
“Dari Ketegangan Menuju Rekonsiliasi”: Pesan Kunci Kadep Marturia untuk Calon Pelayan HKBP
17 Juni 2026
Kepala Departemen Marturia HKBP membekali para Calon Pelayan HKBP dengan seminar Manajemen Konflik di STT HKBP Pematangsiantar (17/6). Mengangkat tema “Dari Ketegangan Menuju Rekonsiliasi,” pembekalan ini bertujuan mempersiapkan calon pelayan agar mampu mengelola dinamika bergereja secara bijaksana dan tampil sebagai pembawa damai.
PEMATANGSIANTAR (17/6) - Dinamika dan potensi konflik merupakan bagian yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bergereja. Menyadari realitas tersebut, Kepala Departemen Marturia HKBP turun langsung memberikan seminar pembekalan kepada para Calon Pelayan HKBP yang tengah menjalani masa kompetensi di lingkungan Sekolah Tinggi Theologi (STT) HKBP Pematangsiantar pada Rabu (17/6).
Seminar ini secara khusus mengangkat tema "Kepemimpinan Managemen Konflik Dalam Gereja: Dari Ketegangan Menuju Rekonsiliasi." Dalam pemaparannya yang sistematis, Bapak Kepala Departemen Marturia membagikan berbagai pengalaman kepemimpinan dan studi kasus pelayanan nyata sebagai sumber pembelajaran. Beliau menekankan kepada para peserta bahwa konflik di tengah jemaat tidak selalu harus berujung pada perpecahan. Sebaliknya, jika dikelola dengan bijaksana dan diikat dengan kasih, ketegangan justru dapat diubah menjadi jalan menuju rekonsiliasi.
Lebih lanjut, beliau membekali para peserta dengan cara-cara praktis dalam merespons potensi konflik yang mungkin muncul di medan pelayanan. Melalui pendekatan ini, para calon pelayan diajak untuk membangun kesadaran bahwa mereka adalah calon pemimpin umat. Mereka dituntut tidak hanya pandai berkhotbah, tetapi kelak harus mampu tampil sebagai pemberi resolusi atas persoalan yang terjadi, menjaga persekutuan jemaat agar tetap bertumbuh dalam kasih Kristus, serta menjadi agen pembawa damai sejati.
Meski seminar ini berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, materi yang disampaikan berhasil memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Hal ini terlihat nyata dari tingginya antusiasme, perhatian penuh, serta keterlibatan aktif seluruh peserta selama kegiatan berlangsung. Semangat ini menunjukkan kesiapan para Calon Pelayan HKBP untuk terus belajar dan mematangkan kapasitas kepemimpinan mereka dalam menghadapi segala bentuk tantangan pelayanan ke depan.
Melalui seminar ini, diharapkan ilmu manajemen konflik yang dibagikan dapat menjadi bekal pelayanan yang berharga. Ke depannya, para Calon Pelayan HKBP ini diharapkan mampu melayani jemaat dengan kerendahan hati, terampil membangun rekonsiliasi, serta senantiasa menjadi pemimpin yang menghadirkan damai sejahtera dan pengharapan di wilayah pelayanan mana pun mereka kelak ditempatkan.