Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Minggu, 23 Agustus 2026

HijauXII DUNG TRINITATIS

TEGUH BERPEGANG PADA KEBENARAN

7Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." 9Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. 11Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Epesus 4 : 7 - 16· Terjemahan Baru

Renungan Evangelium

Epesus 4 : 7 - 16

Nabi Amos hidup pada masa ketika bangsa Israel menikmati kemakmuran secara ekonomi, tetapi mengalami kemerosotan secara rohani. Ibadah di Bait Allah tetap ramai, korban persembahan terus dilakukan, dan hari-hari raya dirayakan dengan meriah. Dari luar, kehidupan rohani tampak baik. Namun di balik itu semua, terjadi banyak ketidakadilan. Orang miskin ditindas, yang lemah tidak dibela, dan kebenaran sering dikorbankan demi keuntungan pribadi. Dalam situasi inilah Tuhan menyampaikan firman-Nya melalui Amos, menegur umat yang rajin beribadah tetapi tidak hidup sesuai dengan kehendak-Nya. ​Tuhan rindu melihat iman kita yang nyata dalam kejujuran, kepedulian, dan kasih kepada sesama. Ibadah yang berkenan kepada Tuhan adalah hidup yang adil, benar, dan penuh kasih. Mari kita memuji Tuhan tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga memuliakan-Nya melalui cara kita memperlakukan orang lain. Ketika keadilan dan kebenaran mengalir dalam hidup kita, di situlah ibadah sejati dinyatakan. ​Kita berdoa : Tuhan, terima kasih untuk anugerah-Mu yang begitu besar. Mampukan kami melakukan ibadah kami yang berkenan di hadapanMu. Amin

Bacaan Alkitab

Evangelium

Epesus 4 : 7 - 16

Epistel

Amos 5 : 24 - 27