkan hari ini tertulis dalam 2 Tesalonika 1 : 4 “sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita”

Saudara/i, tidak ada seorangpun yang mengharapkan dia berada di dalam masalah, menghadapi penganiayaan dan penindasan, atau menghadapi sakit penyakit. Semua orang akan berusaha menghindari masalah, mencegah agar tidak sakit. Tetapi terkadang harapan tidak sesuai dengan kenyataan yang diterima, seperti penyakit yang bisa datang kapan saja, walaupun kita sudah berupaya makan dan minum teratur, tidur sesuai yang disarankan, harus 8 jam dalam 1 hari, bahkan kita selalu mengkonsumsi vitamin, tetapi kenyataannya sakit juga. Kita berusaha membuat yang terbaik didalam perkumpulan, tetapi ternyata baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain, sehingga muncul masalah atau kesulitan. Kita bukannya tidak menjaga diri kita dari penyakit atau kesulitan, namun hal-hal ini terkadang datang tanpa kita duga dan tidak dapat kita hindari. Akhirnya penyakit atau masalah itu membuat kita terbeban, sehingga kita mengalami penderitaan yang mendalam dan terkadang berlarut. Maka dari itu janganlah kita hanya fokus mencari cara untuk menghindarinya, tetapi kita harus berupaya mencari cara ketika kita harus menghadapinya. Kita harus menanggapi masalah itu dengan benar, agar kita tidak menjadi putus asa, bahkan menimbulkan penyakit, seperti depresi bahkan sampai kehilangan iman percaya kita. Kita harus ingat bahwa “TUHAN tidak pernah menjanjikan setiap orang yang percaya kepadaNya tidak mengalami kesusahan, tetapi yang TUHAN janjikan Dia akan selalu ada menemani kita didalam keadaan susah ataupun senang”.

Demikian juga dengan keadaan jemaat di Tesalonika yang menghadapi penganiayaan bahkan penindasan dari orang-orang yang menentang pemberitaan Injil. Tetapi jemaat Tesalonika merespon masalah itu dengan sabar, sehingga keteladanan mereka patut untuk dimegahkan. Mereka memiliki iman yang teguh yang dapat dilihat dengan perbuatan mereka yang nyata, mereka sungguh sungguh mengasihi TUHAN sehingga mereka tetap semangat melayani TUHAN walaupun didalam kondisi tertindas, dan mereka selalu hidup dalam pengharapan sehingga mereka tetap tabah dan tekun melakukan apa yang dikehendaki TUHAN walaupun menghadapi penganiayaan (bnd.1 Tesalonika 1:1-3).

Maka itu Rasul Paulus mengatakan “kami sendiri bermegah tentang kamu”, bermegah karena iman jemaat Tesalonika yang teguh. Tetapi kita harus memahami bahwa bermegah karena ketabahan dan iman dalam penderitaan bukan berarti kita tidak peduli dengan berbagai masalah dan tantangan hidup yang sedang kita hadapi,

tetapi sesungguhnya kita belajar bahwa di dalam penderitaan yang dialami, disitu akan nyata pertolongan Tuhan yang sempurna. Seperti yang dikatakan dalam 2 Korintus 12 : 9-10 “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat”. Berbeda terbalik dengan kenyataan yang sering kita alami. Iman kita menjadi lemah apabila kita menghadapi penindasan. Dari pengalaman Rasul Paulus ini kita dapat belajar bahwa iman kita akan semakin kuat walaupun mengalami penindasan apabila kita mencari kekuatan di dalam Tuhan. Maka itu janganlah kita bergantung pada orang lain, atau kekuatan kita sendiri, tetapi carilah kekuatan di dalam TUHAN agar kita tidak menjadi lemah. Seperti Jemaat di Tesalonika, mereka menghadapi penindasan dengan cara  mencari Tuhan dengan lebih lagi. Bahkan di tengah penganiayaan itu mereka lebih saling mengasihi, kasih persaudaraan mereka semakin kuat. Mereka merasa senasib sepenanggungan karena semua orang yang teraniaya berada pada posisi yang sama. Dengan demikian, penindasan dan penganiayaan itu bukannya menjadi batu sandungan yang menjatuhkan mereka, justru membuat iman mereka semakin bertumbuh.

