9"Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.10Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku.11Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus.12Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN,13yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya."14Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!15TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.
Renungan Evangelium
Sepania 3 : 9 - 15
Bayangin kamu lagi berlayar di tengah laut malam hari dan kabutnya tebal banget. Dari kejauhan, kelihatan ada kelap-kelip lampu. Rasanya pengen ngikutin lampu itu, tapi ternyata itu cuma pantulan air atau bahkan kapal lain yang juga lagi tersesat. Nah, kapal yang aman tuh bukan kapal yang asal ngikutin lampu sensasional, tapi kapal yang pegang kompas dan radar dengan bener.
Di dunia sekarang, iman kita tuh persis kayak kapal itu. Yohanes udah wanti-wanti dari dulu kalau bakal banyak ajaran palsu dan hal-hal yang kelihatan keren tapi ternyata bikin kita melenceng. Yang bikin kaget, penyesatan itu kadang datang dari orang-orang yang kelihatan rohani atau pernah segereja sama kita.
Tapi tenang, kita nggak dibiarin jalan sendirian kok:
1. Firman Tuhan itu Kompas Penunjuk Arah. Pegang teguh Injil yang dari awal udah kita dengar. Nggak usah tergiur cari hal-hal baru yang aneh atau sekadar nyari sensasi. Kebenarannya simpel tapi mutlak: Yesus itu Kristus, Anak Allah. Kalau ada ajaran yang mulai ngeraguin atau nyangkal Yesus, fix itu udah melenceng.
2. Roh Kudus itu Radar Rohani. Tuhan udah ngasih kita pengurapan Roh Kudus. Dialah yang bakal bisikin di hati kita dan ngasih feeling atau kepekaan buat ngebedain mana yang beneran dari Tuhan dan mana yang cuma "kemasan"-nya aja yang bagus.
Jadi buat kita, tetep setia dan stay connected sama Yesus. Rajin baca Firman-Nya sebagai kompas hidup, dan selalu dengarin tuntunan Roh Kudus sebagai radar kita. Selama kita tinggal di dalam Kristus, iman kita bakal tetep aman dan nggak gampang terombang-ambing!
Doa : Sertai kami ya Tuhan, agar tidak tersesat. Amin.