Teman-teman tahukah bahwa pohon ek yang paling kuat di dunia justru memiliki sistem akar yang tidak terlihat dari luar? Uniknya, sekalipun dalam situasi kemarau, akar pohon ek tidak pernah tampil ke atas tanah untuk mencari sumber nutrisinya. Akarnya tetap fokus menerobos kedalaman tanah untuk mencari air.
Namun, dunia ini sekarang cenderung berbeda. Demi mencapai puncak, demi mencapai popularitas, kekayaan, dan lain sebagainya, orang-orang bersedia mencarinya dari sumber-sumber yang tidak semestinya. Mereka mengalihkan fokusnya.
Tapi, Firman Tuhan hari ini ingin mengingatkan kita kembali untuk fokus ke Tuhan. Yeremia 17 bilang, orang yang diberkati justru adalah mereka yang bergantung penuh pada Tuhan.
Dalam bahasa aslinya, dipakai kata pisteuo (mempercayakan diri). Mengandalkan Tuhan berarti menempatkan seluruh beban hidup kita pada kedaulatan-Nya. Itu berarti, saat bekerja keras siang malam harus disertai dengan keyakinan akan kemampuan Providensia Allah (penyediaan Allah). Bapa yang menyediakan aliran sungai kehidupan, Anak yang menjadi tanah yang kokoh tempat kita berakar, dan Roh Kudus yang mengalirkan nutrisi itu ke dalam jiwa kita. Jika hidupmu hari ini sedang gersang, berhentilah mengandalkan kekuatanmu sendiri. Karya salib Kristus membuktikan bahwa saat kita ada di posisi paling lemah, anugerah-Nya justru paling kuat.
Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah sumber air kehidupan kami. Ajari kami berserah, agar kami tetap berbuah di tengah musim kering kehidupan kami. Amin.