Karena hal itulah Rasul Paulus bangga melihat jemaat ini, yang tetap tekun walaupun disiksa dan dianiaya. Mereka tidak menyerah pada siksaan, namun tetap berdiri dalam iman kepada Kristus. Jemaat di Tesalonika dianiaya sedemikian rupa, tetapi mereka tetap tabah. Kekuatan iman yang dimiliki mereka membuat Rasul Paulus bermegah tentang jemaat Tesalonika kepada jemaat-jemaat lain. Jemaat Tesalonika menjadi kesaksian yang hidup bagi jemaat-jemaat yang lain.

Bapak-ibu, saudara/i yang terkasih mari kita belajar dari jemaat di Tesalonika. Kondisi pertumbuhan iman dan kasih bukan bergantung pada keadaan eksternal yang sedang baik atau tidak. Tetapi hal itu bergantung pada cara kita merespon keadaan tersebut. Kita harus tetap hidup dalam kuasa Tuhan sehingga iman dan kasih kita akan tetap teguh walaupun harus mengalani penderitaan. Tuhan yang memegang kendali hidup kita. Kita tidak pernah berjalan sendiri, kita akan tetap dijaga oleh-Nya, sehingga jangan pernah menyerah dalam menghadapi setiap tantangan dan pergumulan dalam hidup kita, karena kita akan menerima upahnya. Seperti yang dikatakan Roma 8:18 “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita”. Amin

 

Mari kita berdoa :

Ya Allah Bapa, terimakasih kami ucapkan, karena Engkau selalu ada untuk kami. Kami mohon agar Engkau terus berkarya dalam kekuatan kuasa dan kasih-Mu untuk terus menuntun, memelihara dan memampukan kami menghadapi setiap bentuk tantangan dan pergumulan dalam hidup ini. Jangan biarkan kami menjadi lemah, tetapi kiranya kami tetap kuat sehingga kami akan tetap bermegah di dalam Engkau dan memuliakan-Mu. Ditengah-tengah perjalanan kami di dunia ini, ajari kami melakukan kehendakMu dalam hidup kami, sehingga kami dapat menyenangkan hatiMu. Terimakasih ya Allah Bapa. Terimalah doa ini ya Bapa, yang kami sampaikan melalui AnakMu, Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami yang hidup. Amin

Kasih setia dari Tuhan Yesus Kristus, Anugrah dari Allah Bapa, dan Persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Amin

-Pdt. Susi Hutabarat

Renungan Harian Jumat, 20 Februari 2026

Doa Pembuka: Terpujilah Engkau Tuhan yang senantiasa memberkati kami pribadi lepas pribadi dalam setiap aktivitas kehidupan kami. Kami akan memulai segala kegiatan kami pada pagi hari ini engkau yang memberkati kami, terlebih firmanMu yang akan menjadi pedoman bagi kehidupan kami, berkati hati dan pikiran kami supaya kami dipenuhkan oleh hanya karna FirmanMu. Di dalam nama anakMu Tuhan Yesus Kristus kami berdoa kepadaMu. Amin.

Firman Tuhan yang menjadi pedoman dalam menjalani hari ini di hari Jumat 20 Februari 2026 tertulis di Filipi 2:9 “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama.Demikianlah firman Tuhan.

Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih dalam nama Tuhan.

Latar Belakang Teks: Paulus dari Tarsus menulis surat ini ketika ia berada dalam penjara. Jemaat di Filipi adalah jemaat yang sangat ia kasihi. Namun di tengah kasih itu, ada tantangan: perpecahan kecil, ego, dan sikap mementingkan diri sendiri (bdk. Flp 2:3-4). Pasal 2 berisi salah satu nyanyian Kristologis tertua dalam gereja mula-mula (Flp 2:6–11). Ayat 6–8 berbicara tentang kerendahan hati dan ketaatan Yesus Kristus sampai mati di kayu salib. Ayat 9 adalah respons Allah Bapa: karena ketaatan dan kerendahan-Nya, Allah meninggikan Dia. Jadi, ayat ini bukan berdiri sendiri, melainkan jawaban Allah atas pengorbanan Kristus.

