
HKBP dan GKPA Buka Ruang Kerja Sama dalam Digitalisasi, Pengembangan Pelayan, dan Diakonia
28 September 2026
HKBP menerima kunjungan pimpinan baru GKPA di Kantor Pusat HKBP, Pearaja, Tarutung, Senin (28/9/2026). Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST bersama pimpinan GKPA membahas pengalaman pelayanan dan membuka ruang kerja sama dalam digitalisasi, pembinaan dan pengembangan pelayan, diakonia, serta bidang pelayanan lainnya.
PEARAJA (28/9) - HKBP dan Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) membuka ruang kerja sama dalam sejumlah bidang pelayanan melalui pertemuan pimpinan kedua gereja di Kantor Pusat HKBP, Pearaja, Tarutung, Senin (28/9/2026). Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST bersama Sekretaris Jenderal HKBP dan Kepala Departemen Koinonia, Marturia, serta Diakonia menyambut kunjungan pimpinan baru GKPA yang dipimpin Ephorus GKPA Pdt. Dr. Ramli Harahap. Pertemuan tersebut membahas pengalaman dan pergumulan pelayanan masing-masing gereja sekaligus mengidentifikasi bidang yang dapat dikerjakan bersama ke depan.
Dalam kunjungan itu, Ephorus GKPA hadir bersama Sekretaris Jenderal dan ketiga Kepala Departemen GKPA beserta keluarga. Pertemuan diawali dengan perkenalan antara pimpinan kedua gereja, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai pelayanan dan pergumulan HKBP. Pimpinan GKPA selanjutnya menyampaikan gambaran mengenai pelayanan gereja yang mereka pimpin.
Pertukaran informasi tersebut menghasilkan sejumlah kemungkinan kerja sama antara HKBP dan GKPA. Bidang yang dibicarakan antara lain digitalisasi, pembinaan dan pengembangan pelayan, serta program diakonia. Kedua gereja juga melihat adanya ruang untuk mengembangkan kerja sama pada bidang-bidang pelayanan lainnya sesuai kebutuhan dan panggilan gereja.
Ephorus HKBP memandang perjumpaan tersebut sebagai kesempatan untuk melanjutkan hubungan persaudaraan HKBP dan GKPA dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret. Informasi, pengalaman, harapan, dan pergumulan yang dibagikan dalam pertemuan menjadi dasar untuk melihat kebutuhan yang dapat dikerjakan bersama. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan panggilan gereja dalam pelayanan.
Pertemuan juga mengingat kembali hubungan historis antara kedua gereja. GKPA resmi menjadi gereja yang mandiri dari HKBP 50 tahun lalu dan sejak itu menjalankan perjalanan pelayanan serta panggilannya sebagai gereja. Momentum setengah abad tersebut menjadi konteks penting dalam perjumpaan pimpinan HKBP dan GKPA untuk melihat kembali hubungan yang telah terbangun sekaligus membicarakan langkah ke depan. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kemandirian kelembagaan tidak meniadakan hubungan persaudaraan antara HKBP dan GKPA. Kedua gereja tetap memiliki ruang untuk saling berbagi pengalaman dan mendukung pelayanan satu sama lain. Pertemuan di Pearaja karena itu diarahkan agar tidak berhenti sebagai kunjungan kelembagaan, tetapi dapat dilanjutkan melalui langkah kerja sama yang dapat dilaksanakan bersama.
Perhatian pada digitalisasi menjadi salah satu bidang yang muncul dalam pembicaraan kedua gereja. Pembinaan dan pengembangan pelayan juga menjadi bagian yang dipandang memiliki peluang untuk dikerjakan bersama, disertai pengembangan program diakonia. Berbagai bidang tersebut muncul dari pemaparan mengenai pelayanan dan kebutuhan masing-masing gereja dalam pertemuan.
Ephorus HKBP berharap semangat kerja sama tersebut dapat semakin mempererat hubungan HKBP dan GKPA. Persaudaraan antargereja diharapkan diwujudkan melalui kesediaan berjalan bersama dalam menjalankan tugas pelayanan dan menghadirkan manfaat bagi kehidupan umat. Perjumpaan di Pearaja menjadi langkah untuk melanjutkan komunikasi dan membangun kerja sama berdasarkan bidang-bidang yang telah dibicarakan.
Kunjungan pimpinan baru GKPA ke Kantor Pusat HKBP dengan demikian menjadi ruang bagi kedua gereja untuk memperbarui perjumpaan setelah perjalanan panjang masing-masing dalam pelayanan. Lima puluh tahun setelah GKPA menjadi gereja mandiri dari HKBP, kedua gereja kembali duduk bersama untuk membicarakan kebutuhan, pengalaman, dan kemungkinan pelayanan bersama. HKBP dan GKPA berharap hubungan tersebut terus berkembang dalam persaudaraan dan kerja sama untuk menjalankan panggilan gereja.