15Menurut kelahiran kami adalah orang Yahudi dan bukan orang berdosa dari bangsa-bangsa lain.16Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.17Tetapi jika kami sendiri, sementara kami berusaha untuk dibenarkan dalam Kristus ternyata adalah orang-orang berdosa, apakah hal itu berarti, bahwa Kristus adalah pelayan dosa? Sekali-kali tidak.18Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat.19Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;20namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.21Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.
Renungan Evangelium
Galatia 2 : 15 - 21
Bayangkan kamu sedang bermain game dan kamu harus melakukan grinding tanpa henti demi mendapatkan skor sempurna supaya diakui oleh sang Developer. Lelah, kan? Sadar atau tidak banyak dari kita menjalankan hidup Kristen dengan cara seperti itu. Kita berpikir "Kalau aku saat teduh setiap hari kalau aku aktif di pelayanan maka Tuhan akan mencintaiku." Ini adalah jebakan performa.
Ribuan tahun lalu Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Galatia menggunakan kata Yunani kuno yang sangat kuat: Dikaioo Kata ini bukan istilah moral melainkan istilah hukum di pengadilan yang berarti "dinyatakan tidak bersalah" atau dibenarkan. Paulus menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mendapatkan status Dikaioo ini lewat usaha kerasnya melakukan hukum Taurat.
Nabi Habakuk juga mengingatkan orang yang membusungkan dada atau mengandalkan kekuatannya sendiri hatinya tidak lurus. Tetapi orang benar akan hidup oleh imannya. Mengapa? Karena kekristenan bukan tentang apa yang kamu lakukan untuk Tuhan melainkan tentang apa yang telah Kristus selesaikan bagi kamu di atas kayu salib.
Ketika Yesus mati dan bangkit seluruh kegagalanmu dosamu dan rasa insecure-mu telah ditanggung-Nya. Kamu tidak sedang memakai pakaian dari usahamu sendiri kamu telah dibungkus oleh Kebenaran Kristus. Tuhan tidak melihat seberapa hebat performamu hari ini Dia melihat Kristus di dalammu.
Jadi kejar impianmu belajarlah dengan giat bekerjalah dengan kreatif bukan untuk membuktikan dirimu berharga di mata Tuhan tetapi karena kamu sudah teramat sangat berharga di dalam Dia. Iman percaya kita kepada Allah Tritunggal adalah jangkar yang membebaskan kita dari kecemasan dunia.
Doa: Ya Allah Tritunggal, kami bersyukur karena status kami tidak ditentukan oleh kehebatan kami, melainkan oleh kasih karunia-Mu yang radikal. Mampukan kami menjalani minggu ini dengan iman yang memerdekakan, bukan dengan ketakutan akan kegagalan. Dalam nama Yesus, Amin.