Renungan:
“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia”

Kata “itulah sebabnya” menunjukkan hubungan sebab-akibat. Karena Yesus taat sampai mati, maka Allah meninggikan Dia.

Prinsip rohaninya jelas: Jalan kemuliaan menurut Allah adalah jalan kerendahan hati dan ketaatan. Dunia berkata: naiklah dengan kekuatan.
Allah berkata: rendahkanlah dirimu, maka Aku yang akan meninggikan. Yesus tidak meninggikan diri-Nya sendiri. Allah yang meninggikan Dia.

“Mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama”

Dalam budaya Alkitab, “nama” melambangkan otoritas dan kuasa. Nama di atas segala nama menunjuk pada Tuhan (Kyrios) — pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan.

Nama Yesus lebih tinggi dari: Kuasa politik, Kekayaan, Jabatan, Roh-roh jahat, Bahkan maut sekalipun.  Karena itu, ayat berikutnya berkata bahwa setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Aplikasi dalam Kehidupan

  1. Hidup dalam Kerendahan Hati

Sering kali kita ingin dihargai, diakui, dipuji. Namun firman Tuhan mengajarkan: Jangan mencari kemuliaan sendiri. Biarkan Allah yang meninggikan pada waktunya.

Dalam keluarga, pelayanan, pekerjaan: Melayani tanpa pamrih, Tidak mudah tersinggung, Tidak mencari pujian.  Kerendahan hati bukan kelemahan, tetapi jalan menuju kemuliaan Allah.

  1. Mengakui Yesus sebagai Tuhan dalam Praktik Hidup

Mengaku Yesus sebagai Tuhan bukan hanya di bibir, tetapi: Taat pada firman-Nya, Jujur dalam pekerjaan,  Setia dalam pelayanan, Mengampuni orang lain, Tidak kompromi dengan dosa,  Kalau Yesus adalah Tuhan, maka: Keputusan hidup kita tunduk pada-Nya, Prioritas kita diatur oleh-Nya.

  1. Penghiburan dalam Penderitaan

Yesus direndahkan dahulu, baru dimuliakan. Artinya, jika kita mengalami kesulitan karena kebenaran, itu bukan akhir cerita. Allah melihat. Allah tahu. Dan Allah sanggup meninggikan pada waktunya. Seperti Kristus tidak berhenti di salib, hidup kita pun tidak berhenti pada pergumulan.

Penutup

Filipi 2:9 mengajarkan kita bahwa: Jalan Allah berbeda dari jalan dunia, Kerendahan mendahului kemuliaan, Yesus adalah Tuhan atas segala sesuatu. Mari kita hidup dalam kerendahan hati, ketaatan, dan pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Kiranya nama-Nya ditinggikan bukan hanya dalam liturgi, tetapi dalam seluruh kehidupan kita.

Doa Penutup: Terima kasih Tuhan untuk FirmanMu yang memberikan pemahaman dan kekuatan untuk memenangkan hari ini di dalam kemuliaan namaMu. Berkatilah setiap pekerjaan kami, lindungi dan jaga setiap orang tua kami, keluarga kami, jemaatmu, anak-anak kami dalam menjalani kehidupannya dan pendidikannya. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan untuk selamanya kedalam tangan pengasihanMu. Di dalam Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.

-Pdt. Pangihutan Hasibuan

Renungan Harian Kamis, 19 Februari 2026

 

1 Tesalonika 1:3

Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.

Doa Pembuka

Puji serta syukur kami ucapkan kepadamu ya Tuhan Allah kami, Tuhan yang penuh kasih dan kuasa, yang kami kenal dalam Nama AnakMu Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat kami, kami bersyukur atas segala penyertaanmu Tuhan dalam kehidupan kami sepanjang malam ini hingga pada pagi hari kami masih merasakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan ini. Pada saat ini kami hendak merenungkan firman-Mu. Kiranya Engkau membuka hati dan pikiran kami, supaya firman yang kami renungkan dapat kami mengerti, hayati, dan lakukan dalam kehidupan kami sehari-hari.Biarlah melalui perenungan ini iman kami diteguhkan, pengharapan kami diperbaharui, dan kasih kami semakin nyata dalam setiap tindakan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan,

Sering kali kita berpikir bahwa pertumbuhan itu identik dengan sesuatu yang besar dan terlihat. Jika gereja ramai, jika kegiatan banyak, jika pelayanan berjalan, kita merasa semuanya baik-baik saja. Tetapi firman Tuhan hari ini mengajak kita melihat pertumbuhan dari sudut yang berbeda. Pertumbuhan yang sejati bukan pertama-tama soal apa yang terlihat di luar, melainkan apa yang terjadi di dalam.

