Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Selasa, 26 Mei 2026

14Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.

Parjamita 7 : 14· Terjemahan Baru

Renungan Harian

Parjamita 7 : 14

Tahukah kamu kata 'Sabar' dalam teks kuno aslinya berarti menahan napas di tengah badai? Otak manusia secara alami membenci kejutan buruk; kita secara psikologis selalu ingin memegang kendali penuh atas masa depan kita. Namun ribuan tahun yang lalu Raja Salomo menulis sebuah kebenaran universal yang sangat menohok dalam Pengkhotbah tujuh ayat empat belas: 'Pada hari mujur bergembiralah tetapi pada hari malang ingatlah bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah sama seperti hari mujur'. Ini adalah sebuah peringatan keras bagi yang mengira Kristen yang diberkati adalah Kristen yang hidupnya mulus tanpa hambatan. Mari kita bedah kata aslinya. Dalam bahasa Ibrani kata 'hari mujur' menggunakan istilah Yom Tov yang berarti hari yang baik atau penuh kebaikan. Sedangkan 'hari malang' menggunakan kata Yom Ra’a hari yang penuh kesukaran atau malapetaka. Fakta uniknya adalah Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa kedua hari ini dirancang oleh Allah dengan porsi yang seimbang. Mengapa Tuhan melakukan itu? Teksnya menjawab dengan sangat gamblang: 'supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya'. Tuhan sengaja mendesain hidup dengan dinamika naik-turun agar kita sadar bahwa kita bukanlah tuhan atas hidup kita sendiri. Kita dipaksa untuk melepaskan ilusi kendali kita. Relevansinya bagi kita di era modern sangat mendalam. Ketika bisnismu lancar karirmu melejit atau hubunganmu bahagia itu adalah berkat yang harus dinikmati dengan penuh syukur. Namun saat kegagalan datang menjemput saat perlindungan seolah absen di situlah imanmu sedang dididik oleh Roh Kudus. Kasih karunia Kristus bersinar paling terang justru di tengah kegelapan hari malang. Kristus sendiri harus melewati 'hari malang' yang paling pekat di bukit Golgota agar kita mendapatkan hari mujur yang kekal. Dia tidak menjanjikan hidup tanpa badai tetapi Dia menjamin kehadiran-Nya di dalam badai. Roh Allah mengajar kita untuk tidak mendewakan hari mujur dan tidak putus asa di hari malang. Mari kita berdoa: Tuhan yang memegang kendali atas sejarah kami bersyukur untuk setiap musim dalam hidup kami. Ajarkan kami untuk tetap menyembah-Mu baik di puncak keberhasilan maupun di lembah kegagalan. Biarlah Roh-Mu menguatkan iman kami bahwa masa depan kami aman di tangan-Mu. Dalam nama Yesus Amin.

Bacaan Alkitab

Pagi

Psalmen 129 : 1 -8

Malam

Mateus 25 : 14 - 30

Nyanyian

BE. 307 : 3