Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Menembus Jalan Terjal Aceh Tengah: Asa dan Pertumbuhan Iman Jemaat HKBP di Kala Wih Ilang
Berita

Menembus Jalan Terjal Aceh Tengah: Asa dan Pertumbuhan Iman Jemaat HKBP di Kala Wih Ilang

7 Juli 2026

Perjalanan iman di wilayah pelosok sering kali menuntut perjuangan fisik yang tidak mudah. Hal inilah yang mewarnai perjalanan pelayanan pastoral Praeses HKBP Distrik XXIII Binjai Langkat, Pdt. Hotler Lumbantoruan, MM, saat mengunjungi jemaat di Desa Kala Wih Ilang, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, pada Senin (6/7/2026), meski dihadapkan pada tantangan geografis.

Menembus Jalan Terjal Aceh Tengah: Asa dan Pertumbuhan Iman Jemaat HKBP di Kala Wih Ilang


**TAKENGON (6/7)** – Perjalanan iman di wilayah pelosok sering kali menuntut perjuangan fisik yang tidak mudah. Hal inilah yang mewarnai perjalanan pelayanan pastoral Praeses HKBP Distrik XXIII Binjai Langkat, Pdt. Hotler Lumbantoruan, MM, saat mengunjungi jemaat di Desa Kala Wih Ilang, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, pada Senin (6/7/2026). Meski dihadapkan pada tantangan geografis, antusiasme jemaat setempat memancarkan optimisme dan kerinduan yang mendalam akan Firman Tuhan.

# Perjuangan Menembus Batas Geografis

Perjalanan misi pastoral ini dimulai pukul 08.00 WIB menuju sebelah selatan Kota Takengon. Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, tim terlebih dahulu singgah di kediaman St. V. Hutabarat /br. Manullang. Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan khusus selama 40 menit. Kondisi medan yang dilalui tergolong ekstrem dengan jalanan sempit, tanjakan terjal, dan berbatu. Beruntung cuaca cerah hari itu membuat jalur tidak berlumpur, sehingga perjalanan terasa sedikit lebih ringan.

## Potret Jemaat: Kerinduan di Tengah Keterbatasan

Berdasarkan diskusi sebelum keberangkatan, terungkap sebuah fakta sosiologis dan teologis yang menarik mengenai konteks jemaat di Kala Wih Ilang. Terdapat sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di desa tersebut. Namun, akibat jarak yang sangat jauh dan akses infrastruktur yang sulit menuju gereja induk (HKBP Takengon), sehingga baru 6 KK yang resmi terdaftar sebagai jemaat tetap. Kondisi inilah yang melatarbelakangi dibentuknya kegiatan ibadah di rumah-rumah. Kegiatan ini menjadi motor penggerak pertumbuhan iman sekaligus wadah bertambahnya jemaat di tengah keterbatasan akses ke gereja perkotaan.

Setibanya di lokasi, gotong royong langsung tercipta. Tim bersama jemaat mendirikan tenda, menggelar tikar, dan membersihkan area yang akan digunakan untuk beribadah. Dimulai dengan Ibadah Sekolah Minggu berlangsung menyentuh di sebuah gubuk sederhana bertembok terpal biru, bertiang kayu, dan beratap seng. Di ruang kecil inilah anak-anak bernyanyi, mendengarkan cerita Alkitab, dan berinteraksi langsung dengan Praeses yang menyempatkan diri menyapa mereka dengan hangat.

Sementara itu, ibadah umum dilaksanakan beralaskan tikar di bawah tenda terbuka. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Burju Hasintongan, S.Th selaku liturgis, dan Pdt. Hotler Lumbantoruan, MM sebagai pengkhotbah. Mengangkat nats dari Yohanes 3:16-21, Praeses mengingatkan jemaat bahwa kehadiran mereka di wilayah pelosok bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari rencana indah Tuhan. Beliau mengajak jemaat untuk senantiasa menyadari besarnya kasih karunia Allah yang telah mengorbankan Anak-Nya yang tunggal demi keselamatan manusia.

### Menatap Masa Depan: Harapan Rumah Doa dan Pendidikan

Setelah ibadah selesai, dilanjutkan dengan sesi ramah-tamah. Sesi tersebut menjadi ruang bagi jemaat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Salah seorang perwakilan jemaat, Bapak Tarigan, mengungkapkan dua harapan besar jemaat Kala Wih Ilang, yaitu: Kemandirian gereja dan pendidikan bagi anak-anak mereka. Jemaat berharap status mereka dapat segera ditingkatkan menjadi jemaat penuh dan memiliki bangunan fisik tempat mereka beribadah. Bangunan tersebut diharapkan dapat dibangun di tanah seluas 1 hektare milik mereka yang saat ini masih ditanami pohon kopi. Selain itu, jemaat sangat membutuhkan tenaga pendidik yang dapat mengajarkan Firman Tuhan serta pendidikan dasar (baca, tulis, hitung/calistung) bagi anak-anak desa.

Menanggapi hal tersebut, Pdt. Hotler Lumbantoruan menyatakan komitmennya untuk mengawal dan menindaklanjuti harapan jemaat. Sebagai bentuk dukungan nyata di awal, melalui HKBP Distrik XXIII Binjai Langkat, Praeses menyerahkan bantuan dana stimulan sebesar Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah) untuk kas jemaat. Dana tersebut diharapkan dapat berguna untuk menunjang pelayanan dan pembangunan gereja ke depan.

Kegiatan pastoral ini ditutup dengan makan siang bersama, sesi foto bersama, dan jabat tangan persaudaraan. Praeses bersama rombongan kemudian bertolak kembali ke Binjai untuk melanjutkan tugas pelayanan berikutnya, meninggalkan pesan pastoral agar jemaat Kala Wih Ilang terus bertumbuh dalam iman, pengharapan dan kasih di dalam Yesus Kristus.

Salam Transformasi! 

Galeri Foto

10 foto • klik untuk memperbesar

Bagikan:WhatsApp FacebookX
Menembus Jalan Terjal Aceh Tengah: Asa dan Pertumbuhan Iman Jemaat HKBP di Kala Wih Ilang