Renungan Harian
Andung-andung 3 : 25
Berhentilah sejenak dari layar scroll ini. Apakah kamu sedang merasa lelah luar biasa? Bukan capek fisik, tapi capek pikiran dan hati. Merasa gagal memenuhi ekspektasi keluarga, atau merasa masa depan terlalu gelap? Aku punya pesan untukmu hari ini.
Kitab Ratapan ditulis oleh Nabi Yeremia di tengah kota Yerusalem yang hancur lebur. Semuanya musnah. Tapi di tengah puing-puing itu, dia menulis: "Tuhan adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya."
Kata "berharap" dalam bahasa Ibrani adalah qavah, yang berarti mengikatkan diri erat-erat, seperti tali yang dipilin menjadi satu agar tidak putus. Saat duniamu runtuh, Tuhan tidak menuntutmu untuk pura-pura kuat. Dia memintamu untuk mengikatkan jiwamu pada-Nya. Keselamatan kita tidak bergantung pada seberapa kuat kita bertahan, melainkan seberapa kuat cengkeraman kasih karunia Bapa atas hidup kita.
Menjadi saksi Kristus kadang berarti mengizinkan dunia melihat bahwa kita bisa hancur, namun kita tidak pernah ditinggalkan. Roh Kudus hadir sebagai Sang Penghibur, membalut luka-lukamu dengan cinta yang tak bersyarat dari kayu salib. Jika hari ini kamu menangis, tidak apa-apa, menangislah. Bawa air mata itu pada Tuhan.
Mari kita berdoa: Ya Bapa yang penuh kasih, rangkul kami yang sedang lelah ini. Jadikan harapan kami kepada-Mu sebagai sauh yang kuat bagi jiwa kami yang lemah. Dalam nama Yesus, Amin.
Bacaan Alkitab
Pagi
Psalmen 135 : 15 - 21
Malam
Mateus 26 : 36 - 46
Nyanyian
BE. 117 : 2