
Ephorus HKBP Lantik Ketua Baru STGH Sipoholon, Ingatkan Bahaya 'Sarjana Chat GPT' di Era AI
2 Juli 2026
Ephorus HKBP melantik Pdt. Arthur Mangatur Lumbantobing sebagai Ketua STGH HKBP Sipoholon periode 2026-2030, Kamis (2/7). Ephorus memberikan peringatan keras agar mahasiswa teologi tidak menjadi "SCGPT" akibat ketergantungan pada Artificial Intelligence (AI). Ephorus juga menekankan pentingnya lima pilar karakter bagi pelayan gereja agar tetap relevan dan berdampak di tengah disrupsi teknologi.
SIPOHOLON (2/7) - Disrupsi teknologi berupa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan teologi menjadi perhatian tajam bagi pucuk pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., secara lugas memperingatkan agar kampus tidak melahirkan “SCGPT” atau Sarjana Chat GPT akibat menurunnya minat baca dan ketergantungan berlebih pada teknologi AI untuk urusan akademis. Kritik dan arahan pastoral tersebut disampaikan oleh Ephorus saat melantik Pdt. Arthur Mangatur Lumbantobing, M.Th., sebagai Ketua Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP Sipoholon Periode 2026-2030 di HKBP Simanungkalit Resort Sipoholon I, Kamis (2/7). Pdt. Arthur resmi meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari Pdt. Manaek Simanungkalit, S.Th., M.Pd.K., yang telah mengabdi pada periode 2021-2026.
Dalam bimbingannya, Ephorus menegaskan bahwa hamba Tuhan yang berkarakter tidak turun dari langit begitu saja, melainkan harus ditempa dan dibentuk sejak dari bangku kuliah. Untuk membentengi calon pelayan dari kemerosotan nilai, Ephorus memaparkan lima pilar penting yang harus dihidupi, yakni: spiritualitas yang tangguh, karakter yang terpuji dan teruji, kecerdasan intelektual yang cemerlang, keterampilan mumpuni, serta semangat melayani yang terus berkobar. Lebih lanjut, Ephorus menginstruksikan Pdt. Arthur agar pada tahap awal masa jabatannya langsung berfokus pada langkah konkret yang memberikan dampak STGH bagi masyarakat Sipoholon dan Tarutung.
Keprihatinan terhadap ancaman AI juga digaungkan oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, yang bertindak sebagai pengkhotbah. Bertolak dari nas 1 Petrus 5:2, ia menyoroti kemajuan AI yang kini mampu merancang khotbah hanya dalam hitungan detik. Namun, ia mengingatkan bahwa AI hanyalah alat yang buta; ia tidak memiliki nurani, iman, moral, dan tanggung jawab, sehingga tidak akan pernah bisa menggantikan esensi penggembalaan manusia. Pdt. Deonal meyakini bahwa sejarah STGH, yang berdiri kokoh melanjutkan semangat historis Seminarium Sipoholon warisan misionaris dalam mencetak ribuan Guru Huria, adalah bukti nyata missio dei (misi Allah). Oleh karena itu, para pemimpin gereja dipanggil untuk melayani dengan kasih dan kerelaan, bukan sebagai robot pencetak informasi.
Merespons amanat tersebut, Ketua STGH yang baru dilantik, Pdt. Arthur Lumbantobing, menyatakan komitmennya untuk mengupayakan STGH sebagai lembaga pendidikan yang relevan dengan tuntutan zaman. Dalam sambutannya, ia menargetkan percepatan peningkatan mutu pendidikan di kancah lokal dan nasional, termasuk perampungan status akreditasi serta berbagai regulasi kelembagaan.
Acara pelantikan yang mengusung tema “Memimpin dengan hikmat, melayani dengan integritas” ini berlangsung khidmat. Momen bersejarah tersebut turut disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan teras HKBP, di antaranya Kepala Departemen Marturia Pdt. Bernard Manik, M.Th, Kepala Departemen Diakonia Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min, Ephorus Emeritus Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing, Wakil Rektor II IAKN Dr. O.T. Aritonang, Ketua Yayasan STT-HKBP St. Ir. Ido Hutabarat, Ketua STT HKBP Pdt. Dr. Sukanto Limbong, perwakilan dari Sekolah Tinggi Diakones HKBP, jemaat dan mahasiswa/i STGH HKBP.