Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Minggu, 6 September 2026

HijauXIV DUNG TRINITATIS

KASIH KEPADA ALLAH DAN SESAMA MANUSIA

25Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 26Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" 27Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 28Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." 29Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" 30Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. 31Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. 32Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 33Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. 34Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. 35Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. 36Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" 37Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Lukas 10 : 25 - 37· Terjemahan Baru

Renungan Evangelium

Lukas 10 : 25 - 37

Siapa sih di antara kita yang gak mau sukses, punya masa depan cerah, dan hidupnya penuh berkat? Pasti kita semua mau, kan? Kita pengen cita-cita tercapai, punya hubungan keluarga yang harmonis, dan hidup bahagia. Tapi pertanyaannya, gimana sih caranya supaya kita bisa dapetin itu semua? Jawabannya simpel banget: taat sama Tuhan. Ketaatan itu ibarat kunci utama buat membuka pintu-pintu kebahagiaan dan berkat dalam hidup kita. Coba deh lihat kisah Abraham di Alkitab. Waktu Tuhan minta dia ninggalin rumah, keluarga, dan zona nyamannya untuk pergi ke tempat yang belum jelas, Abraham gak banyak alasan. Dia langsung taat dan melangkah pakai iman. Hasilnya luar biasa! Tuhan berkati hidupnya melimpah-limpah, bikin keturunannya jadi bangsa yang besar, dan jadi saluran berkat buat banyak orang. Sama seperti pesan Musa kepada bangsa Israel, taat sama Tuhan itu pasti membawa berkat dalam hidup kita. Sebaliknya, kalau kita malah ngandelin hal-hal lain di luar Tuhan, hidup kita bisa berantakan. Firman Tuhan hari ini mau ngingetin kita semua: yuk, belajar buat terus setia dan taat cuma sama Tuhan. Jangan sampai kita menduakan Tuhan dengan "ilah-ilah" zaman sekarang—entah itu terlalu ngejar validasi orang lain, kecanduan gadget, atau menomersekiankan Tuhan demi kesenangan sesaat. Taruh Tuhan di posisi nomor satu, dan lihat gimana Dia bakal berkati setiap langkah hidup kita ! Doa : Ya Tuhan Allah, ajarilah kami untuk taat dan melakukan segala firman- Mu dalam hidup kami. Amin.

Bacaan Alkitab

Evangelium

Lukas 10 : 25 - 37

Epistel

5 Musa 11 : 13 - 21