Rasul Paulus  mengawali suratnya dengan ucapan syukur kepada Allah. Surat ini ditujukan kepada jemaat di Tesalonika, sebuah jemaat yang masih muda dan hidup di tengah tekanan. Mereka bukan jemaat yang hidup nyaman. Mereka menghadapi tantangan, penolakan, bahkan penderitaan. Namun justru di situlah pertumbuhan mereka terlihat.

Paulus  dalam suratnya mengingat bahwa  iman mereka  bekerja. yang artinya, iman mereka tidak hanya menjadi pengakuan di bibir, tetapi nyata dalam tindakan. Hal ini sejalan dengan Surat Yakobus 2:17 yang menegaskan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati.  jika iman itu hidup dan bertumbuh maka iman itu  akan bekerja dan terlihat dalam cara kita bekerja, cara kita berbicara, cara kita mengambil keputusan. Jika tidak ada perubahan, apakah itu benar-benar pertumbuhan?

Paulus juga mengingat usaha kasih mereka. Kasih ternyata membutuhkan usaha. Ada pengorbanan di dalamnya. Ada kelelahan. Ada kesabaran. Di zaman sekarang, ketika orang cenderung hidup untuk dirinya sendiri, kasih sering kali menjadi sesuatu yang bersyarat. Kita mengasihi jika dihargai. Kita peduli jika diuntungkan. Tetapi jemaat yang bertumbuh adalah jemaat yang tetap mengasihi sekalipun tidak selalu dimengerti.

Lalu Paulus menyebut ketekunan pengharapan. Pengharapan kepada Kristus membuat mereka tidak mudah menyerah. Saudara-saudara, bukankah hari-hari ini banyak orang mudah putus asa? Masalah ekonomi, persoalan keluarga, tekanan pekerjaan, bahkan tantangan iman di era digital membuat banyak orang goyah. Tetapi jemaat yang bertumbuh adalah jemaat yang tetap bertahan, bukan karena kuatnya diri sendiri, melainkan karena kuatnya pengharapan di dalam Tuhan. Seperti yang tertulis dalam Surat Roma 12:12, orang percaya dipanggil untuk bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan, dan bertekun dalam doa. Pengharapan kepada Kristus memberi kekuatan untuk tetap setia sekalipun keadaan tidak mudah.

Firman ini mengajak kita bercermin. Apakah kita benar-benar bertumbuh? Apakah iman kita semakin nyata dalam tindakan? Apakah kasih kita semakin dalam dan tidak mudah luntur? Apakah pengharapan kita tetap teguh ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginan kita?

Saudara-saudara, Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi pertumbuhan. Tuhan rindu melihat kita semakin hari semakin serupa dengan Kristus. Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan gereja yang sibuk, tetapi jemaat yang dewasa. Jemaat yang imannya hidup, kasihnya nyata, dan pengharapannya teguh. Amin.

Doa Penutup

Tuhan Allah yang setia, Kami mengucap syukur atas firman yang telah kami renungkan. Terima kasih karena Engkau berkenan menyapa dan menuntun kami melalui kebenaran-Mu. Tolonglah kami agar tidak hanya menjadi pendengar firman, tetapi juga pelaku yang setia. Mampukan kami untuk hidup sesuai dengan kehendak-Mu, menjadi terang dan berkat bagi sesama di mana pun kami berada. Sertai setiap langkah kehidupan kami, lindungi dan pimpin kami dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang Engkau percayakan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.

 

C.Bvr. Septyana Napitupulu

 

 

HKBP Channel

Video Terkait Lainnya

7 Videos
Scroll to Top