
Edukasi Generasi Muda Rawat Alam Dairi, HKBP dan Yayasan Diakonia Pelangi Kasih Padukan Seminar Ekoteologi dan Festival Musik
25 April 2026
Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, dan Praeses Distrik VI Dairi, Pdt. Riedel Sihotang, menegaskan komitmen gereja dalam pelestarian lingkungan pada Seminar Ekoteologi di Dairi, Sabtu (25/4/2026). Melalui pendekatan edukatif dan seni, HKBP mengajak generasi muda mewujudkan iman dengan aksi nyata menjaga kebersihan dan menanam pohon.
DAIRI (25/4) – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) kembali menegaskan peran aktifnya dalam merespons isu-isu pelestarian alam sebagai bagian integral dari pelayanan gereja. Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan dan kehadiran langsung pimpinan HKBP dalam kegiatan Seminar Ekoteologi dan Festival Musik yang diselenggarakan oleh Yayasan Diakonia Pelangi Kasih di Gedung Nasional Djauli Manik, Kabupaten Dairi, pada Sabtu (25/4/2026).
Hadir sebagai narasumber utama dalam seminar tersebut adalah Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, dan Praeses HKBP Distrik VI Dairi, Pdt. Riedel Sihotang, M.Th. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pelayan penuh waktu yang bertugas di wilayah pelayanan HKBP Distrik VI Dairi. Keterlibatan terstruktur dari pimpinan departemen, praeses, hingga pelayan di tingkat distrik ini merupakan bentuk penegasan institusional bahwa HKBP memandang isu lingkungan bukan sekadar urusan sosial atau kemasyarakatan, melainkan wujud nyata dari panggilan iman kekristenan untuk merawat ciptaan Tuhan.
Dalam pemaparannya, pimpinan HKBP mengajak para peserta yang mayoritas merupakan remaja dan generasi muda gereja untuk memahami serta mengaplikasikan konsep ekoteologi. Pendekatan ini mengajarkan bahwa menjaga kelestarian lingkungan harus dimulai dari langkah-langkah terukur di tingkat individu. Hal tersebut mencakup pembiasaan pola hidup bersih, peningkatan kepedulian terhadap kondisi alam sekitar, serta keterlibatan aktif dalam berbagai gerakan penghijauan di daerah masing-masing.
Penyelenggaraan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi terhadap kondisi lingkungan di wilayah Dairi serta dinamika sosial generasi mudanya. Terdapat keprihatinan bahwa banyak remaja dan pemuda yang setelah merantau, secara perlahan kehilangan keterikatan dan perhatian terhadap kondisi lingkungan kampung halamannya. Dengan demikian, HKBP bersama Yayasan Diakonia Pelangi Kasih menjadikan forum ini sebagai medium edukasi untuk menanamkan kembali kesadaran bahwa Dairi adalah rumah bersama yang membutuhkan partisipasi aktif generasi mudanya untuk terus dijaga, dirawat, dan dicintai kelestariannya.
Sebagai tindak lanjut konkret dari pemaparan seminar, seluruh peserta dan pelayan gereja yang hadir menyepakati sebuah komitmen ekologis bersama. Setiap individu didorong dan ditargetkan untuk melakukan aksi nyata berupa penanaman minimal satu pohon. Gerakan kolektif ini diproyeksikan menjadi langkah awal yang strategis untuk membangun kembali kesadaran komunal masyarakat Dairi, terutama generasi muda, mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem alam.
Selain pendekatan akademis dan teologis melalui seminar, kegiatan ini juga mengadopsi pendekatan kultural melalui penyelenggaraan festival musik. Musik dipilih sebagai sarana komunikasi alternatif yang sangat relevan dan dekat dengan dunia remaja. Melalui medium seni, pesan-pesan mengenai kepedulian lingkungan ditransformasikan menjadi narasi yang lebih mudah dipahami dan diterima oleh target peserta. Melalui sinergi antara edukasi ekoteologi, persekutuan iman, dan apresiasi seni ini, HKBP menargetkan tumbuhnya generasi muda Dairi yang memiliki kesadaran ekologis yang kuat dan terarah. Merawat lingkungan diharapkan tidak lagi dipandang sebagai sebuah beban atau program semata, melainkan sebagai bentuk kesaksian hidup orang beriman dan wujud kasih yang nyata kepada sesama serta kepada ciptaan Tuhan secara keseluruhan.