Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Deklarasi PWGSU di Jakarta: Ephorus HKBP Gaungkan Restorasi Moral dan Jalan Keadilan
Berita

Deklarasi PWGSU di Jakarta: Ephorus HKBP Gaungkan Restorasi Moral dan Jalan Keadilan

18 April 2026

Pimpinan gereja asal Sumatera Utara se-Jabodetabek resmi mendeklarasikan Persaudaraan Warga Gereja Sumatera Utara (PWGSU) di Jakarta, (18/4). Sebagai wadah persatuan lintas denominasi, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, menekankan pentingnya perdamaian, kasih, dan keadilan sebagai fondasi utama organisasi demi mewujudkan restorasi moral dan kesejahteraan bangsa.

JAKARTA (18/4) – Para pimpinan gereja dari berbagai denominasi asal Sumatera Utara di wilayah Jabodetabek secara resmi mendeklarasikan pembentukan organisasi Persaudaraan Warga Gereja Sumatera Utara (PWGSU). Deklarasi bersejarah yang mengusung semangat keberagaman melalui sapaan Syalom, Horas, Mejuah-juah, Njuah-njuah, hingga Ya’ahowu ini, dilaksanakan di Jakarta pada Sabtu, 18 April 2026. PWGSU didirikan sebagai wadah persatuan umat yang dilandasi oleh semangat kasih, pengharapan, dan kerukunan, merujuk pada firman Tuhan dalam Mazmur 133:1 tentang kebaikan dan keindahan hidup rukun secara bersama-sama di dalam Kristus.

Dalam momen deklarasi tersebut, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., menyampaikan pesan mendalam yang menjadi landasan spiritual serta arah pergerakan bagi PWGSU. Ia memberikan penekanan khusus terkait panggilan umat Kristiani untuk selalu membawa terang dan menolak segala bentuk pertikaian. Secara tegas, beliau menyatakan bahwa seluruh warga gereja harus menjadikan perdamaian dan keadilan sebagai landasan kehidupan. “Kita berdiri teguh di pihak perdamaian—bukan sebagai sikap pasif yang lemah, melainkan sebagai pilihan moral yang berakar pada penghargaan mendalam terhadap martabat setiap insan,” pesannya. Ephorus HKBP juga mengingatkan bahwa setiap kehidupan adalah anugerah tak tergantikan. Oleh karena itu, kasih dan kebijaksanaan harus selalu menjadi fondasi utama bagi penciptaan dunia yang lebih beradab, serta menolak perang sebagai jalan penyelesaian masalah.

Sejalan dengan pesan Ephorus HKBP, deklarasi PWGSU menetapkan visi yang jelas, yakni menjadi wadah persatuan warga gereja asal Sumatera Utara serta menjadi penggerak kepedulian dan tolong-menolong di mana pun mereka berada. Untuk mewujudkannya, PWGSU merumuskan empat misi strategis: meneguhkan persatuan lintas denominasi gereja, membina generasi muda agar memiliki karakter dan integritas, menjadi pelopor moralitas Kristen di tengah masyarakat, serta menggerakkan solidaritas dari pusat hingga daerah demi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.

Di samping visi dan misi, PWGSU juga menyatakan lima poin komitmen dan sikap resmi organisasi untuk merespons persoalan sosial saat ini. Poin pertama yang paling ditekankan adalah penerapan nol toleransi terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat. PWGSU secara tegas menyatakan perang melawan peredaran Narkoba, praktik judi online, serta pinjaman online ilegal yang kian merusak sendi-sendi kehidupan. PWGSU bertekad untuk terus menjadi garda terdepan dalam mendorong restorasi moral dan etika bangsa.

Lebih jauh, PWGSU berkomitmen untuk memajukan sektor pendidikan, keahlian, dan profesionalitas para generasi muda. Organisasi ini akan berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui program-program strategis bersama pihak gereja, serta mendukung penuh upaya pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan dan memberantas segala praktik yang merugikan masyarakat.

Perhatian terhadap kelestarian ekologi juga menjadi salah satu fokus penting dalam komitmen PWGSU. Organisasi ini akan turut menjaga dan memulihkan lingkungan hidup melalui program pelestarian serta rehabilitasi ekosistem. Langkah ini mencakup pengelolaan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan, pemanfaatan kembali lahan pasca-industri secara bijaksana, pelaksanaan reboisasi, hingga pemulihan hak-hak masyarakat adat.

Sebagai penutup acara, seluruh pimpinan gereja yang hadir menaruh harapan besar agar PWGSU dapat benar-benar berfungsi sebagai wadah pelayanan dan berkat bagi masyarakat luas. Melalui persaudaraan ini, warga gereja diajak untuk terus berjalan dalam kasih, merawat persatuan, menjadi terang bagi Sumatera Utara, serta memberikan kontribusi yang positif dan berdampak nyata bagi Indonesia.

Bagikan:WhatsApp FacebookX
Deklarasi PWGSU di Jakarta: Ephorus HKBP Gaungkan Restorasi Moral dan Jalan Keadilan