"Molo ingkon mamujimuji ahu, angka hagaleonki ma hupapujipuji.

Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku."

2 Korint. 11:30

Perkampungan Pemuda Jetun-Silangit Pusat Agrowisata HKBP


Senin (26/07/2021) Biro Pembinaan HKBP yang dipimpin Pdt. Dr. Enig S Aritonang bersama dengan Perkampungan Pemuda Jetun Silangit yang dipimpin Pdt. Agus Manullang mengadakan seminar Mission and Leadership for Tourism di Jetun-Silangit. Kegiatan tersebut membicarakan tentang keseriusan Kantor Pusat HKBP mengembangkan Jetun Silangit menjadi pusat Agrowisata dan pelatihan Integrated Farming HKBP. Dengan demikian, kedepannya tempat ini akan menjadi tempat percontohan dan pelatihan bagi para pelayan HKBP, pemuda (naposobulung) HKBP, jemaat HKBP, dan juga masyarakat dalam Integrated Farming yang sekaligus memiliki nilai agrowisata untuk menambah tempat wisata di daerah Tapanuli Utara. Hadir dalam seminar ini Pdt. Dr. Robinson Butarbutar (Ephorus HKBP) sebagai keynote speaker. Pembicara lainnya adalah Ir. Nikson Nababan, M.Si (Bupati Tapanuli Utara) secara onsite, Pdt. Andar G. Pasaribu (Sekretaris UEM Jerman), Jimmy Bernando Panjaitan (Direktur BPODT), Dr. Iman Santoso (Ketua Transformation Connection Indonesia), dan Pdt. Dr. Yonathan Wiryohadi (Kepala House of Bread) secara virtual sebagai narasumber.

Kegiatan ini diikuti oleh 32  Praeses HKBP bersama dengan tim pokjadistrik kawasan Danau Toba, tim dari BPODT dan Pemda Tapanuli Utara. Kegiatan ini dibuka dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Agus Manullang.


Ompu i Ephorus menjelaskan bahwa Gereja memiliki peran penting dalam kepariwisataan dalam hal ini HKBP akan menjadikan Jetun Silangit menjadi sinar untuk membawa perubahan. Gereja tidak boleh anti dengan pariwisata tetapi harus mampu menjadikan pariwisata ini menjadi salah satu sarana dalam memberitakan Injil kepada masyarakat luas sehingga pemberitaan Injil tidak hanya dirasakan oleh orang-orang Kristen saja melainkan juga orang-orang yang belum mengenal Kristus. Dengan demikian, Gereja turut serta untuk menyuarakan agar para jemaat maupun juga orang-orang sekitar daerah destinasi wisata Danau Toba untuk menghidupi budaya hidup bersih, kreatif dan inovatif dalam membangun kehidupan, menopang bertumbuhnya seni dan budaya batak, serta menekankan kerja sama semua belah pihak dalam mengembangkan kepariwisataan. Lebih lanjut, di Jetun Silangit akan dibangun juga tempat pameran hasil pertanian.

Pdt. Andar G. Pasaribu sebagai pembicara yang mewakili UEM Jerman memaparkan bahwa turisme ini menjadi metode HKBP untuk menampilkan bahwa Allah bekerja dan hadir dalam perkembangan ataupun kemajuan kehidupan masyarakat. Turisme ini harus selaras dengan Missio Dei sehingga menikmati keindahan alam harus disertai dengan rasa bersyukur atas penciptaan-Nya dalam kehidupan ini. Diharapkan dalam pengembangan Jetun Silangit sebagai pusat pelatihan dan agrowisata HKBP, ditampilkan juga sejarah lokal maupun Internasional serta pengembangan budaya lokal di sana sehingga memberikan motivasi warga jemaat untuk menjadikan kampung halamannya menjadi destinasi wisata.

Jimmy B. Panjaitan selaku direktur BPODT (Badan Pelaksanaan Otorita Danau Toba) menjelaskan bahwa gereja memiliki peran penting untuk mendukung rencana kepariwisataan yang dilakukan oleh BPODT yang juga memiliki tujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah. Agrowisata menjadi bagian penting dari industri pertanian di mana selain menghadirkan pertanian yang memiliki nilai wisata, juga mampu menambah kekuatan pangan dari daerah wisata tersebut.

Dr. Iman Santoso dan Pdt. Wiryo menekankan bahwa agrowisata memberikan peluang bagi gereja untuk mengentaskan kemiskinan. Dalam hal ini usaha HKBP untuk mengembangkan Jetun Silangit sangat didukung oleh TCI dan HOB dikarenakan gereja turut serta secara aktif untuk meringankan beban jemaatnya terutama pada masa-masa pandemi saat ini. Bila program Integrated Farming dan agrowisata Jetun Silangit ini berjalan dengan sukses maka HKBP mampu memberikan kontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan setidaknya bagi para pelayan dan jemaatnya.


Bupati Tapanuli Utara sebagai pembicara terakhir di seminar ini meyakinkan bahwa pemerintah Tapanuli Utara sangat mendukung rencana pengembangan Jetun Silangit menjadi daerah Agrowisata HKBP dikarenakan gereja berkolaborasi dengan pemerintah untuk membangun daerah wisata di Tapanuli Utara. Bupati menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan penuh rencana ini hingga Jetun Silangit mampu menjadi pusat pelatihan dan agrowisata HKBP di Tapanuli Utara. Seminar ini dimoderasi Pdt. Agus Siagian, S.Si.

Usai seminar, dilaksanakan penanaman pohon pertama oleh para Pimpinan HKBP, Bupati, Pimpinan Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, para Praeses HKBP. Setelah proses penanaman selesai, Pdt. Debora P. Sinaga (Kepala Departemen Diakonia HKBP) memimpin dalam doa dengan harapan agar semua rencana agrowisata HKBP dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pdt. Kardi Simanjuntak (Kepala Departemen Marturia HKBP).




Pustaka Digital