Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Digelar Hibrida Akibat Erupsi, Rapat Praeses HKBP Tetapkan Isu Ekologi dan Sosial Sebagai Fokus Pelayanan 2027
Berita

Digelar Hibrida Akibat Erupsi, Rapat Praeses HKBP Tetapkan Isu Ekologi dan Sosial Sebagai Fokus Pelayanan 2027

9 September 2026

Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan resmi menutup Rapat Praeses di Pearaja Tarutung, Rabu (9/9). Rapat yang digelar secara hibrida sejak 7 September akibat erupsi Anak Krakatau ini merumuskan langkah pelayanan strategis. Fokus pelayanan HKBP tahun 2027 secara khusus diarahkan pada isu Ekologi, Sosial, dan Tata Kelola guna merespons krisis lingkungan.

TARUTUNG (9/9) - Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, secara resmi menutup rangkaian Rapat Praeses HKBP yang telah berlangsung sejak 7 hingga 9 September 2026 di Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Kantor Pusat HKBP, Pearaja Tarutung. Agenda strategis ini diselenggarakan sebagai pemenuhan amanat Tata Gereja HKBP untuk mendengar, memikirkan, dan merumuskan langkah-langkah terbaik bagi kehidupan serta pelayanan gereja ke depan. Kegiatan ini juga dihadiri dihadiri secara penuh oleh unsur pimpinan pusat lainnya, yakni Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kepala Departemen Marturia Pdt. Bernard Manik, M.Th, dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min.

Pelaksanaan rapat tahun ini memiliki dinamika tersendiri dengan diterapkannya sistem hibrida. Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan delapan orang Praeses tidak dapat hadir secara langsung di Kantor Pusat HKBP. Namun, jarak tidak menjadi penghalang bagi kebersamaan dan tanggung jawab pelayanan. Dengan memanfaatkan sarana teknologi komunikasi secara daring, kedelapan Praeses tersebut tetap dapat berpartisipasi penuh mengikuti persidangan dari distrik mereka masing-masing.

Sesuai Aturan Pelaksanaan (AP) HKBP, para Praeses memikirkan upaya peningkatan kedewasaan kerohanian jemaat, penghayatan Firman Tuhan oleh pelayan, serta peningkatan kualitas Perguruan Tinggi Teologi HKBP. Secara khusus, diskusi persidangan menyoroti rumusan pelayanan gereja untuk tahun 2027 yang akan menitikberatkan pada tiga pilar utama: Ekologi, Sosial, dan Tata Kelola (Governance). Tim Penyusun Buku Panduan Orientasi Pelayanan HKBP 2027 turut hadir dalam rapat untuk membagikan konsep penguatan ketiga aspek tersebut.

Krisis ekologi menjadi perhatian serius dalam rapat ini. Perambahan dan penebangan hutan demi kepentingan ekonomi segelintir pihak dinilai telah mengakibatkan kesengsaraan yang luas. Kerusakan ini tidak sebatas memicu pemanasan dan pencairan global serta penumpukan sampah ekologi dan e-waste, tetapi juga berujung pada penderitaan sosial yang nyata. Persidangan mencatat bahwa kerusakan lingkungan telah memicu pengungsian, penggusuran, hingga hilangnya nyawa, yang pada akhirnya turut menghambat pelayanan dan tata kelola gereja. Oleh karena itu, para pemimpin gereja diajak untuk serius meneladani Kristus sebagai Sang Pembebas dalam memperbaiki tata kelola lingkungan dan sosial.

Melalui seluruh rangkaian Rapat Praeses ini, Ephorus HKBP berharap agar gereja semakin berakar kuat pada Firman Tuhan. Keputusan-keputusan strategis yang telah diambil diharapkan dapat menghasilkan buah yang baik bagi pertumbuhan iman jemaat, sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan dan HKBP sungguh-sungguh hadir menjadi berkat yang solutif bagi dunia.

Bagikan:WhatsApp FacebookX
Digelar Hibrida Akibat Erupsi, Rapat Praeses HKBP Tetapkan Isu Ekologi dan Sosial Sebagai Fokus Pelayanan 2027