23Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Renungan Harian
Poda 4 : 23
"Ikuti saja kata hatimu." Itu adalah nasehat paling populer, sekaligus paling beracun bagi anak muda saat ini. Dengarkan saya baik-baik. Alkitab dengan tegas mencatat dalam Yeremia bahwa hati manusia itu licik dan sangat mematikan. Kalau kamu sekadar mengikuti impuls emosimu, kamu sedang berjalan menuju jurang.
Itulah sebabnya penulis Amsal memberi instruksi darurat: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan."
Kata "jagalah" di sini menggunakan kata Ibrani "Natsar", yang berarti menjaga seperti sebuah pos militer yang terancam serangan musuh.
Apa yang perlu dijaga? Siapa yang menyerang? Ingat, saat ini hatimu diserang setiap detik oleh tontonan yang merusak, filosofi dunia yang dangkal, dan kecanduan digital yang merusak sistem dopamine di otakmu. Karena itu kita perlu menjaga dan memberikan filter untuk semuanya.
Tapi jujur saja, mampukah kita menjaga hati kita sendiri 24 jam sehari tanpa jebol?
Tidak! Karena itu Kristus mengambil peran, bukan hanya sekedar menjaga hati yang lama, tetapi memberi hati yang baru. Ia memberi kita hati yang baru dan menaruh Roh-Nya di dalam kita. Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal itulah yang pada akhirnya akan memagari hati dan pikiranmu di dalam Kristus.
Kita berdoa :
Bapa yang Maha Kudus, kami bersyukur untuk firman-Mu yang tajam dan memurnikan. Ampuni kami yang sering membiarkan hal-hal sampah masuk ke dalam hati kami. Lindungi kami dengan anugerah-Mu, dan biarkan Roh Kudus memampukan kami menjaga hati ini agar hanya memancarkan kehidupan Kristus. Amin.
Bacaan Alkitab
Pagi
Psalmen 127 : 1 - 5
Malam
Mateus 24 : 45 - 51
Nyanyian
BE. 249 : 4