Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Selasa, 9 Juni 2026

17Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 18tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Daniel 3 : 17 - 18· Terjemahan Baru

Renungan Harian

Daniel 3 : 17 - 18

Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. Renungan : Banyak orang bilang, bahwa iman Kristen itu seperti tombol otomatis. Asalkan kamu beriman, kamu pasti lulus ujian, karirmu pasti meroket, dan kamu tidak akan pernah gagal. Tapi benarkah begitu? Mari kita belajar fakta sejarah yang mendalam dari kitab Daniel pasal 3. Kisah tentang tiga anak muda: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang menolak menyembah patung emas Raja Nebukadnezar. Secara historis, perapian yang menyala-nyala di Babel bukan sekadar api unggun besar. Itu adalah tanur industri raksasa untuk melebur logam atau membakar batu bata cor, dengan suhu ekstrem mencapai lebih dari seribu derajat Celcius. Jatuh ke dalamnya berarti tubuh hancur dalam hitungan detik. Namun perhatikan respons iman mereka yang mengguncang psikologi modern: "Jika Allah sanggup, Ia akan melepaskan kami... TETAPI SEANDAINYA TIDAK, kami tetap tidak akan menyembah dewa tuanku." Frasa “Tetapi seandainya tidak” adalah jangkar doktrin Kasih Karunia sejati. Iman mereka tidak bersyarat pada hasil! Mereka tahu bumi dan segala isinya adalah milik Tuhan, dan karena Tuhan berdaulat, mereka tidak mendikte Tuhan dengan rencana keselamatan versi mereka sendiri. Generasi muda masa kini mudah mengalami gangguan kecemasan karena kita mengimani "berkat Tuhan", bukan mengimani "Tuhan Sumber Berkat". Karya salib Kristus membuktikan bahwa rencana terbesar Tuhan sering kali digenapi melalui jalan penderitaan yang tampak seperti kekalahan di mata dunia. Iman sejati adalah mempercayai kebaikan-Nya, bahkan ketika kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasimu. Kita berdoa: "Allah yang memegang kendali sejarah, kuatkan iman kami agar tidak rapuh saat menghadapi penolakan dunia. Berikan kami iman yang kokoh, yang berani berkata 'sekalipun tidak, aku tetap setia', karena penebusan Kristus sudah lebih dari cukup bagi kami. Amin."

Bacaan Alkitab

Pagi

Psalmen 138 : 1 - 8

Malam

Mateus 27 : 1 - 10

Nyanyian

BE. 3 : 3