Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Jawab Krisis Keluarga Masa Kini, HKBP Luncurkan Modul Pengajaran Iman dan Kaderisasi Pelatih Di Jakarta – Batch I
Berita

Jawab Krisis Keluarga Masa Kini, HKBP Luncurkan Modul Pengajaran Iman dan Kaderisasi Pelatih Di Jakarta – Batch I

20 April 2026

Sebagai wujud penegasan visi Transformasi 2026, Ephorus HKBP resmi meluncurkan buku "Ekklesia Domestika" dan membuka Pembekalan Pelatih Modul Pengajaran Iman Keluarga di Jakarta. Program strategis ini bertujuan mengembalikan peran keluarga sebagai basis pendidikan iman agar ketahanan spiritual jemaat semakin tangguh menghadapi krisis zaman masa kini.

JAKARTA (20/4) – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) terus memperkuat langkah transformasinya dalam membina spiritualitas jemaat. Pada hari Senin, 20 April 2026, HKBP resmi memulai rangkaian Pembekalan Pelatih Modul Pengajaran Iman dalam Keluarga yang bertempat di Jakarta. Acara yang dihadiri oleh perwakilan dari sembilan distrik ini dibuka secara langsung oleh Ompui Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST. Pembekalan di Jakarta ini merupakan batch pertama dari program pengaderan pelatih, yang selanjutnya akan direplikasi pada batch kedua di kawasan Silindung dan batch ketiga di Medan.

Momentum penting dalam kegiatan ini adalah peluncuran dua buku panduan pelayanan, yaitu “Ekklesia Domestika: Modul Pengajaran Iman di Tengah-Tengah Keluarga” dan “Katekhismus Kecil Marthin Luther” terjemahan Almarhum Pdt. Bonar H. Lumban Tobing, M.Th. Peluncuran dilakukan langsung oleh Ephorus HKBP, disusul dengan pemaparan pokok-pokok ajaran oleh Pdt. Ronald Pasaribu. Penyerahan buku secara simbolis kemudian diberikan kepada perwakilan pelayan yang hadir, di antaranya Pdt. Lamria, Pdt. Morrys, dan Pdt. Harminto. Diskusi dan rangkaian acara ini dipandu secara tertib oleh Pdt. Dr. Frans B. Marpaung selaku moderator.

Dalam sesi pemaparannya, Ephorus HKBP mengusung tema sentral “Dari Mimbar ke Meja Makan.” Beliau menegaskan visi pelayanan HKBP tahun 2026 yang kini berfokus pada inti kehidupan jemaat, yakni institusi keluarga. Berlandaskan nas Alkitab Ulangan 6:4-9 tentang “Shema”, pendidikan iman didorong agar tidak sekadar menjadi program gereja, tetapi bertransformasi menjadi gaya hidup di dalam keluarga. Pemahaman utamanya adalah menempatkan keluarga sebagai Ecclesia Domestica atau gereja rumah tangga, tempat pertama iman lahir dan karakter utama dibentuk. Terdapat satu penekanan praktis yang ditekankan: jika keluarga gagal, gereja akan rapuh; namun jika keluarga kuat, gereja akan hidup.

Program ini diluncurkan sebagai bentuk respons aktif HKBP terhadap diagnosis krisis keluarga masa kini. Berdasarkan materi pembekalan, gereja mencatat adanya krisis spiritual (melemahnya ibadah keluarga), krisis digital, krisis relasi, tekanan ekonomi, hingga krisis peran orang tua yang memicu fenomena fatherless generation atau phantom father dan memunculkan generasi yang minim daya juang (strawberry generation). Lebih lanjut, Ephorus menjabarkan lima model keluarga masa kini yang tidak ideal, yaitu: keluarga hotel, keluarga rel kereta api, keluarga digital, keluarga industri, dan keluarga penjara, di mana setiap anggota keluarga kehilangan esensi kebersamaan dan komunikasi yang berkualitas.

Sebagai solusi nyata, HKBP menggemakan seruan profetik "Back to Home" untuk mengembalikan fungsi orang tua sebagai imam bagi anak-anaknya dan menghidupkan kembali mezbah keluarga. Para peserta yang hadir dalam pembekalan ini tidak sekadar dilatih, tetapi dikaderisasi menjadi agen perubahan dan mentor lintas generasi. Nantinya, para pelatih ini akan mengimplementasikan metode pelayanan baru yang partisipatif dan kontekstual secara berjenjang—mulai dari tingkat distrik, resort, huria, hingga menyentuh setiap keluarga jemaat. Melalui langkah sistematis ini, HKBP berharap keluarga Kristen dapat menjadi benteng yang kokoh dalam membangun ketahanan iman jemaat di tengah arus perubahan zaman.

Bagikan:WhatsApp FacebookX