Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.
Renungan :
Pernah gak kamu ngalamin momen paradoks dalam hidup? Doamu dikabulkan hari ini, tapi kenapa kamu justru merasa kecewa dan hampa? Kamu berdoa minta pacar yang cakep, dikasih; tapi kok hubungannya malah penuh drama. Kamu berdoa minta lulus ujian atau keterima kerja, dikabulkan; tapi sekarang kamu malah stres berat dan gak punya waktu luang. Ini adalah kontradiksi hidup yang sering bikin kita bingung. Kita berpikir kalau semua keinginan kita terpenuhi, kita akan bahagia. Tapi nyatanya, pemenuhan ambisi pribadi sering kali malah meninggalkan lubang besar yang sepi di dalam jiwa. Kenapa? Karena kita memperlakukan Tuhan seperti vending machine, bukan sebagai Tuhan yang berdaulat atas hidup kita.
Rasul Paulus membawa kita menyelami kedalaman makna hidup yang sesungguhnya di 1 Tesalonika 3 ayat 12. Dia menulis, "Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berlimpah-limpah dalam kasih seorang terhadap yang lain..." Perhatikan paradoks rohani ini: jalan keluar dari rasa hampa bukanlah dengan menambah milik pribadi, melainkan dengan melimpah dalam kasih kepada orang lain. Kata 'berlimpah' di sini menggunakan kata perisseuo, yang artinya meluap secara berlebihan, seperti air Danau Toba yang jernih yang terus mengalir memenuhi sungai-sungai di sekitarnya. Manusia duniawi berpikir, "Aku harus menimbun untuk diriku sendiri supaya aman." Tapi kedaulatan Tuhan menyatakan, "Kamu dipelihara justru ketika kamu membagikan kasih-Ku kepada sesama."
Kasih yang menggembirakan dan menguatkan ini bukanlah usaha kedagingan kita yang terbatas. Kita bisa mengasihi secara radikal, bahkan kepada orang yang menyakiti kita, karena kita tahu kita telah dibenarkan oleh iman kepada Yesus Kristus. Kristus telah mengosongkan diri-Nya, turun ke dunia, dan memberikan seluruh hidup-Nya di salib agar cangkir kehidupanmu penuh dan meluap. Saat kamu menyadari bahwa seluruh hidupmu dijamin oleh kasih karunia-Nya, kamu gak akan lagi menuntut dunia untuk memuaskan tokomu. Kamu akan mulai mengalirkan kasih perisseuo itu kepada keluarga, sahabat, bahkan orang asing. Di situlah kepuasan sejati ditemukan.
Mari kita berdoa. Tuhan Yesus, Engkaulah sumber kasih yang sejati dan tak pernah kering. Kami bersyukur karena di dalam-Mu, jiwa kami dipuaskan oleh anugerah yang berlimpah. Ampuni kami jika kami sering terjebak dalam egoisme dan mencari kebahagiaan di tempat yang salah. Kami sadar bahwa hidup kami berada di bawah kedaulatan-Mu yang sempurna. Penuhilah hati kami dengan Roh Kudus, agar kasih kami kepada sesama boleh bertambah-tambah dan meluap, membawa kesembuhan dan kegembiraan bagi dunia di sekitar kami. Demi nama-Mu yang kudus, kami berdoa. Amin.