Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Huria Kristen Batak Protestan Gelar Latihan Persiapan Pelayanan Tahap III  Bagi Para Calon Pelayan
Pengumuman

Huria Kristen Batak Protestan Gelar Latihan Persiapan Pelayanan Tahap III Bagi Para Calon Pelayan

30 Oktober 2026

Kantor Pusat Huria Kristen Batak Protestan, yang berkedudukan di Pearaja Tarutung, secara resmi memanggil para calon pelayan gereja untuk mengikuti agenda Latihan Persiapan Pelayanan Tiga. Pemanggilan tahapan krusial ini ditujukan secara khusus kepada seluruh Calon Pendeta, Calon Guru Huria, Calon Bibelvrouw, serta Calon Diakones yang sebelumnya telah dinilai sukses menyelesaikan tahapan Latihan Persiapan Pelayanan Dua. Kegiatan pembekalan ini dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan bulan November tahun dua ribu dua puluh enam, dan akan dipusatkan sepenuhnya di kompleks bersejarah Seminarium Sipoholon.

Para peserta yang telah terdaftar diinstruksikan untuk sudah hadir di lokasi pelatihan pada hari pertama pelaksanaan, tepatnya pada siang hari menjelang sore. Kehadiran tepat waktu ini sangat diwajibkan guna kelancaran proses pendaftaran ulang sekaligus pengaturan dan pembagian kamar pemondokan selama masa pelatihan. Untuk dapat mengikuti kegiatan ini secara sah, setiap peserta diwajibkan membawa sejumlah dokumen administratif. Dokumen utama yang diminta meliputi surat rekomendasi resmi dari Pendeta Resort yang telah mendapatkan persetujuan langsung dari Praeses terkait, atau dari pimpinan lembaga bagi mereka yang menjalani masa praktik di unit kelembagaan khusus. Daftar penilaian selama masa praktik yang disetujui pihak berwenang juga menjadi syarat mutlak.

Selain surat rekomendasi dan daftar penilaian, setiap calon pelayan diwajibkan menyerahkan laporan pelayanan komprehensif yang telah ditandatangani oleh Pendeta Resort. Laporan ini harus memuat struktur sistematis yang terdiri dari pendahuluan, gambaran keadaan umum jemaat tempat praktik, rincian seluruh kegiatan, hambatan yang dihadapi, hingga analisis teologis dan penutup. Sebagai bentuk evaluasi kemampuan berkhotbah, laporan tersebut harus dilengkapi dengan lampiran berupa minimal enam buah rekaman khotbah yang pernah disampaikan pada kebaktian minggu, di luar rekaman yang telah diserahkan pada evaluasi triwulan sebelumnya. Lebih lanjut, peserta juga harus menyertakan satu contoh program kerja nyata yang telah mereka gagas dan eksekusi di tempat pelayanan masing-masing.

Di samping kelengkapan dokumen administratif dan portofolio pelayanan, peserta juga diharuskan membawa perlengkapan literatur teologi dasar dan kebutuhan pribadi. Buku-buku pegangan wajib mencakup Alkitab, buku Agenda, Aturan dan Peraturan gereja, buku Konfessi, Rencana Program Pelayanan, Kathekismus, serta Buku Ende. Untuk menunjang kenyamanan, kedisiplinan, dan kesehatan selama berada di asrama, peserta diminta membawa buku dan alat tulis, pakaian olahraga, selimut, bantal, sprei, senter, payung, perlengkapan pertolongan pertama, dan botol air minum pribadi. Terkait administrasi finansial, setiap peserta diwajibkan membayar kontribusi pendaftaran sebesar satu juta tujuh ratus ribu rupiah yang ditanggung pribadi dan disetorkan melalui transfer ke rekening bank resmi atas nama Huria Kristen Batak Protestan Pusat Pearaja.

Guna menjaga ketertiban selama masa pelatihan yang intensif ini, panitia penyelenggara menetapkan aturan tegas yang melarang seluruh peserta untuk membawa kendaraan ke dalam area seminarium. Undangan resmi ini dikeluarkan dan ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal atas nama Ephorus. Tembusan surat ini juga didistribusikan kepada jajaran Kepala Departemen, Bendahara Umum, para Praeses, serta Pendeta Resort. Daftar lengkap nama para peserta dari berbagai formasi yang berhak mengikuti pelatihan ini juga telah dirilis secara resmi dan disahkan langsung oleh Kepala Biro Personalia.

Bagikan:WhatsApp FacebookX