
Ephorus HKBP Kunjungi dan Salurkan Bantuan untuk 40 Keluarga Korban Kebakaran di Lhokseumawe
14 Mei 2026
Menjelang ibadah Kenaikan Kristus, Kamis (14/5/2026), Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, mengunjungi jemaat korban kebakaran di Lhokseumawe. Musibah pada 5 Mei lalu mengakibatkan 40 keluarga HKBP mengungsi di gereja. Selain menyalurkan bantuan dana, Ephorus menegaskan bahwa gereja harus hadir sebagai rumah kasih dan momen ini membuktikan penyertaan Tuhan tidak pernah putus.
LHOKSEUMAWE (14/5) – Pimpinan tertinggi Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Ephorus Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, melakukan kunjungan pastoral ke HKBP Lhokseumawe, Aceh, pada Kamis (14/5/2026). Kunjungan ini bertepatan dengan momen perayaan Hari Kenaikan Tuhan Yesus, sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran gereja untuk menyapa langsung warga jemaat yang menjadi korban bencana kebakaran.
Peristiwa nahas yang diduga kuat diakibatkan oleh korsleting listrik tersebut melanda permukiman padat penduduk di kawasan Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, pada 5 Mei 2026 lalu. Dari data yang terhimpun, sebanyak 84 unit rumah hangus terbakar dan berdampak pada 85 Kepala Keluarga (KK) secara keseluruhan. Dari jumlah tersebut, terdapat 40 KK warga jemaat HKBP yang kehilangan tempat tinggal dan hingga kini terpaksa bertahan di posko pengungsian sementara di ruang bawah tanah (basement) gereja HKBP Lhokseumawe.
Di hadapan jemaat yang masih bergumul dengan puing dan kehilangan, Ephorus HKBP menyampaikan pesan teologis untuk menguatkan mental dan spiritual para korban. Mengutip teks Kisah Para Rasul 1:11, beliau membedah makna kata Yunani analēmphtheis (diangkat masuk ke dalam kemuliaan). Ephorus menegaskan bahwa kenaikan Kristus ke surga bukanlah sebuah perpisahan di mana Yesus “pergi meninggalkan” murid-murid-Nya sebagai yatim piatu. Sebaliknya, peristiwa tersebut adalah wujud pemuliaan Kristus yang tetap menjangkau dan menyertai umat-Nya dalam pergumulan seberat apa pun melalui kehadiran Roh Kudus.
Ephorus menyerukan bahwa gereja bukan sekadar tempat menjalankan ritus ibadah, melainkan harus menjadi rumah kasih yang saling menopang di masa sulit. Sebagai bentuk solidaritas, Ephorus bersama Praeses HKBP Distrik XXIII Binjai Langkat, Pdt. Hotler Lumbantoruan, MM., menyerahkan bantuan dana untuk meringankan beban korban, meliputi Rp40 juta dari Kantor Pusat HKBP, Rp30 juta dari Distrik Binjai Langkat, dan Rp10 juta dari Resort Langsa. Selain itu, disalurkan pula bantuan sebesar Rp1 juta bagi setiap keluarga terdampak, penyerahan boras sipir ni tondi (beras penguat jiwa), serta bingkisan khusus untuk menghadirkan sukacita bagi anak-anak Sekolah Minggu. Ephorus juga mendorong pentingnya sinergi antara gereja dan Pemerintah Daerah setempat untuk menata kembali kehidupan para korban ke depan.
Kunjungan ke Aceh ini juga menyisakan pesan mendalam terkait pelestarian lingkungan. Dalam perjalanannya menuju Lhokseumawe, Ephorus dan rombongan sempat singgah menjumpai parhalado dan jemaat HKBP Bukit Mas Resort Besitang. Pertemuan tersebut mengingatkan kembali pada bencana ekologis akhir tahun lalu di mana 170 KK jemaat terendam banjir. Bertolak dari dua rentetan peristiwa tersebut, Ephorus mengingatkan seluruh umat bahwa iman yang sejati harus diwujudkan dengan cara merawat alam ciptaan Tuhan. Bumi tidak boleh dieksploitasi tanpa batas, melainkan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab demi meminimalkan potensi bencana dan mewujudkan masa depan yang lebih teduh. Kunjungan pastoral ini kemudian ditutup dengan lawatan ke HKBP Langsa dalam rute perjalanan pulang rombongan.