Renungan Harian HKBP | Kamis, 3 April 2024
Doa Pembuka: Bapa di dalam Surga, yang kami kenal dan kami sembah di dalam Yesus Kristus. Dalam rasa syukur kami, kami datang ke hadapan-Mu untuk memberi diri dipimpin melalui Firman-Mu. Kiranya Engkau sajalah ya Tuhan yang menjadi penuntun hidup kami, buka telinga dan hati kami untuk mendengar Firman-Mu, dan kiranya topanglah kami ya Tuhan untuk dapat menjadi pelaku Firman-Mu. Dalam Kristus kami telah berdoa dan berseru kepada-Mu. Amin.
Jemaat terkasih, Firman Tuhan yang berbicara kepada kita pada hari ini tertulis dalam
Lukas 14:13-14
“Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
Demikian Firman Tuhan.
Firman Tuhan yang menyapa kita pada hari ini merupakan bagian dari perumpamaan yang disampaikan Yesus saat Ia diundang makan di rumah seorang Farisi pada hari Sabat. Dalam konteks ini, Yesus menantang kebiasaan umum pada masa itu (dan mungkin juga masa kini) yang cenderung mengundang orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membalas kebaikan kita. Sebaliknya, Ia mendorong kita untuk memperhatikan dan mengulurkan tangan kepada mereka yang seringkali terlupakan dan tidak memiliki apa-apa untuk ditawarkan kembali.
Yesus tidak hanya berbicara tentang mengundang teman dan keluarga, tetapi juga mereka yang seringkali terpinggirkan oleh masyarakat. Ini adalah panggilan untuk memperluas lingkaran kasih kita dan merangkul semua orang, tanpa memandang status atau kemampuan mereka. Mengundang mereka yang tidak mampu membalas menunjukkan bahwa kita memberi dengan tulus, tanpa mengharapkan imbalan. Ini adalah bentuk kasih yang murni, yang mencerminkan kasih Allah kepada kita.
Yesus menjanjikan berkat bagi mereka yang menunjukkan kemurahan hati seperti ini. Berkat ini bukan hanya materi, tetapi juga sukacita, damai sejahtera, dan hubungan yang lebih dalam dengan Allah. Yesus menyinggung tentang "hari kebangkitan orang-orang benar," yang menunjukkan bahwa perbuatan baik kita akan dihargai di akhir zaman. Ini adalah pengingat bahwa tindakan kita memiliki nilai kekal.
Mari kita mencari kesempatan untuk menunjukkan kemurahan hati kepada mereka yang membutuhkan. Jangan hanya mengundang mereka yang bisa membalas, tetapi juga mereka yang seringkali diabaikan. Ingatlah bahwa berkat sejati datang dari memberi dengan tulus, bukan dari menerima imbalan. Kiranya renungan ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua. Amin.
Doa Penutup: Bapa terima kasih atas sapaan Firman-Mu bagi kami hari ini. Kami bersyukur karena kami dapat belajar sekali lagi untuk menjadi orang yang rendah hati dan penuh kemurahan. Kami menyadari bahwa dalam hari-hari hidup kami, kami mungkin berulang kali jatuh dalam rasa tinggi hati, tidak mampu mengasihi sebagaimana yang telah Engkau lakukan. Karenanya ya Tuhan, tolonglah kami dan mampukan kami untuk dapat benar-benar hidup dalam teladan yang telah Engkau berikan. Kami menyerahkan diri kami, seluruh kehidupan kami dalam tangan kasih-Mu. Kiranya Engkau sajalah ya Tuhan yang membentuk kami setiap hari semakin ke arah-Mu. Dalam Kristus, kami berdoa. Amin.
Pdt. Cintya C. Pardede, M.Th- Pendeta Fungsional di Biro TIK HKBP