
Ephorus HKBP Pimpin MBO dan Peresmian HKBP Wonogiri
2 Agustus 2026
Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, memimpin Mameakhon Batu Ojahan (MBO) sekaligus peresmian HKBP Wonogiri menjadi jemaat penuh (Huria Na Gok), Minggu (2/8/2026). Bertumbuh signifikan dalam empat tahun, peresmian ini turut dihadiri Bupati Wonogiri sebagai wujud nyata tingginya toleransi dan keharmonisan beragama di daerah tersebut.
WONOGIRI (2/8) - Berawal dari benih iman persekutuan sederhana yang hanya terdiri dari sepuluh kepala keluarga (KK) pada empat tahun silam, Pos Pelayanan HKBP Wonogiri kini resmi bertumbuh menjadi jemaat penuh (Huria Na Gok) dengan jumlah 26 KK. Mensyukuri anugerah pertumbuhan tersebut, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST., hadir langsung memimpin Ibadah Minggu sekaligus meresmikan Mameakhon Batu Ojahan (MBO) atau peletakan batu penjuru di gereja yang bernaung di bawah Resort Solo, Distrik XVIII Jabartengdiy tersebut pada Minggu (2/8/2026).
Dalam pesan pastoralnya yang menjadi sorotan utama, Ephorus mengingatkan seluruh jemaat bahwa pertumbuhan gereja adalah murni karya indah dari Tuhan. “Pertumbuhan ini mengingatkan kita bahwa Tuhan sendiri yang memberi pertumbuhan kepada gereja-Nya, sementara kita dipanggil untuk tetap setia menanam, menyiram, dan melayani,” ungkap Ephorus. Ia menaruh harapan besar agar HKBP Wonogiri tidak sekadar bertumbuh secara jumlah, tetapi terlebih dalam kedewasaan iman. Gereja diharapkan mampu menjadi terang yang bercahaya, garam yang memberi rasa, serta rumah rohani yang menghadirkan kasih Kristus bagi masyarakat luas.
Sebelum prosesi MBO, tahapan peresmian HKBP Wonogiri menjadi Huria Na Gok dipimpin secara langsung oleh Praeses HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy, Pdt. Nekson Simanjuntak. Peresmian ini merupakan puncak dari ketekunan jemaat yang telah melewati berbagai tahapan, mulai dari pendirian pos pelayanan, pengadaan lahan, hingga pembangunan fisik gereja.
Dalam prosesi sakral MBO yang menjadi fondasi bergereja di HKBP, diletakkan sebuah peti perjanjian di batu penjuru. Peti tersebut berisi seluruh perangkat dasar HKBP, yang meliputi Bibel, Buku Ende, Agenda, Konfessi, Aturan Peraturan, RPP, surat gereja, hingga surat perjanjian jemaat.
Momen bersejarah bagi HKBP di Jawa Tengah ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran jajaran pemimpin daerah. Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, hadir langsung didampingi Sekretaris Daerah F.X. Pranata AP, M.Hum., perwakilan Dandim Letkol Santoso, serta jajaran anggota dewan kabupaten. Turut hadir memberikan dukungan moral, mantan Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri, Dr. Radot Pasaribu, yang bersedia terbang jauh dari Sulawesi demi menghadiri acara ini.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Sukarno menyambut hangat kehadiran dan status baru HKBP di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa Wonogiri adalah rumah harmoni tempat seluruh elemen bangsa dapat hidup berdampingan. Pemerintah daerah berharap warga HKBP terus memberikan kontribusi penting bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Wonogiri. Dukungan ini juga terbukti nyata ketika Sekda F.X. Pranata hadir langsung meresmikan rampungnya pembangunan gedung gereja ini pada 2 Mei 2026 lalu.
Ephorus HKBP mengaku sangat terkesan atas kehadiran dan dukungan penuh para pemimpin daerah tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan tingginya nilai kerukunan, semangat gotong royong, serta toleransi antarumat beragama di Wonogiri, sekaligus membuktikan bahwa warga HKBP di perantauan mampu merajut hubungan sosial yang sangat baik.
Selain memuji keharmonisan sosialnya, Pdt. Dr. Victor Tinambunan juga memberikan apresiasi khusus terhadap kelestarian alam Wonogiri. Melihat luas dan indahnya hamparan persawahan di daerah tersebut, Ephorus memuji kebijakan visioner Pemerintah Kabupaten Wonogiri yang melindungi dan melarang alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman. Kebijakan ini dinilai sangat krusial, tidak hanya demi mempertahankan keindahan ciptaan Tuhan, tetapi juga untuk menjamin ketahanan pangan bagi generasi yang akan datang.