Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Ephorus HKBP: Lulusan STT HKBP Harus Membawa Kebaikan bagi Dunia
Berita

Ephorus HKBP: Lulusan STT HKBP Harus Membawa Kebaikan bagi Dunia

16 Oktober 2026

Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST mendorong 136 lulusan STT HKBP Pematangsiantar menjadi bagian dari transformasi gereja dan masyarakat. Dalam wisuda Sarjana dan Magister Teologi di Pematangsiantar, Jumat (16/10/2026), ia menegaskan pendidikan teologi harus melahirkan pelayan yang kuat secara spiritual, intelektual, karakter, dan kepedulian sosial.

PEMATANGSIANTAR (16/10) - Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST mengajak para lulusan Sekolah Tinggi Teologi (STT) HKBP Pematangsiantar menjadikan pendidikan yang telah ditempuh sebagai bekal untuk membawa kebaikan bagi gereja, masyarakat, dan dunia. Pesan tersebut disampaikannya dalam bimbingan pastoral pada Wisuda Sarjana Teologi dan Magister Teologi Tahun Akademik 2025/2026 di Gereja HKBP Siantar Kota, Jumat (16/10/2026). Sebanyak 136 wisudawan dan wisudawati mengikuti Sidang Senat Terbuka, terdiri atas 84 lulusan Program Sarjana Teologi dan 52 lulusan Program Magister Teologi.

Menurut Ephorus, wisuda bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia menyebut keberhasilan para lulusan sebagai perpaduan antara anugerah Tuhan dan perjuangan manusia yang melibatkan mahasiswa, orang tua, dosen, tenaga kependidikan, pengurus yayasan, penyedia beasiswa, serta berbagai pihak yang mendukung proses pendidikan. Karena itu, rasa syukur atas pencapaian akademik perlu diwujudkan melalui kehidupan yang bermanfaat bagi sesama.

Ephorus mengingatkan bahwa para lulusan memasuki pelayanan pada masa Orientasi Pelayanan HKBP 2024–2028 yang menekankan transformasi atau hamubaon tu na umuli, perubahan menuju keadaan yang lebih baik. Transformasi tersebut mencakup pembaruan cara berpikir, bersikap, melayani, serta memperlakukan sesama dan seluruh ciptaan Tuhan. Di tengah kemiskinan, ketidakadilan, konflik, kerusakan lingkungan, penderitaan kemanusiaan, dan perkembangan teknologi, menurutnya, kehadiran seorang sarjana teologi harus memberikan arti bagi kehidupan masyarakat.

“Kiranya dengan bertambahnya sarjana teologi hari ini, bertambah pula kebaikan di dunia ini,” demikian salah satu pesan Ephorus kepada para lulusan. Ia menekankan lima kualitas yang perlu dikembangkan seorang pelayan, yakni spiritualitas yang tangguh, karakter yang terpuji dan teruji, kecerdasan intelektual, keterampilan pelayanan, serta semangat melayani. Para lulusan juga diingatkan menggunakan kecerdasan buatan secara bijaksana sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir dan tanggung jawab intelektual.

Kepada sivitas akademika, Ephorus mendorong STT HKBP terus mengembangkan pendidikan teologi yang berpusat pada Kristus dan memiliki kepedulian terhadap persoalan manusia. Pendidikan teologi, menurutnya, tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk melayani di lingkungan gereja, tetapi juga membentuk pelayan yang mampu membaca Alkitab secara mendalam, memahami kenyataan sosial, menyuarakan kebenaran, serta peka terhadap penderitaan manusia dan kerusakan ciptaan. Ia menekankan pentingnya kesatuan antara ortodoksi, ortopraksis, dan ortopati dalam pembentukan pelayan gereja.

Wisuda tahun ini mengangkat tema “Walking Humbly with God” berdasarkan Mikha 6:8, dengan subtema yang menekankan pelayanan dalam keadilan, belas kasih, dan kerendahan hati bagi transformasi gereja dan bangsa. Ketua STT HKBP Pdt. Dr. Sukanto Limbong, M.Th. dalam orasi akademiknya menegaskan bahwa lulusan teologi tidak hanya dipersiapkan menjadi cendekiawan, tetapi juga pelayan berkarakter yang mampu merespons persoalan gereja dan masyarakat. Keadilan, belas kasih, dan kerendahan hati ditekankan sebagai nilai yang perlu diwujudkan dalam pelayanan para lulusan.

Dalam wisuda tersebut, STT HKBP juga menetapkan lulusan terbaik berdasarkan prestasi akademik dan ketepatan waktu penyelesaian studi. Dari Program Sarjana Teologi, tiga lulusan terbaik adalah Bonita Dwi Lestari Sihombing dengan IP 3,81, Yohana Romatua Situmorang dengan IP 3,81, dan Elizabeth Rut Hanna Sianturi dengan IP 3,78. Dari Program Magister Teologi, lulusan terbaik adalah Mariska Sinaga dengan IP 3,86, Wellem Saputra Munthe dengan IP 3,78, serta Parlaungan Christoffel Simanjuntak dengan IP 3,74.

Momentum wisuda juga memperlihatkan perkembangan akademik STT HKBP. Program Studi Sarjana Teologi telah memperoleh Akreditasi Unggul, sementara 20 dari 21 dosen atau sekitar 95 persen telah memiliki jabatan fungsional akademik. Dalam bidang penelitian, STT HKBP mencatat 10 penelitian yang melibatkan dosen dan mahasiswa serta 58 luaran ilmiah berupa publikasi, book chapter, hak kekayaan intelektual, buku ajar, dan monograf.

STT HKBP juga mempersiapkan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education pada Tahun Akademik 2026/2027 serta memperluas kerja sama dengan institusi nasional dan internasional. Kemitraan yang telah dikembangkan antara lain melibatkan Handong Global University di Korea Selatan, Fjellhaug International University College di Norwegia, BRIN, perguruan tinggi, gereja, dan lembaga lainnya. STT HKBP juga terlibat dalam forum Lutheran World Federation di Jakarta serta menjalankan program pemberdayaan masyarakat dan dukungan pembangunan rumah layak huni bersama mitra pelayanan.

Dimensi pelayanan bagi bangsa turut ditegaskan melalui sambutan Kementerian Hak Asasi Manusia RI yang disampaikan Kepala Biro Umum, Protokol, dan Hubungan Masyarakat Pungka Marudut Sinaga, S.Kom., M.H. Para lulusan didorong merawat kebinekaan, menjaga martabat manusia, mendidik jemaat menjadi warga negara yang berintegritas, serta bersikap kritis dan konstruktif terhadap persoalan sosial. Gereja dan negara, menurutnya, memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga martabat manusia, terutama mereka yang lemah, terpinggirkan, dan mengalami ketidakadilan.

Kepada orang tua dan keluarga wisudawan, Ephorus menyampaikan penghargaan atas doa, kerja keras, dan pengorbanan yang menyertai perjalanan pendidikan para lulusan. Ia mengajak keluarga mensyukuri pencapaian tersebut sebagai bagian dari perjalanan yang ditopang banyak pihak. Bagi STT HKBP, wisuda ini sekaligus meneguhkan komitmen untuk menghasilkan lulusan yang beriman, berilmu, berkarakter, dan mampu memberi kontribusi bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.

Bagikan:WhatsApp FacebookX