Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Ephorus HKBP Tegaskan Sinergi Gereja dan Kepolisian untuk Jaga Keamanan dan Perangi Narkoba
Berita

Ephorus HKBP Tegaskan Sinergi Gereja dan Kepolisian untuk Jaga Keamanan dan Perangi Narkoba

22 Oktober 2026

Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST menegaskan pentingnya kerja sama gereja, kepolisian, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, memerangi narkoba, serta membangun disiplin berlalu lintas saat menerima kunjungan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., di Medan, 22 Oktober 2026.

MEDAN (22/10) - Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, memerangi peredaran serta penyalahgunaan narkoba, dan membangun disiplin berlalu lintas. Penegasan itu disampaikannya saat menerima kunjungan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., beserta jajaran pejabat utama Polda Sumatera Utara di Kantor HKBP Distrik X Medan-Aceh, Kamis (22/10/2026). Menurut Ephorus, ketiga hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas kepolisian.

Ephorus menyambut kunjungan Kapolda Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Ia memaknai kehadiran Kapolda sebagai cerminan semangat pengabdian sekaligus pelaksanaan seruan agar polisi hadir bersama masyarakat. Kepolisian diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga menjadi mitra dalam membangun kehidupan yang aman, tertib, dan damai.

Dalam pertemuan tersebut, perhatian khusus diberikan pada persoalan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Ephorus mendukung upaya bersama untuk mencegah dampaknya terhadap individu, keluarga, dan masyarakat. Gereja, menurutnya, memiliki ruang untuk ikut membangun kesadaran, karakter, dan tanggung jawab moral jemaat dalam menjauhi narkoba.

Kapolda Sumatera Utara juga mengajak tokoh agama dan masyarakat mengambil bagian dalam menjaga keamanan, menolak narkoba, serta meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Peran tokoh agama dinilai penting karena memiliki kedekatan dengan masyarakat dan dapat menyampaikan pesan-pesan tersebut melalui pelayanan kepada umat. Ajakan itu mendapat dukungan dari Ephorus untuk diteruskan dalam kehidupan jemaat HKBP.

Ephorus menilai gereja dan kepolisian memiliki tugas yang berbeda, namun dapat saling mendukung dalam pelayanan kepada masyarakat. Gereja membangun iman, karakter, dan kesadaran moral, sedangkan kepolisian menjalankan penegakan hukum dan perlindungan masyarakat. Kerja sama keduanya diharapkan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan bertanggung jawab.

Selain persoalan narkoba, Ephorus turut menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas sebagai bagian dari kepedulian terhadap keselamatan sesama. Ketaatan terhadap aturan tidak hanya menyangkut kewajiban sebagai pengguna jalan, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab menjaga kehidupan. Karena itu, kesadaran berlalu lintas perlu terus dibangun bersama di tengah masyarakat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum PGIW Sumatera Utara Pdt. Ahmad Pinem, Ephorus HKI Pdt. Dr. Tony Liston Hutagalung, Sekretaris Jenderal GKPS Pdt. Jan Hotner Saragih, serta Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt. Suwandi Sinambela, S.Th., M.Psi. Kehadiran para pimpinan gereja menunjukkan pentingnya komunikasi antara tokoh agama dan kepolisian dalam menghadapi persoalan sosial di Sumatera Utara. Pertemuan itu sekaligus menjadi ruang untuk membangun pemahaman mengenai peran masing-masing dalam kehidupan masyarakat.

Bagi Ephorus HKBP, keamanan tidak hanya berarti ketiadaan kejahatan, tetapi juga hadirnya rasa aman, kepedulian terhadap sesama, dan kehidupan yang bermartabat. Karena itu, masyarakat perlu mengambil bagian aktif dalam menjaga lingkungan, melindungi generasi muda dari narkoba, dan membangun kebiasaan tertib dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antarlembaga akan semakin berarti apabila diwujudkan melalui keterlibatan nyata masyarakat.

Melalui pertemuan tersebut, Ephorus HKBP menegaskan dukungan terhadap kerja bersama antara gereja, kepolisian, dan masyarakat. Kerja sama itu diarahkan pada upaya menjaga keamanan, mencegah penyalahgunaan narkoba, serta meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Dengan menjalankan peran masing-masing secara bertanggung jawab, seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi bagi kehidupan yang aman dan damai di Sumatera Utara.

Bagikan:WhatsApp FacebookX