7"Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu!8Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?9Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu,10sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung.11Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku.12Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya.13Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum?14Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!15Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela
Renungan Evangelium
Psalmen 50 : 7 - 15
Berikut adalah naskah yang sudah bersih tanpa tanda garis miring:
"Tuhan tahu isi hatimu, tapi kenapa Dia tetap menyuruhmu meminta?"
Pernahkah kamu merasa lelah melayani, memberi persembahan, atau bahkan terjebak dalam lingkaran doa yang panjang hanya karena kamu merasa sedang 'menyogok' Tuhan agar hidupmu diberkati? Sering kali anak muda Kristen menganggap Tuhan itu seperti bos perusahaan yang butuh laporan kerja keras kita sebelum memberikan bonus. Berhentilah berpikir seolah-olah Tuhan itu kekurangan sesuatu dan butuh bantuanmu.
Mari kita bedah konteks sejarahnya. Di zaman kuno, dewa-dewa pagan disembah dengan sesajen karena para penyembahnya percaya dewa mereka bisa lapar dan butuh disuapi oleh manusia agar tidak marah. Tapi Allah Tritunggal kita? Di Mazmur 50 ayat 12 Dia menegaskan dengan radikal: "Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya."
Kata Yunani yang dipakai Rasul Paulus di 1 Korintus 10 untuk kepemilikan dunia (tou kyriou autes) ini mengarah pada otoritas absolut. Bumi dan segala isinya adalah milik-Nya. Dunia ini bukan kos-kosan di mana kita harus bayar sewa ke Tuhan; dunia ini adalah Rumah Bapa. Dan tahukah kamu apa artinya bagi kita? Artinya, segala sesuatu yang kamu kejar dengan cemas hari ini—karir, uang, masa depan, validasi—sebenarnya sudah dimiliki oleh Bapamu.
Di sinilah Grace atau Kasih Karunia itu bekerja secara legal bagi kita. Kristus mati di salib bukan supaya kamu bisa 'membeli' berkat Tuhan, tapi melalui Kristus, kamu dibenarkan oleh iman dan dipilih menjadi ahli waris resmi dari Pemilik Semesta ini! Jadi saat kita meminta dalam doa, kita bukan sedang mengemis kepada orang asing, melainkan sedang menyelaraskan hati kita dengan kehendak Bapa yang sudah menyediakan segalanya.
Ayo bertindak hari ini! Berhentilah beribadah dengan mentalitas transaksional atau selalu mengharapkan imbalan, kompensasi dan keuntungan atas apa yang ia lakukan. Nikmati dunia milik Tuhan ini dengan rasa syukur, berkaryalah tanpa takut kekurangan, karena hidupmu sudah dijamin penuh oleh Sang Pemilik Segala Sesuatu.
Kita berdoa:
"Bapa Yang Maha Memiliki, kami bersyukur karena Engkau tidak kekurangan apa pun namun memilih untuk melimpahi kami dengan anugerah. Ampuni kami jika sering menganggap-Mu transaksional. Teguhkan iman kami bahwa di dalam Kristus, kami adalah anak-anak-Mu yang dipelihara. Di dalam nama Yesus, Amin."