Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Bangun Fondasi Karakter Bangsa Sejak Dini, Ephorus HKBP Ajak Ratusan Anak Cintai Keluarga dan Alam
Berita

Bangun Fondasi Karakter Bangsa Sejak Dini, Ephorus HKBP Ajak Ratusan Anak Cintai Keluarga dan Alam

24 Juni 2026

Ephorus HKBP resmi membuka Jambore Nasional Anak Sekolah Minggu 2026 di Sipoholon, Rabu (24/6). Melibatkan 517 anak dari berbagai daerah, kegiatan bertema “PELITA” ini menjadi wadah pembentukan karakter. Ephorus menanamkan lima tekad spiritual kepada anak-anak sebagai langkah nyata gereja menyiapkan generasi penerus yang tangguh menuju visi Indonesia Emas 2050.

SIPOHOLON (24/6) - Menyongsong visi besar Indonesia Emas 2050, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mengambil langkah nyata dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang takut akan Tuhan. Komitmen ini diwujudkan melalui pergelaran Jambore Nasional Anak Sekolah Minggu (ASM) Tahun 2026 yang resmi dibuka pada Rabu (24/6) di Seminarium HKBP Sipoholon. Kegiatan berskala nasional ini mempertemukan 517 anak sekolah minggu dan 58 guru pembina dari berbagai distrik untuk mengikuti pembinaan karakter dan spiritualitas selama empat hari, mulai 24 hingga 27 Juni 2026.

Puncak peresmian jambore ini ditandai dengan aksi simbolis oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST. Peresmian dilakukan melalui penekanan tombol yang menyalakan cahaya pada Butterfly cross, diiringi dengan pemukulan alat musik tradisional tagading. Momen ini semakin khidmat ketika sepuluh lampu semprong dinyalakan secara bersamaan oleh perwakilan anak sekolah minggu dan para pimpinan gereja.

Dalam bimbingannya, Ephorus HKBP menanamkan fondasi karakter yang kuat bagi anak-anak untuk menghadapi tantangan masa depan. Dibantu oleh Pdt. Marcia Silaen, Ephorus secara interaktif mengajak seluruh anak sekolah minggu untuk mengikrarkan lima tekad penting. “Aku anak HKBP, bertekad: mengasihi Allah, menghormati orang tua, menyayangi adik, mencintai alam ciptaan Tuhan, dan mencintai HKBP,” seru anak-anak mengikuti arahan Ephorus. Kelima tekad ini selaras dengan pilar pembangunan sumber daya manusia yang beradab dan peduli lingkungan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia.

Nilai-nilai luhur tersebut juga diperkuat melalui tema jambore tahun ini, yakni “PELITA - Pancarkan Iman Di Tengah Keluarga”. Dalam khotbah ibadah pembukaan yang didasarkan pada Matius 5:14-16, Praeses Distrik XXI Banten, Pdt. Sumihar Sinaga, mengarahkan anak-anak agar menjadi pembawa terang yang menghidupi Hukum Taurat kelima di tengah keluarga. Khotbah ini mengiringi prosesi masuk yang sarat makna, di mana anak-anak berjalan berpasangan dengan praeses dan pelayan tahbisan, membawa simbol-simbol iman seperti Alkitab, Salib, Lilin, dan lampu semprong, serta disapa oleh maskot acara bernama 'Pelita' melalui layar videotron.

Ketua Umum Jambore Nasional, Desy Nainggolan, menekankan bahwa acara ini bukan sekadar ajang kumpul bersama. Jambore dirancang sebagai wadah pembinaan iman, pengembangan karakter Kristiani, serta ajang membangun persahabatan yang sehat. Dukungan penuh juga datang dari berbagai elemen. Mewakili unsur pemerintahan, Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deny Lumbantoruan, mengapresiasi langkah HKBP dan menjanjikan penghargaan akhir tahun bagi guru sekolah minggu dari setiap gereja. Sementara itu, Bapak Senta Leo dari The Remnant of Soldier of Christ (Eropa Timur) turut hadir memberikan motivasi berdasarkan Ulangan 6:4-9 agar anak-anak menjadi generasi penerus terbaik.

Rangkaian acara pembukaan ini turut diisi dengan apresiasi dari Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, kepada Ephorus HKBP dan seluruh panitia, serta komitmen dukungan dari para praeses dan perwakilan orang tua, Charles Tambunan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan defile dari seluruh peserta yang hadir. Melalui Jambore Nasional ini, HKBP berharap setiap anak yang hadir dapat dipersatukan, bertumbuh, dan kelak tampil sebagai terang yang membawa dampak positif bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.

Bagikan:WhatsApp FacebookX